my only love (dacha)

my only love (dacha)
23


__ADS_3

"Gue dicuekin nj*r"


"Hahahahahahaha, kasian bet lu" ejek charin.


"Gak papa Arga emang songong" ucap Aksa.


"Gak, jangan percaya gue orangnya ramah kok" ucap Arga yang berjalan dari dapur dengan air putih yang ada di tanganya.


"Iya RAMAH LINGKUNGAN YANG PENUH SAMPAH"


"Apasih nyolot" balas Arga.


"Eh kalian pada gak laper apa?" Tanya arga yang sudah terduduk bersama yang lain di ruang tamu.


"Laper sih" jawab anggota yang lain.


"Itu makanan dikulkas kok bisa abis tak tersisa sih?" Tanya Arga Sekali lagi.


"Yee itu mah lu, tiap datang kesini pasti langsung ke dapur ambil makanan" ucap galang.


" eh. Gue pengen beli makanan dah. Dikulkas gak ada isinya sama sekali cuy, gue pengen masak yuk anterin" ajak Arga dengan pandangan kearah anggota yang lain.


"Ini gak ada yang mau nganterin gue nih?" Tanya Arga ketika tidak ada satupun dari mereka yang mau dengan ajakannya.


"Gue iku gak papa nih?" Oh tidak.. kali ini Vena menawarkan dirinya kepada Arga. Apakah Vena tergila gila dengan arga??.


"Gak gak, gue bisa sendiri" tolak arga.


"AR lo jahat banget dah. Tuh Vena kau ikut lo, malah Lo tolak gimana sih"


"Cewek ege. Gue kan mau naik motor" elak Arga.


"Yaudah naik mobil. Gue ada bawa mobil kok" tawar Vena.


"Cuma berdua nih? Eh Lo ikut kita" ucap Arga dengan jari telunjuk yang menunjuk kearah Kiki (anggota avondzon). "Biar gak timbul fitnah" lanjutnya.

__ADS_1


"Gue ditinggal nih?" Tanya charin kepada Vena yang sedang tersenyum.


"Bentar doang" jawab vena.


"Yaudah ayo berangkat" ajak Arga lalu berjalan keluar pintu.


mereka keluar menggunakan mobil Vena yang terparkir didepan markas. Arga duduk didepan untuk mengemudikan mobil dan Kiki yang ada disampinya, sementara Vena duduk dibelakang sendirian. Mobil melaju meninggalkan markas dengan kecepatan sedang.


Saat dalam perjalanan mereka tidak melontarkan kata-kata apapun. Hanya suara kendaraan yang terdengar dari telinga mereka ber tiga.


"Enaknya kita ke pasar atau minimarket?" Tanya Arga memecah keheningan.


"Ke supermarket aja" jawab Vena dengan tatapan mengarah ke kaca spion tengah. Dapat Vena lihat di kaca itu wajah Arga dengan jelas. Wajah yang putih alis tebal... Wah idaman banget deh.


"Oke kita kepasar" putus Arga.


"Loh kan.." ucap Vena terpotong.


"Gue yang belanja! Lo diem aja bisa?!"potong Arga dengan cepat. Sementara Kiki hanya melihat jalanan yang sedikit mancet dengan telinga yang mendengarkan keributan dua sejoli itu.


Refleks Arga langsung mengalihkan pandangannya ke depan. Karena merasa risih akhirnya Arga merai kaca spion itu dan mengarahkan ke samping agar Vena tidak dapat melihatnya lagi.


Melihat kaca spion yang dialihkan, Vena berdecak sebal lantaran ia tidak dapat melihat wajah tampan Arga lagi. Alhasil ia sekarang melihat belakang kepala Arga yang sedikit terhalang oleh kursi mobil (eh namanya apa sih?? Jok mobil??. Gak tau lah pokoknya kursi mobil. authornya lupa gesss dan males cari di google. Hehe maaf🙏🏻🙃).


Perjalanan kembali hening. Sampai pada akhirnya mobil mereka sampai di parkiran pasar yang cukup ramai.


Arga langsung keluar dari mobil dan diikuti oleh Kiki juga Vena. Mereka berjalan menelusuri setiap penjuru pasar dan berhenti pada penjual sayuran hijau.


Penjual sayuran itu merupakan seorang laki laki yang sudah berumur. Mungkin sudah kepala 7??. Jualannya bisa dibilang sepi pelanggan. Jujur Arga merasa kasihan terhadap penjual itu.


Dia langsung memilih beberapa sayuran hijau dan membayarnya. "Berapa pak?" Tanya Arga.


"20 ribu nak" jawabnya. Agra langsung mengambil uang berwarna biru dari dompetnya dan memberikannya kepada penjual tua itu.


"Maaf nak. Ini gak ada uang pas? Bapak belum ada kembalian, dari tadi belum ada yang beli nak. Atau kamu bawa saja gak usah bayar" ucap penjual itu.

__ADS_1


"Gak papa pak ambil aja kembaliannya" bukan Arga yang mengatakan itu semua, tetapi Vena.


"Tapi nak ini kebanyakan"


"Gak papa pak ambil aja" ucap Arga.


"Makasih nak" ucap penjual dengan tangan yang sudah bergetar.


"Iya pak. kami lanjut dulu ya pak"


Setelah meninggalkan penjual itu, Mereka berjalan kearah penjual yang lain dan membeli bahan makanan yang memang mereka cari.


***


Sementara charin, ia kembali berbicara banyak hal kepada Aksa dan anggota yang lain.


Saat sedang asik asiknya mengobrol tiba tiba terdengar suara pintu terbuka. Refleks mereka melihat kearah pintu. Wah gawat" ketika charin melihat kearah pintu ia langsung disuguhkan oleh pandangan seseorang laki-laki yang tentunya sangat ia kenal, DASHEL. Tampa babibu charin langsung menutupi bukanya dengan kedua tangannya lalu menunduk.


'kok dia ada di sini sih? Gawak kalo dia ngerti' batin Charin, jantungnya berdetak kencang.


" Assalamualaikum" salam Dashel.


"Wih Lex tumben kesini?" Tanya Galang lalu medekat kearah Dashel.


"Ada barang yang mau gue ambil" jawab dashel lalu melihat kearah anggota yang lain. Tatapan berhenti ketika ia melihat seorang wanita yang duduk diantara mereka.


"Disini gak boleh ada cewe. Suruh pergi!" Ujar Dashel lalu berjalan kearah tangga dan masuk ke salah satu ruangan lantai 2.


"Rin sorry ya"ucap aksa ketika ia melihat charin yang menundukkan kepalanya. Aksa pikir charin sedang bersedih ketika Alex ngatakan kalimat itu.


"Gak papa kok" jawab charin.


"Alex emang gitu orangnya. Anti cewe"


"Hah? Dia Alex?

__ADS_1


________


__ADS_2