my only love (dacha)

my only love (dacha)
20


__ADS_3

Atas bujukan dan rayuan charin, akhirnya Dashel mengizinkan charin untuk bertemu dengan temanya. Charin tentu sangat senang walau ia harus ke cafe dengan Dashel yang menemaninya.


Dashel mengizinkan charin untuk bertemu temannya itu tapi ada satu syarat yang harus disetujui oleh charin yaitu, Dashel harus ikut pergi bersamanya dan duduk di meja yang sama dengannya. Mau bagaimana lagi ia harus menyetujui nya agar bisa pergi bersama Vena. Menurutnya 1 Minggu dirumah dan mengurus suaminya tanpa keluar itu, membuatnya bosan.


Charin dan Vena sudah ada di dalam cafe yang mereka datangi pada saat pertama kali bertemu. Charin duduk berhadapan dengan Vena sedang kan Dashel duduk di sebelah charin.


Suasana antara mereka sangatlah sunyi dan hening walaudi cafe itu terdapat musik-musik yang sangat ramai.


"Na. Belum pesen?" Tanya charin memulai obrolan.


"Eh iya lupa" Vena lalu mengangkat tangannya memanggil pelayan di cafe itu. Pelayan pun datang membawa daftar menu yang ada di cafe. Jujur cafe itu berasa restoran.


"Ini daftar menunya kak silahkan dipilih" ucap pelayan lalu memberikan 2 lembar daftar menu kepada Vena dan charin.


"Pak mau yang mana?" Tanya charin lelu memperhatikan daftar menu ke arah Dashel.


"Cappuccino" jawab dashel singkat


"Gak mau sama makanan pak? Dari tadi pagi belum makan loh pak, cuma minum teh doang kan tadi? Makanya sekalian pesen makan!" Mendengar ucapan charin yang begitu perhatian kepada bos nya itu, Vena hanya melongo. 'nih anak tau banget keknya, sampe apa aja Jang dimakan bosnya aja tau' batin Vena.


"Terserah kamu" ucap Dashel.


"Nasi goreng udang mau?" Tanya charin kepada Dashel.


"Jangan, kalo gitu mending makan dirumah"


"Terus apa??.. spaghetti?" Tanya charin lalu di jawab anggukan oleh Dashel.


"Yaudah, spaghetti 2, cappuccino 1, sama jus alpukat sama jus jeruk. Eh ven pesen apa?"


"Samain aja"


"Oke jadi, spaghetti 3, cappuccino 1, jus alpukat 2, sama jus jeruk 2" ucap charin kepada pelayan.


"Eh aku jus jeruk aja" ucap Vena.


"Mohon ditunggu ya....." Ucap pelayan Lalu pergi meninggalkan ketiganya.


"Kenapa gak beli yang banyak? Biar saya yang bayar" Tanya Dashel.


"Yee... Telat pak" ucap charin lalu mendapat tatapan dari dashel.


'sensi banget sih ni orang suami siapa coba?' batin charin. Sementara Vena hanya diam melihat keduanya. 'aneh nih anak pergi bawa bos bikin sungkan aje. Udah tau bosnya ganteng bet' batin Vena.


"Rin aku ke toilet dulu ya" izin Vena dengan mata yang berkedip kearah charin. Charin yang tau maksud dari temanya hanya memanggut manggutkan kepalanya.


Vena berjalan kearah toilet. Sesampainya di toilet ia langsung membuka hpnya


Rin charin


Rin nyusul sini!


Ye Bambang.


Setelah mendapatkan jawaban dari charin ia langsung memasukkan handphonenya kembali kedalam tas.


Sementara charin, ia harus izin terlebih dahulu kepada sang suami.


"Pak izin ke toilet bentar ya?"

__ADS_1


"Mmmh"


___________________🕊️


"Rin lu mau ketemu gue kok pakai bawa bos lu?" Tanya Vena


"Yeeee dianya maksa minta ikut"


"Ya lu cari alesan emang gak bisa?"


"Gak bisa ege. Kalo gue nolak nanti dia mecat gue lagi. Terus gue harus cari kerja dimana lagi? Perindapan?!"


"Ya lu ngomong aja ke gue. Kan bisa diundur"


"Dah lah udah terlanjur. Emang kenapa sih?" Tanya charin.


"Gue mau curhat sama lu, tapi ada bos lu. Mana ganteng lagi kan jadi malu"


"Heleh tumben pake malu"


"Yeeeee lu mah"


"Emang mau cerita apa my sahabat.?.."


"Dah lah kapan kapan aja. Gak mood gue" ucap Vena "eh nanti kita ke mall yuk?" Ajak Vena.


"Sama bos gue?" Tanya charin


"Gak papa nanti suruh nunggu diparkiran aja" jawab Vena.


"Ngawur lu. Itu bos gue, CEO, C-E-O ya masa disuruh nunggu karyawan"


"Yaudah ajak aja"


________________🕊️


Setelah selesai makan mereka keluar. Sampai dimana Vena menyenggol lengan charin dan mengedipkan sebelah matanya.


"Bentar!" Ucap charin lalu menyusul Dashel yang sudah berjalan didepanya.


"Pak" panggil charin. Merasa dipanggil, Dashel langsung membalikkan badannya ke belakang.


"Kenapa?" Tanya Dashel.


"Mau pergi ke mall"


"Sama temen kamu?" Tanya Dashel dan mendapat anggukan dari charin.


"Yaudah saya temenin" ucap Dashel.


"Gak papa nih pak?".


"Iya"


****


Di dalam mobil yang sedang berjalan menyusuri jalanan dengan kecepatan sedang, terdapat Dashel yang sedang menyetir dan dua orang perempuan yang duduk di kursi penumpang. Dua perempuan itu tertawa terbahak bahak, entahlah mereka sedang membahas apa sampai membuat mereka seperti itu.


25 menit berlalu, mobil Dashel akhirnya sudah ada diparkiran mall.

__ADS_1


Kereka bertiga masuk kedalam, Dangan charin dan Vena yang berjalan bergandengan tangan dan Dashel berjalan dibelakang mereka.


Dashel yang melihat kedekatan mereka hanya bisa menghela nafas panjang. Andai saja dirinya yang bergandengan dengan charin.


"Kesini yuk Rin" ajak Vena dengan jari telunjuk yang menunjuk kearah toko tas branded, yang harganya pasti tidak murah. Ya...... Memang Vena bisa dibilang orang yang berkecukupan, apa aja yang ia inginkan pasti ia bisa beli.


Pernah ketika SMP, mereka keluar pergi ke mall bersama, Vena dengan gembira membeli ini itu. Sedangkan charin? Ia hanya bisa melihat lihat tanpa membeli. Miris?? Memang, tapi charin tidak masalah. Charin lebih memilih menabung daripada uangnya dibuat untuk hal-hal yang tidak terlalu penting.


"Ah iyh masuk duluan aja" jawab charin.


"Lah kok gitu ayo masuk ngab" ajak Vena sedikit memaksa.


"Bentar ada urusan sama bos" jawab charin dengan suara yang kecil dan lirih.


"Oh yaudah aing masuk duluan yaa" setelah mengucapkan itu, Vena langsung masuk dan melihat lihat tas yang terpajang rapi.


Sedangkan charin, ia langsung mendekat ke arah Dashel dengan senyum diwajahnya.


"Kenapa gak masuk?" Tanya Dashel.


"Tasnya mahal"


"Kamu lupa pernah belanja sama saya? "


"Gak lah pak, yakali lupa"


"Yaudah masuk saja" ucap Dashel "ketika ada saya, kamu bebas mau beli apa saja, karna nanti saya yang akan membayar belanjaan kamu" lanjutnya menjelaskan.


"Beneran nih pak. Tapi kan itu mahal"


"Apanya yang mahal" ucap Dashel lalu mengeluarkan blackcard dari balik jasnya. "Nih buat belanja"


"Blackcard?" Tanya charin dan mendapat anggukan dari dashel.


"Isinya berapa pak??"


"890 juta" jawab dashel santai.


"Wih. Bapak gak bohong kan?"


"Ngapain saya bohong?"


"Gak ada kartu selain ini?" Tanya charin.


"Ada" jawab dashel lalu mengeluarkan dompet dari celananya. "Nih pilih aja"


Charin kaget sekaget-kagetnya, bagaimana tidak, ia melihat isi dompet suaminya yang dipenuhi oleh kartu hitam.


"Ini sama aja pak"


"Yang isinya paling dikit yang mana?" Tanya charin


"Yang ini" jawab dashel lalu menunjukkan kartu yang pertama kali ia beri ke charin.


"890 juta yang paling sedikit?"


"Iyah. Ini pakai saja, habisin juga tidak apa-apa"


Charin dibuat geleng-geleng kepala oleh sang suami. Ia baru tahu suaminya mempunyai banyak, sangat banyak uang.

__ADS_1


(Enak bgt charin disuruh habisin 890 juta. Kalo aku mah biro-boro, uang 20 ribu aja harus di hemat hemat. Kalo ortu yang kasih harus ada kembalianya, mengsedih)


TBC ❤️


__ADS_2