My Perfect Boyfriend

My Perfect Boyfriend
# 14 perasaan yang sama


__ADS_3

tak lama kemudian rafel selesai dengan lagu nya. skor nya langsung keluar dari layar dengan nilai yang tinggi yaitu 96.


"em itu aku dah siap nyanyi nya"


mereka bertiga pun terbangun dari lamunan nya.


"o-oh lumayan"


"waw suara mu sangat merdu. bahkan nilainya pun hampir sempurna. pantas banyak cewek yang suka dengan mu. tingg, pintar masak, suara merdu, baik hati, dan... lumayan tampan"


mendengar ucapan mey, layla dengan cepat mengangguk angguk benar. sementara bony terdiam seribu bahasa tak percaya.


"ahahahaha biasa aja tuh. di banding aku, masi ada yang lebih baik"


dengan cepat layla berkata sambil berdiri


"tidak kok, kamu lebih baik dari yang lain"


......


seketika semua terdiam. layla tidak sadar dengan apa yang dia katakan


"hoho apa maksud perkataan mu"


mey senyum senyum sambil mengenggol ngenggol layla


"apa nya yang..... tunggu apa yang barusan aku bilang... aaaaa"


layla dengan cepat lari meninggalkan ruangan dengan malu. seketika bony dan mey mulai bertatapan ibarat sedang berkomunikasi dengan pikiran


"*bagaimana menurut mu. dia jelas sekali sangat menyukai rafel"


"yah gua tau lagian gua dah melepas layla kok"


"hoho kalau begitu bantu aku"


"sip*"


kemudian mereka saling mengangguk angguk mengerti dengan jalan pikiran mereka. kemudian bony memegang bahu rafel


"apa yang lo lakukan. nggak dikejar kalau nggak biar gua aja yang pergi"


" aku tau "

__ADS_1


"kalau begitu cepatlah pergi kampret"


"hehehe"


kemudian dia pergi mengejar layla. bony dan mey kemudian memberikan jempol ke rafel


"semangat ya. kalau berhasil jangan lupa pajak nya"


tak lama dia meninggalkan ruangan. tinggal lah mereka berdua


"yakin nih"


"ya."


"serius??"


"serius"


"kalau masih belum rela aku bisa kok jadian sama kamu"


mey menggoda bony tujuan menghibur bony


"apaan sih"


"cabut yok. lagian jam kita juga dah siap"


"sip komandan"


"oh ya tentang ucapan lo tadi, bisa gua pertimbangkan loh"


bony senyum sambil mrninggalkan ruangan


"e-ehhh. bohong"


di sisi lain


rafel sibuk mencari layla kesana kemari. tak lama kemudian dia melihat sosok bayang dari balik tembok. dia pun segera kesana dan melihat layla sedang duduk dengan kaki terlipat menutupi muka nya


"hei, apa yang kamu lakukan disini. nggak kedinginan tuh duduk di sana"


layla terkejut mendengar suara nya. tapi dia tetap tidak melihat ke arah nya.


"biarin"

__ADS_1


lalu rafel membuka jaket nya dan memasangkan ke kepala dan punggung layla agar tidak kedinginan dan duduk disamping nya


"hm.. makasih"


"hehe jadi emang nya kenapa kamu lari kesini. padahal yang kamu katakan itu sering sekali aku dengar oleh orang lain."


"mm aku.. hanya merasa malu saja"


"kenapa. kan kamu hanya mengatakan yang menurut pandangan mu saja."


"soal nya... sangat lucu jika aku tiba tiba keceplosan seperti itu"


" nggak apa kok. nggak ada yang lucu"


layla pun diam. lalu dia menarik baju rafel


"hei kenapa "


"itu. a-aku...."


"aku kenapa"


"aku menyukaimu"


terdengar suara halus kecil nan imut terdengar di telinga rafel. dia mulai tersipu begitu juga dengan layla. dia hanya bisa menutup muka nya


"*kyaa aku mengatakan nya. aku mengatakan nya. tapi bagai mana dengan respon nya."


"uwa muka tampak terkejut tersipu*"


"yah itu sedikit bermasalah"


"hah??"


"seharus nya cowok duluan yang menyatakan bukan cewek"


"hah maksud nya


"jadi.. aku juga menyukai mu saat pertama kali bertemu"


"eh... ehhhhhhhh?!! bohong"


***bersambung***

__ADS_1


terima kasih sudah membaca. baca terus kelanjutan nya ya. jangan lupa komen like dan votee nya ya ^ ^


__ADS_2