my only love (dacha)

my only love (dacha)
12


__ADS_3

Setiap bab up kalo udah tembus 10 view, kalo belum 10 view gak Bakan up bab baru.



*****************🕊️


Dalam perjalan pulang mereka hanya diam, tidak ada yang memulai pembicaraan sama sekali.


"Kita ke mall dulu" yahh itu adalah ucapan Dashel yang membuat charin menoleh kearahnya dan memanggut manggutkan kepalanya.


Mobil Dashel sudah dalam parkiran mall, mall itu adalah mall terbesar di kota ini. Dashel berjalan masuk dan diikuti charin di belakangnya.


Jujur Sepanjangan ia hidup ia tidak pernah ke mall ini, disini banyak toko toko bermerek yang tentunya mahal harganya.


Dashel yang berjalan duluan pun berhenti disalah satu toko kerudung. Charin yang mengikuti Dashel itu pun masuk kedalam, setelah itu ia melirik kearah Dashel, wah betapa kagetnya ia melihat wajah dashel.


Bayangkan jika anda melirik ke seseorang dan seseorang itu sedang melotot ke arah mu, yaaaa itu lah yang dirasakan oleh charin. Walaupun Dashel tampan, ia juga manusia yang bisa kaget kapan saja.


"Nga-ngapain pak?" Tanya charin gugup.


"Pilih pilih saja kerudung yang kamu mau" ucap Dashel.


"Ngapain beli kerudung pak? Saya sudah punya kerudung, nih" ucap charin sambil memegang kerudung yang ia pakai.


"Kamu hanya punya 3 kerudung. Cepetan pilih" ucap Dashel.


Charin hanya mengangguk kan kepalanya dan melihat sekeliling toko. Penglihatan nya tertuju oleh sebuah baju tunik yang digantung. baju itu sangat bagus, warnanya juga sesuai dengan warna kesukaan charin yaitu ungu muda.


Setelah melihat baju itu ia langsung melihat Dashel dengan senyuman yang lebar hingga memperlihatkan deretan gigi putihnya.


"Boleh?" Tanya charin yang masih tersenyum lebar.


Dashel yang sedari tadi melihat arah tatapan charin pun mengerti dengan maksud sang istri.


"Ambillah semua yang kamu mau" ucap Dashel.


Mendengar ucapan dari sang suami, ia langsung berjalan dan mengambil tunik itu dan beberapa pakaian yang lain, kalo ditotal mungkin Adah 14 baju?, Oh tak lopa juga kerudung dengan berbagai warna dan model seperti, kerudung pashmina, kerudung segiempat, dan kerudung instan.


Dashel yang melihat istrinya yang memilih-milih dengan gesit pun hanya menggelengkan kepalanya dan tersenyum tipis.


Setelah selesai memilih milih charin dan Dashel pun membayar di kasir.


"Totalnya 16.307.000 pak" ucap kasir perempuan sambil tersenyum manis menatap kearah Dashel. Charin yang melihat senyuman dari kasir itu pun hanya membatin ' heleh, ketara nih senyum senyum pelakor '.


Dashel mengeluarkan kartu berwarna hitamnya dan diserahkan ke kasih perempuan itu.


************🕊️


Mungkin karena charin kecapean ia langsung mengajak Dashel untuk mencari makan di restoran yang ada di mall itu. Dashel pun berjalan menuju restoran yang cukup ramai. restoran itu seperti restoran barat, makanan yang dihidangkan juga tidak ada Indonesia-indonesia nya. Sebagai ekhmmm.... warga negara Indonesia yang setia, charin langsung menarik tangan Dashel, Dashel yang merasa tangannya ditarik pun memberhentikan jalannya.

__ADS_1


"Pindah resto aja yuk" ajak charin.


"Kenapa?"


"Gak suka disini" mendengar ucapan charin, Dashel hanya mengerutkan keningnya.


"Resto lokal aja... Yah?"


"Mmmmmh"


Mereka berjalan ke restoran lain yang bersifat lokal. Mereka duduk di meja yang kosong dan memesan makanan dan minuman.


Dashel memesan nasi goreng udang dan minuman jus jeruk. Sedangkan charin ia memesan bakso beranak dan mie ayam, entah lah perut charin terbuat dari apa. Walau charin memiliki badan yang mungil makanan yang ia makan sangat banyak. Oh jangan lupakan minuman jus alpukat dan jus jeruk. (Charin : mumpung dibayarin).


Apakah kalian mengira bahwa makanan charin tidak habis?? Oh tentu tidak. Charin makan dengan sangat lahap bahkan, makanan yang ia makan habisnya duluan dari pada Dashel yang hanya memesan nasi goreng. Yang lebih parahnya....


"Gak habis?" Tanya charin yang melihat isi piring Dashel yang masih terdapat nasi goreng.


"Minta?" Tanya Dashel.


"Boleh?" Bukanya menjawab charin malah bertanya, dan mendapat anggukan dari Dashel.


Dengan cepat charin mengambil piring nasi goreng itu dan menyantapnya sampai habis. Dashel yang melihat istrinya sangat doyan makan itu hanya menggelengkan kepalanya dan tersenyum manis.


"Eh charin lu disini?" Suara itu adalah suara yang sama dengan yang charin dengar ketika ia berbicara dengan Vena. Charin mendongak menatap ke sumber suara. Oh ternyata memang Vena.


"Eh cowo lu?. Katanya tadi gk punya cowo, boong lu ya?" Tanya Vena.


"Bo'ong lu yah. Nih belanjaan siapa?" Tanya Vena.


" Eh itu belanjaan nya si bos, Iyah buat istrinya" jawab charin dengan senyum gugupnya.


Dashel yang mendengar percakapan dua perempuan itu hanya diam dengan meminum sisa minumannya. Setelah habis ia beranjak pergi meninggalkan charin dan Vena. Ia menuju kasir dan membayar pesananya.


Sementara itu Vena yang kepo pun langsung duduk di sebelah charin dan melanjutkan bertanya.


"Eh, kek Bernah liat dia deh tapi dimana yaa? Dah lah lupa" Ucap Vena" ngomong ngomong bos lu ganteng bet dah" lanjutnya.


"B aja"


"Dah punya istri dia?"


"Udah"


"Lah lu disini sama dia ngapain kocak?"


"Lah kan nemenin dia belanja buat istrinya"


"Anj*Ng lu kalo ada keluarga bahkan istrinya ketemu kalian disini, bisa bisa lu difitnah ege. Lu udah kayak pelakor"

__ADS_1


"Biarin"


"Wahhh gak bener nih bocah. Lu mau jadi pelakor hah?"


"Gak lah"


"Tapi gak papa sih jadi pelakor, Mayan tuh bisa diporotin. Ganteng pula"


"Omongan lu" ucap charin sambil menampar pelan bibir Vena, sedangkan Vena hanya cengar cengir.


"Enak gak lu punya bos kayak gitu?"


"B aja"


"Eh lu kerja jadi apa?? Sekretaris??" Tanya Vena.


"Gak. Cuma karyawan biasa"


"Anjir lu cuma karyawan biasa diajak pergi??, Kan biasanya kalo di novel-novel yang diajak pergi sekerasnya." Ucap Vena tidak percaya.


"Sekretaris nya lagi cuti"


"Wah wah, kesempatan nih. Lu gas aja deketin bos lu. Siapa tau bisa jadi istri keduanya"


"Dih ogah"


Setelah membayar Dashel berjalan menuju meja makan yang terdapat charin dan Vena. Lalu ia membawa belanjaan sang istri.


"Pulang! Istri saya sudah menunggu" ucap Dashel dengan nada dinginnya dan berjalan keluar.


"Tuh bos gue dah marah. Yaudah gue duluan" pamit charin ke pada Vena dan buru buru berjalan mengikuti Dashel.


TBC ❤️



_____________________🕊️


Jangan lupa follow ❤️


Tik Tok👇🏼



YouTube👇🏼



Instagram👇🏼

__ADS_1



Syukron❤️


__ADS_2