
Setiap bab up kalo udah tembus 25 view, kalo belum 25 view gak Bakan up bab baru.

______________🕊️
mereka memutuskan untuk pergi ke caffe, mungkin agar lebih nyaman untuk mengobrol.
"Eh lu bener lupa sama cinta monyet lu itu?" Tanya Aksa
"Alex?" Tanya charin
"Ya iya, lah siapa lagi"
"Gue masih inget tapi lupa mukanya"
"Sumpah lh lupa orangnya?"
"Mmmmmm. Gimana gak lupa, liat wajahnya aja cuma sekali, bos lu tuh nunduk terus"
"Tapi lu masih suka?"
"Yah gak lah, yakali suka. inget wajahnya aja nggak" jawab charin. Sebenarnya... Charin masih sedikit menyimpan rasa itu, entah kenapa 10 tahun berlalu tetapi ia tidak melupakan Alex, ia hanya lupa dengan mukanya karena setiap Alex dekat dengan charin, ia menundukkan kepalanya, karena itulah charin tidak bisa melihat jelas mukanya.
"Kayaknya lu harus mampir ke markas deh!"
"Markas? Masih tetep disana?"
"Iyah lah"
"Gue kira udah bubar"
"Ngawur lu."
Saat sedang asik berbincang tiba tiba bunyi telpon terdengar.
Drettt.... Dretttttt...
"Eh hp lu tuh" ucap charin. Aksa pun langsung mengeluarkan handphone miliknya yang ada di sakunya.
"Hp lu ege" ucap Aksa saat ia melihat hpnya yang masih tenang tanpa suara.
"Eh...." Charin langsung melihat hand phone nya. Dan benar saja di layar itu terdapat kontak yang ia namai 'pak boss🐷'
"Bentar" ucap charin kepada Aksa.
" Assalamualaikum. Kamu udah pulang?" Tanya Dashel di balik handphone.
"waalaikumsalam.Belum, Masih ngumpul sama temen" jawab charin
"Sekarang ayo pulang" ucap Dashel " mau dijemput aja?" Lanjutnya.
"Eh gk usah ini udah mau pulang"
"Yasudah hati hati, assalamualaikum"
"Waalaikumsalam"
Tut..
__ADS_1
Dashel mematikan telpon secara sepihak. Dan charin langsung menjauhkan handphone dari kupingnya.
"Siapa?" Tanya Aksa penasaran.
"Bos gue" jawab charin.
"Lah bukanya udah selesai kerjanya?"
"Gak ngerti... Bos gue emang gitu" ucap charin
"Yaudah gue pamit pulang ya.."lanjutnya.
"Eh bentar.. gue boleh minta nomer lu?" Tanya Aksa.
"Boleh. Nih scan aja" ucap charin lalu menyodorkan handphone ya untuk di scan oleh Aksa.
"Udah. Thanks"
"Iya. Gue pamit ya"
"mau dianterin?" Tanya Aksa.
"Gak usah, didepan banyak taxi" ucap charin.
"Yaudah. Buruan pergi nanti lu dipecat lagi"
"Oke. Assalamualaikum" ucap charin lalu pergi keluar.
"Waalaikumsalam"
__________________
Hari ini adalah hari Minggu. Hari dimana semua orang bisa bersantai dirumah. Dua hari lalu charin dan Aksa sudah saling chat. Mereka merencanakan untuk berkumpul dengan geng avondzon di markas mereka.
Geng avondzon juga biasanya mengadakan kajian setiap 1 bulan sekali. Dan acara kajian itu diisi oleh Alex selaku ketua geng.
Karena belum meminta izin kepada Dashel, maka sekarang harus izin kepadanya.
Charin keluar dari kamarnya menuju ruang keluarga, ruang keluarga itu sangat luas dan nyaman, Disana juga terdapat televisi Jang sangat besar.
Charin melihat Dashel yang sedang menonton kartun favoritnya yaitu sikembar botak yang tidak besar besar. Charin duduk disamping Dashel yang masih terus fokus terhadap layar itu.
"Pak" panggil charin.
"Mmmmmh?"
"Pak, saya minta izin keluar bareng temen temen boleh?" Tanya charin.
"Kemana?"
"Ke mar- eh. Ke rumah temen" ucap charin yang sempat sedikit keceplosan.
"Cewek tau cowok?" Tanya Dashel kembali.
"Mmmh... Cewek lah" jawab charin.
"Yasudah. Mau dianter?"
"Gak usah pak"
__ADS_1
"Kapan perginya?"
"Nanti jam 10" jawab charin.
"Mmmh.. hati hati"
"Siap" setelah mendapatkan izin dari dashel, charin langsung kembali ke kamar dan berganti baju. Kali ini ia memakai abaya hitam dipadukan dengan kerudung pashmina ungu Salem. Jarang sekali ia memakai pakaian seperti itu.
Kenapa charin tiba tiba berpakaian seperti itu????? Mungkin...Karena Nanti charin dan anggota avondzon akan pergi ke acara kajian yang ceramahnya diisi oleh Alex, Charin penasaran dengan Alex yang sekarang.
Alex yang dulu ia kenal adalah seorang yang bisa dibilang pendiem. Charin sempat bingung ketika mengetahui jika Alex bisa mengisi kajian. Ia tidak menyangka akan hal itu. Kerena ketua dulu Alex seperti seseorang yang tidak begitu alim, tetapi alex orang yang tertutup, mungkin Alex menyembunyikan hal itu kepada orang baru.
Alex yang dulu juga berbicara menggunakan gue-lo. Yang charin tau biasanya orang yang bisa dibilang paham agama pasti ucapannya formal, seperti saya??? Anda???.
Walau berbicara menggunakan gue-lo, tetapi charin tidak pernah mendengarkan kata kasar yang keluar dari Alex.
Entah kenapa pikiran charin berputar ke 10 tahun lalu. Ia duduk menghadap kaca dengan pandangan mata yang kosong, tanpa ia sadari sedari tadi ia diperhatikan oleh Dashel yang berdiri didekat pintu.
"Gak baik ngelamun nanti ada setan yang masuk" ucap Dashel sambil berjalan mendekat, sedangkan charin masih melamun dan tidak mendengarkan ucapan suaminya tadi.
"Rin" panggil Dashel dengan menepuk halus lengan charin yang tertutup kain.
"Astaghfirullah" mendapat sentuhan itu, charin tersontak kaget. Untung kali ini ia mengucap istighfar saat kaget, dulu mah ngomong kasar Mulu....
"Maaf ya zaujati" ucap Dashel lalu mengelus punggung sang istri.
"Eh iya, gak papa"
"Saya izin ya..?" Ucap Dashel. Charin pun bingung dengan ucapan sang suami yang membingungkan.
"Izin apa?" Tanya charin.
"Saya izin peluk kamu, boleh?"
Bukanya menjawab, charin hanya diam mematung dengan arah pandang ke wajah tampan Dashel.
"Kalau tidak boleh tidak apa-apa" ucap Dashel dan seketika mendapat anggukan dari charin.
"Boleh?" Tanyanya Dashel sekali lagi, dan lagi-lagi mendapat anggukan dari charin.
Tanpa ragu Dashel langsung memeluk badan kecil istrinya dengan pelan. Wajah charin sekarang ada di dada bidang Dashel, aroma tubuh Dashel yang tercampur dengan wangi parfum itu sangat harum, harumnya seperti maskulin. Mendapat pelukan itu charin membalas dengan pelukan juga..
Entah kenapa pelukan kali ini sangat nyaman untuk charin. Rasanya ia ingin berada diperlukan sang suami setiap hari.
TBC ❤️

____________🕊️
Jangan lupa follow
TIK tok
(Spoiler bab baru bakal ada di tik tok)

YouTube
__ADS_1

Syukron ❤️