My Perfect Boyfriend

My Perfect Boyfriend
# 2 dibawah sinar bulan


__ADS_3

"nga-ngapin kalian" tanya layla dengan gugup. seluruh kaki nya gemetar."cantik main yok sama kita kita. dijamin seru kok" ucap salah satu pria yang sambil mendekat ke arah layla. layla hanya bisa mundur dan sialnya jalan nya tertahan oleh dinding di salh satu gang kecil. "lepaskan aku" teriak layla." eh lihat men, dia gemetaran. tenang cantik nggak sakit kok" ucap pria yang lain nya.


karna saking takut nya, layla langsung memukul salah satu dari preman itu menggunakan tas nya.


"cihh. lu jadi cewek itu yang nurut dong" kata preman yang terkena pukulan tas dengan tegas.


"toolongg too-" belum selesai dia berteriak salah satu pria itu langsung nenutup mulut layla dengan tangan nya.layla berusaha melawan tapi tenaganya tidak cukup.


disaat itu, terdapat seorang laki laki yang memegang pundak salah seorang preman itu. saat perman itu menoleh kebelakang tanpa basa basi pria itu langsung melemparkan pukulan nya ke wajah preman itu.


bruk


preman itu pun langsung jatuh pingsan.


"woi, siapa lu" tegas preman yang lain. dengan cepat pria itu langsung melemparkan pukulan nya yang ke dua kearah perut preman itu. " aduhhh mama sakittt" jerit si preman


"woi jadi laki kok cemen ah payah" ucap preman yang terakhir ke preman lain. "siapa lu, berani nya menggaduh kesenangan gua"." terima ini" jerit si preman sambil melemparkan pukulannya.

__ADS_1


"gawat awasss" ucap layla dalam benak nya. layla ingin berkata tapi dia tidak ada tenaga karna terlalu pusing.


pria itu pun mengelak dan langsung memberi balasan berupa tendangan samping. ke tiga preman itu pun berdiri menjauh"kali ini gua biarin lo, awas lo" mereka pun pergi meninggalkan mereka berdua.


"kamu tak apa" tanya pria itu ke layla. layla berusaha berdiri "aku tidak apa. terima kasih sudah menolong ku" ucap layla sambil tersenyum


"baguslah kalau begitu" kata pria itu dengan sedikit senyuman. saat itu bulan sudah berada dilangit. ia mulai menyinari kami berdua dan disanalah layla melihat sosok pria itu. begitu sinar bulan mengenai wajah nya layla langsung tau bahwa pria yang menyelamatinya adalah sosok pelayan caffe yang sedang populer dikalangan cewek.



"namaku Rafel " kata rafel sambil menjabat tangan. layla pun membalas jabatan tangan nya"namaku layla "


muka layla langsung memerah.


"kamu nggak apa apa" tanya rafel. layla langsung bangkit " a-aku nggak apa apa kok tenang aja" jawab layla gugup. "karna sudah malam aku pulang dulu ya, bye" kata layla sambil melambaikan tangan "ok bye" jawab rafel. kami pun langsung bertukar arah menuju rumah masing masing."aduh layla kamu sangat memalukan. masa muka kamu langsung memerah begitu ditangkap" ucap layla dalam hati "bodo ah mending pulang."


sesampainya di rumah.

__ADS_1


"aku pulang" kata layla. meskipun dia tau nggak akan ada yang menjawab salam nya tapi dia tetap mengucapkan nya.


kring kring kring


layla langsung melihat ke layar hp nya. ternyata sudah 20 kali panggilan dari temanya mey. layla pun langsung menjawab telpon dari mey


"hallo?" "LAYLAAA?!!!"teriak mey yang bahkan mungkin bisa membuat telinga layla sakit " kamu kenapa nggak angkat telponku dari tadi?! aku kan cemas"


"iya sorry tadi nggak kedengeran"


"huh" jawab mey. "aku sudah di rumah jadi aku tutup ya telpon nya. BTW besok pas di kuliah ada yang mau aku omong" kata layla sambil duduk diatas kasur nya. "ok kalau begitu good night" ucap mey " night" jawab layla pendek


huff...akhirnya bisa tidur juga. hari ini banyak sekali kejadian sial nya menimpaku. lebih baik aku lupakan saja melalui mimpi indah


ucap layla didalam benak nya. dia pun segera menutup matanya dan mulai tidur diiringi dengan mimpi indah


* bersambung* ^ ^

__ADS_1


terima kasih sudah membaca jangan lupa di like dan diberi tips serta vote nya ya kakak kakak ^&^


__ADS_2