My Perfect Boyfriend

My Perfect Boyfriend
# 10 curhat (2)


__ADS_3

hening seketika


"jadi apa yang kamu bahas dengan teman mu tadi"


"nggak ada kok mungkin itu hanya perasaan mu saja"gelisah nya


"kalau itu hanya perasaan ku saja kenapa ada tersebut nama ku tadi"


gluk


layla terdiam sambil berkeringat bercampur malu. dia pun pasrah dan menceritakan semua yang terjadi tetapi yang tentang layla suka dengan rafel tentunya tidak dia kasih tau.rafel mendengarkan seluruh cerita layla yang penuh dengan berbagai emosi dengan senyuman.


"hm yah memang kalau itu adalah aku sebagai pria pasti akan sakit. mungkin dia sedang menenangkan pikiran nya di suatu tempat. mungkin beberapa waktu kemudian dia akan kembali berteman dengan mu."


"oh... tapi kalau dia nggak mau berteman dengan ku bagaimana. meskipun aku agak kesal dengan tingkah nya tapi bagaimana pun dia adalah teman ku."


"kalau begitu cobalah terbuka dengan nya. temui dia dan mulai lah pertemanan yang baru."


layla mulai tesenyum dan senang dengan saran dari rafel


"baik lah terima kasih sudah mendengarkan cerita dan memberikan ku saran, fel"



seketika rafel terpesona dengan senyuman nya


" kenapa"


rafel pun tersadar dari lamunannya


" ah nggak. nggak apa kok. cuma merasa layla kalau tersenyum ternyata cantik ya. dan ada crim di dekat bibir mu"

__ADS_1


seketika muka layla langsung memerah. dia pun segera membersihkan mulut nya dan menutup muka nya dengan kedua tangan dan menunduk ke bawah


"hh canda kok kalau begitu aku lanjut kerja dulu ya"


"o-oh kalau begitu aku pergi lagi"


layla pun membayar pesanan nya dan keluar


"bye"


" bye"


kring ring


layla secepat nya meninggal kan caffe dan segera kembali ke rumah. lagian hari sudah senja. layla mengambil hp nya dan menelpon mey


~inilah cinta cerita kita seperti bulan dan bintang~


hp mey berbunyi. dia segera mengangkat telpon dari orang yang menelpon nya tanpa melihat siapa yang menelponnya


"hallo hallo!!. kenapa tadi kamu meninggalkanku sendiri"


"eh rupanya gadis yang menemukan musim seminya toh. kemapa bukan nya kamu seneng"


layla terdiam


"hoho, sudah lah tidak perlu ditutup tutupi lagi. lagian aku sudah tau siapa yang kamu suka. rafel pasti"


"a-apa. dari mana kamu tau"


ah berarti aku benar ya. padahal aku cuma menebak. tapi tidak disangka benar"

__ADS_1


pipi layla langsung memerah


"meyy"


"hahaha habis dilihat dari tingkah mu tadi sangat jelas dong kalau kamu suka sama dia. jadi apa aja yang kamu lakukan tadi dengan nya di caffe."kata


mey sambil menggombal layla


"huh nggak ada. cuma menceritakan apa yang sedang terjadi dengan aku. bahkan dia memberi saran ke aku untuk baikan dengan bony."


"hm lalu"


"kami ngobrol berbagai macam. bahkan aku sempat malu hanya karna setitik crim di dekat mulut ku"


" hahaha kamu tampak senang ya. aku turut senang."


bagi mey, layla sangat susah untuk mencari kesenangan. semenjak kepergian orang tua nya dihari itu dia tidak tau harus bagaimana.


"sungguh aku sangat senang kamu senang lay" ucap mey dengan senyuman manis di balik telpon nya


"wkwk terima kasih. kalau begitu aku tutup ya sudahh malam."


" hm mimpi indah lay. bye"


" bye"


"ok layla sekarang kamu hanya perlu memikirkan cara agar bony mau berbicara dengan ku."


"huam"


mending aku tidur . selamat malam dunia~~~

__ADS_1


♧****bersambung♧


terimakasih sudah membaca. jangan lupa komentar dan voting nya ya kakak ^ ^


__ADS_2