my only love (dacha)

my only love (dacha)
14


__ADS_3

Setiap bab up kalo udah tembus 10 view, kalo belum 10 view gak Bakan up bab baru.



Tinggalkan jejak!! Vote!!!!


*****************🕊️


Charin masuk ke ruang CEO dimana suaminya bekerja, ia masuk tanpa mengetuk pintu, dan berjalan ke arah sofa lalu mendudukkan badanya ke atas sofa itu. Charin melihat kearah suaminya dan terus memperhatikan Dashel yang sedang bekerja.


'fokus banget ya... Sampe ada yang masuk gak ngerti' batin charin


'eh gue baru nyadar deh kalo pak Dashel ganteng, kalo lagi di ruangan gini mukanya kayak adem, coba kalo keluar ruangan behh... Dinginnya gk betah'


'oh iya kalo dipikir pikir gw gak pernah liat dia senyum deh, eh...... Bentar pernah ding pas dia bangunin sholat. Aduhh kalo dibayangin manis banget senyumannya' batin charin sambil melamun menghadap Dashel dengan senyuman karena membayangkan suaminya itu tersenyum.


Tanpa ia ketahui Dashel sudah berjalan menuju dirinya dan duduk di depanya.


"Mikirin apa?" Tanya Dashel Charin yang masih melamun pun reflek menjawab dengan sejujur jujurnya.


"Lagi mikirin kalo dia senyum... Manis banget...." Ucapnya tanpa sadar.


"Dia? Dia siapa?" Ucap Dashel dengan nada lebih sedikit tinggi dari yang tadi.


"Dia.." belum sempat ia menyelesaikan bicaranya ia langsung tersadar, dan langsung menoleh ke arah Dashel.


"Dia siapa!?" Ucap Dashel tegas.


"Gak gak jadi"


"Dia siapa?" Tanya Dashel sekali lagi.


"Ih kepo" ucap charin "oh iya bapak panggil saya kenapa ya pak?" Tanya charin untuk mengalihkan pembicaraan.


"Jawab atau saya cium" mendengar ancaman Dashel, badan charin tiba-tiba tidak bisa digerakkan. Ditambah lagi ketika Dashel mendekatkan wajahnya ke arah wajah charin. Kurang 3cm saja wajah mereka sudah bertemu satu sama lain.


Sementara nana, ia duduk di atas kursinya sambil memikirkan charin. Apakah ia sepecat atau hanya diperingati.


Ia masih heran kenapa tiba tiba charin jadi berani, biasanya ketika hal seperti itu terjadi charin langsung minta maaf dan menunduk.


"Kalo charin dipecat gue sama siapa?, Yang Deket cuma charin.... Huaaa" ucap Nana lirih.


Kembali dacha......


Mereka saling pandang memandang. Dengan charin yang hatinya meronta-ronta.


"Mau dicium nih?" Tanya Dashel.


Karena tidak mendapat respon dari charin, Dashel langsung mengarahkan bibinya ke arah kening charin. Charin yang sudah melotot itu tambah melotot. Ia ingin pergi dan kabur tapi badanya masih tidak bisa digerakkan.

__ADS_1


"Belum mau jawab?" Masih belum ada respon dari charin.


Dashel pun mengarahkan bibinya ke pipi kanan dan pipi kirinya.


Cup


Cup


"Ini sudah tawaran yang ketiga! Mau jawab atau saya cium bibir kamu" Entah kenapa, kepala charin tiba tiba mengangguk.


"Jawab atau cium?" Tanya Dashel sekali lagi.


"Mau cium" jawab charin reflek "ehhhhh...mmpphhhhf.." belum sempat ia melanjutkan bicaranya tiba tiba mulut charin sudah dibungkam dengan benda kenyal.


Pertama-tama benda kenyal itu diam tapi lama kelamaan benda itu bergerak-gerak. Yah..... Dashel ******* bibir Charin dengan pelan, Charin pun hanya bisa diam.


Sampai pada akhirnya Dashel menggigit bibir bawah charin hingga sang empu kaget. Refleks charin membuka mulutnya.


Eh.... Bentar... Lidah Dashel masuk ke mulut charin??????


Lidah itu menelusuri setiap inchi mulut charin. Charin yang sudah mendapatkan perlakuan itu ditambah badanya sudah bisa digerakkan langsung memukul dada bidang Dashel dan berusaha menjauh, tapi tetap tidak bisa karena tangan Dashel sudah ada di tengkuk charin guna memperdalam ekhmmm.. nya


Pintu terbuka dengan cepat tanpa aba-aba. Yah yang membuka pintu itu adalah Nino sekretaris dashel.


"Astaghfirullah" pekik Nino saat melihat pemandangan yang panas itu.


Mendengar itu Dashel melepaskan ciumannya dan melihat kearah pintu. Yang menampilkan Nino sedang menutup matanya. Tetapi tetap saja tangannya tidak menutup sempurna.


"Kenapa?" Tanya Nana.


"Gak" jawab charin.


"Kamu dipecat?" Tanya Nana kembali.


"Eh.. aku gak papa kok, tenang.." ucap charin sambil tersenyum terpaksa agar Nana tidak curiga "udah lanjutin kerjanya" suruh charin.


"Alhamdulillah. Yaudah lanjut kerja" ucapnya sambil berjalan kearah kursinya.


Sementara di dalam ruang CEO dimana terdapat Dashel dan Nino. Dashel yang terlanjur kesal karena aksinya diganggu langsung berjalan ke arah kursi kerjanya dan mendudukkan dirinya.


Sementara Nino sangat penasaran akan penjelasan dari apa yang ia lihat tadi.


"Boss jangan nyium sembarangan bos" ucap Nino "zina lu bos" lanjutnya, dan duduk di kursi yang ada pada depan meja kerja Dashel.


Mendengarkan ucapan sekretaris nya itu ia menjadi pusing tujuh keliling, ia memijat pelipisnya yang pusing itu.


"Bos lu gk mau tanggung jawab?" Tanya Nino.


"Tanggung jawab apa?"

__ADS_1


"Tuh. Tadi lu nyium anak orang loh bos" ucap Nino "nanti kalo ngadu ke maknya gimana bos" lanjutnya.


"Biarin"


"Wih bos dosa lu zina" ucapnya sekali lagi.


"Saya tidak berbuat zina" ucap Dashel "saya menambah pahala, Mala kamu gangguan" lanjutnya dengan tatapan dingin.


"Pahala?" Tanya Nino memastikan.


"Mmmh"


"Emang itu siapanya bos?"


"Istri"


"Bos?"


"Diam atau saya pecat"


"Ehhh jangan dong boss" ucapnya ketakutan.


"Tapi bos, beneran ni dia istri bos"


"IYA, DIA ISTRI SAYA" ucap Dashel dengan tegas.


"Udah pernah... Ekhmm... *** *** gk bos?" Tanyanya


"TUTUP MULUTMU DAN KELUAR"


" Iya iya bos......" Ucapnya lalu pergi dari ruang CEO.


TBC ❤️



-------------------


Baca ceritaku yang at school yaa



Jangan lupa follow ❤️


Tik tok



YouTube

__ADS_1



Syukron ❤️


__ADS_2