
"pak" panggil charin.
"Kenapa?" Tanya Dashel yang berada di samping charin dan pandangan yang semula menghadap layar, seketika langsung melihat ke samping.
"Ini kan hari Minggu pak"
"Iya"
"Aku izin ke rumah temen ya pak. Boleh??" Tanya charin.
"Boleh tapi saya harus ikut"
"Kok gitu si pak. Aku mau ke rumah vena. Masa mau ikut?"
"Saya anter"
"Yaiudah deh pak yang penting bisa ke rumah teman"
_____________
Mobil milik Dashel sudah berada didepan rumah bernuansa putih dengan 2 lantai dan teman yang dipenuhi bunga bunga.
"Yaudah pak. Pamit dulu"
"Iya. Eh nanti pulang jam berapa?" Tanya Dashel.
"Nanti pulang sendiri aja pak"
"Beneran?" Tanya Dashel memastikan.
"Iya" jawab charin.
"Salim dulu Rin" ucap Dashel dengan menyodorkan tangan kanannya kedepan charin.
"Hehe lupa pak" ucap charin lalu menviup punggung tangan sang suami.
"Bentar" Dashel berbicara lalu menyodorkan black cardnya.
Beberapa hari lalu ketika charin membeli tas, ia dikasih oleh Dashel 1 buah black card tetapi setelah pulang dari mall charin langsung mengembalikan kartu itu kepada sang pemilik. Walau Dashel menolak tapi charin tetapi memaksa sampai pada akhirnya Dashel mengalah.
"Buat jajan!" Ucap Dashel
"Gak ada uang cash aja pak?" Tanya charin
"Gak ada. Nanti kalo beli sesuatu bisa kamu cairkan dulu. Gak lupa kan passwordnya?"
"Gak dong pak"
"Yaudah pergi sana" suruh Dashel.
"Assalamualaikum" pamit charin.
"Waalaikumsalam" jawab dashel. Lalu kembali melajukan mobilnya untuk kembali ke rumah.
___________________
"Ven. Kenapa sih Lo?" Tanya charin ketika sudah sampai di rumah vene. Dari tadi Vena tidak seceria biasanya.
"Gue putus ege...... Huaaaaa" jawab Vena.
Lalu menangis kejer Dangan mata yang mulai mengeluarkan air mata.
"Lah lah? Yang virtual itu??" Tanya charin dengan ekspresi wajah kaget.
__ADS_1
"Iyaaaa"
"Sukurin hahaaha" ejek charin.
"Lo ya.. temen lagi sad malah diketawain"
"Yaa sorry gue reflek"
"Eman temen gak ada akhlak"
"Yaudah lah gak usah sedih"
"Gimana gak sedih coba!! Masa, pacar eh.. mantan pacar gue, dia selingkuh dari gue huaaaa..... Lebih parahnya lagi selingkuhannya cowokkkkkk!!!" Ucap vena dengan nada sarkas
"Astaghfirullah, lah jadi homo dong?!" Tanya charin.
"Iya lah. Mana selingkuhannya cakep lagi"
"Sayang banget gak sih, cakep cakep tapi belok?!"ucap charin.
"Katanya juga Yee.. dia sama selingkuhannya tidur bareng, terus gk pakai baju lagi?!!" Ucap Vena.
"Lo tau darimana ege?" Tanya charin.
"Gue dikirimin pap, dia lagi itu... Sama selingkuhannya. Dan di cuma bilang ' sorry gue udah merawanin orang, dan gue harus tanggung jawab' gitu masa?!"
"Lah rada rada dia! Masa laki merawanin laki sih. Udah paling bener Lo putusin dia" saran charin.
"Tapi sedih gue Rin" ucap Vena dengan tangan yang mengusap jejak air mata yang ada di pipinya.
"Lo masih ada foto yang dia kirimin?" Tanya charin penasaran.
"Ada belum gue hapus"
"Coba liat"
"Telanjang dad kan?? Gak masalah, coba liat?"
"Telanjang bulat ege"
"Astaghfirullah. Gak gak, gak jadi" ucap charin. Jujur hatinya diliputi rasa bersalah. Gimana kalo dia liat foto itu??? Wah sudah tidak perawan lagi matanya. Milik suaminya aja belom liat.. eheheh.
"Tapi kayaknya Gue harus cari pacar lagi!!!" Tegas Vena.
"Lo baru putus ege. Masa mau cari baru?"
"Yaa harus lah"
"Yaa terserah Lo aja" ucap charin pasrah.
"Lo ada temen cowok gak Rin?" Tanya Vena dengan mata yang berbinar binar. Dih sok imut.... Canda imut.
"Ada sih...emang kenapa?"
"Jodohin gua dong"ucap Vena.
"Yaallah astaghfirullah. Beneran Lo mau"
"Iyaaa pengen cepet move on gue!"
"Yaudah ikut gue ke markas!" Ucap charin.
"Ngapain?" Tanya Vena.
__ADS_1
"Ceri cowok! Nanti Lo bisa milih sendiri disana"
"Good gak orangnya?" Tanya Vena.
"Yaudah makanya liat sendiri. Cepet Lo siap siap!"
___________
Mereka berangkat menggunakan mobil milik Vena yang berwarna hitam.
"Markasnya yang mana rin?" Tanya Vena ketika ia melihat rumah yang besar.
"Ya ini lah"
"Ini markas atau rumah orang sih?!" Tanya Vena lagi dengan nada yang sedikit sarkas.
"Udah cepet turun!" Suruh charin lalu membuka pintu mobil dan bejalan memasuki gerbang markas jangan lupakan Vena yang juga mengikuti charin dari belakang.
Charin membuka pintu utam markas dan disambut dengan pemandangan yang ia lihat beberapa hari lalu. Yaitu, pemandangan anggota geng yang sedang berkumpul.
"Loh rin!? Kesini lagi?" Tanya arka yang kebetulan sedang melihat pintu yang dibuka.
"Iya" jawab charin.
"Yaudah sini duduk! Eh.. temen mu?" Tanya Arga ketika ia melihat Vena yang ada di belakang charin.
"Iya namanya vena. mau cari pacar katanya, jadi gue ajak aja kesini" jawab charin.
"Husss" tegur Vena yang merasa malu. Bagaimana tidak, charin berbicara dengan sangat jujur dihadapan orang yang gantengnya kelewatan.
"Yaudah sini sini ngumpul" suruh Aksa.
"Rin gila ganteng ganteng banget!" Bisik Vena kepada charin.
"Iya. Nanti Lo tinggal pilih" ucap charin "kalo ada yang mau sih sama lo" lanjutnya.
"Pasti ada yang mau lah"
Mereka berdua bergabung bersama anggota yang lain dan mengobrol bersama. Beberapa menit kemudian terdapat suara pintu terbuka dan menampilkan sosok arga.
"Woi ada charin nih" ucap Arga lalu berjalan mendekati charin.
"Lah ini siapa lagi?" Tanya Arga.
"Temen gue" jawab charin.
"Hai gue Vena" ucap Vena malu malu dan menyodorkan tangannya kearah Arga.
"Dih sokap" ucap Arga lalu pergi meninggalkan charin dan Vena yang masih dengan tanganya yang terangkat. Mendapatkan sikap seperti itu, tiba tiba wajah Vena yang awalnya senyum manis menjadi senyum kecut.
Sementara charin berusaha menahan tawanya. Jujur melihat Vena yang dicampakkan begitu saja sangat membuatnya ingin ketawa terbahak bahak.
"Apa Lo" ucap Vena sinis dan ketus.
"Gak" jawab charin yang masih menahan tawa.
"Gue dicuekin nj*r"
"Hahahahahahaha, kasian bet lu" ejek charin.
"Gak papa Arga emang songong" ucap Aksa.
"Gak jangan percaya gue orangnya ramah kok" ucap Arga yang berjalan dari dapur dengan air putih yang ada di tanganya.
__ADS_1
"Iya RAMAH LINGKUNGAN YANG PENUH SAMPAH"
________________