
************
Charin keluar dari ruang CEO dengan raut wajah tenang, mungkin karena dia tidak dimarihi oleh pak CEO.
Dia berjalan menuju meja kerjanya dan duduk untuk kembali mengerjakan tugasnya.
Hari sudah sore, waktu menunjukkan jam 16.00, hampir semua orang yang ada di kantor sudah pulang tetapi charin sedikit lembur hari ini.
Charin yang masih di mejanya sontak kangen dengan tepukan di pundaknya.
" EH CICAK " maklum charin memang sedikit latah, ia memutar bola matanya dan melihat sosok tinggi yang memakai jas hitam, yang benar saja itu pak CEO Dashel.
Charin yang kaget dengan kedatangan pak CEO itu langsung berdiri tegak dihadapan pak Dashel.
"Ayo ikut saya" mendengar perkataan Dashel charin langsung reflek mengerutkan alisnya.
"Ada yang mau saya bicarakan" ucap Dashel dengan ekspresi datar.
"Oh" jawab charin yang masih kebingungan, pikirnya kenapa pak Dashel sampai menghampirinya bukanya ada handphone, kenapa ia tidak meneleponnya, oh iya pak Dashel tidak punya nomernya dasar bodoh.
"Kemasi barangmu dan ikut saya"
" Lah kenapa harus dikemasi saya masih ada lembur, jika anda mau bicara, bicara saja disini " dengan lantangnya ia menjawab seperti itu, tidak ada rasa bersalah sedikitpun.
"Saya mau mengajak kamu ke restoran"
" Hah " ia berkata dengan ekspresi kebingungan nya yang sangat konyol. ia berfikir hal penting macam apa sampai mau berbicara di restoran.
" Cepat kemasi marangmu jika tidak ingin saya pecat " Dashel mengancam seperti halnya seorang bos yang marah.
__ADS_1
"B-baik pak" dengan cepat ia membereskan Baranya dan memasukkannya di tas yang ia bawa.
**
Di dalam mobil hanya ada keheningan yang terasa.
Sesampainya di restoran mereka berdua langsung turun dari mobil. Dashel berjalan diikuti charin di belakangnya.
Restoran itu sangat mewah sampai charin melongo melihat restoran itu.
Dashel berjalan ke sebuah ruangan di restoran itu, charin bingung kenapa ia diajak ke sebuah ruangan bukanya duduk di meja restoran itu?.
Dashel membuka pintu dan betapa terkejutnya charin melihat orang orang yang ada di ruangan itu.
Ruangan itu terdapat beberapa orang yang sudah berumur dan salah satunya adalah mamanya sendiri.
Dashel dan charin duduk di bangku yang depanya terdapat meja bundar yang sudah terdapat banyak makanan di atasnya.
"Eh cantik banget calon menantu ku"
Ucap orang yang tersenyum lebar kepada charin.
Charin hanya kebingungan dan menatap mamanya. melihat charin yang kebingungan Rara hanya terkekeh kecil.
" Charin kenalin ini Tante bira sama om beni dia orang tua bos kamu Dashel" mamanya menjelaskan.
"Oh, halo om, Tante "
"Iyh halo nak. Aduh gak sabar mau nikahin kamu sama anak tante "
" Tante, Tante ngomong apa?" Dengan polosnya charin bertanya seperti itu padahal sudah jelas bahwa ia akan dijodohkan dengan bosnya sendiri. Semua orang hanya terkekeh melihat kepolosan charin, hanya saja bosnya yang dingin itu hanya menampilkan raut wajah yang datar.
__ADS_1
Dengan kepolosan charin Rere langsung angkat bicara " mama mau jodohin kamu saya Dashel"
Mendengar ucapan mamanya charin sontak kaget, ia ingin langsung menolaknya, tapi di ruangan itu berdapat Dashel dan orang tuanya. Charin bingung harus bagaimana, ia hanya menundukkan kepalnya.
Sekian lama charin menundukkan kepalanya, kepalanya sekarang terasa pegal mau tidak mau ia mendongakkan kepalanya.
Orang tua Dashel tiba tiba tersadar bahwa mereka belum memakan makanan yang ada dimeja
Diana ia adalah ibu kandung Dashel " eh ayo makan, saking asiknya ngobrol sampe gk dimakan makanan nya"
"Kalian yang asik ngobrol" charin dalam hati.
Mereka pun memakan didangan yang ada didepannya dengan santai dan sangat menikmati makanan itu, tampaknya sangat lezat:-)
Suara keheningan di dalam ruangan itu santan lah sepi hanya suara sendok yang saling bersentuhan dengan piring.
"Oh iya gimana nih charin setuju kan sama perjodohan ini?" Diana tiba tiba angkat bicara dalam keheningan itu.
Uhuk uhuk..
Charin yang kaget dengan ucapan Diana itu langsung tersedak dengan makanan yang ada dimulutnya.
"Eh ini ini minum dulu" Diana langsung menyodorkan air minum. " Aduh saking kagetnya sampe tersedak" susulnya.
Semua terkekeh. yah... Kecuali Dashel, si kulkas.
" Tante udah bilang sama Dashel dan dia setuju " ucap Diana.
Sontak Dashel kaget dengan perkataan mamanya. Karena dia belum tau akan dijodohkan, bahkan pertama kalinya dia tau ketika tadi, tapi sekarang mamanya langsung menjawab dengan seenaknya tanpa memikirkan perasaan Dashel.
Charin mendengar pertanyaan dan perkataan itu sontak kaget dan menatap ibunya sendiri. Dengar mengerutkan alisnya, pertanda bahwa ia bingung dan bertanya kepada ibunya, tapi ia takut Jika ia salah bicara.
__ADS_1
^_^