
hari ini pun berjalan seperti biasa. saking biasa nya sampai sampai layla dan dua sahabatnya melupakan sesuatu yang sangat penting. yah itulah dia, yaitu ujian bulanan. berbeda dengan universitas lain, di sini setiap bulan nya akan melakukan ujian untuk meningkatkan kualitas belajar dan nilai para mahasiswa agar memiliki peluang untuk masuk ke perusahaan yang menurut mereka terbaik dan terkenal.
"matilah, gua nggak nyangka hari ini datang juga" panik bony sambil memegang kepalanya."hahhhh" mey hanya bisa menghelakan nafas nya dalam dalam. " apaboleh buat, kan kita sendiri yang memilih kampus ini. yah dicoba aja dulu. tau tau nanti dapat keberuntungan " ucap layla menghibur.
"tidak bisa?! kalau hanya mengharapkan keberuntungan maka aku akan tidak lulus. soal nya aku sangat tidak baik dalam keberuntungan. terakhir saat ujian di sma saja aku nyaris hampir gagal"
" terus kita harus apa coba "
"begini, gimana kalau nanti pulang dari kampus kita pergi ke perpustakaan umum " ajak layla.
"kenapa harus umum? kan bisa di perpus kampus."
" yah, aku hanya merasa kalau di perpustakaan umum mungkin akan sedikit membawa keberuntungan." jawab nya dengan sedikit tersenyum.
"ok kita akan pergi nanti"
"ehhh tunggu dulu!? aku harus meminta izin dulu ke boss ku di caffe. nanti dikirain lagi aku bolos" sela layla.
" ok ".
kringgg~~~~
" hallo" tanya pak wendy. " ah hallo bos. maaf bos tapi aku boleh nggak cuti kerja hari ini. soalnya aku ingin pergi ke perpustakaan, belajar ujian bulanan besok"
__ADS_1
"boleh, tapi--" belum selesai berbicara layla langsung gembira.
" ok pak terima kasih sudah memberi izin"
"tapi -"tunt tunt tunt. telpon nya di matikan." yah seperti nya aku harus bekerja sendiri. huff" hela pak wendy.
"ok aku sudah dapat izin."
" bagus lah, nanti kita ketemuan di taman"
" sip" merekapun mulai meninggalkan tempat dan masuk ke kelas masing masing
kriinngggg
bel telah berbunyi. merekapun berkumpul di taman
perpustakaan umum
sesampainya disana mereka mulai mencari buku yang sesuai dengan materi ujian dan berkumpul di meja panjang untuk membaca nya." ehh tunggu!? kayak nya aku kekurangan satu buku lagi.aku akan mencarinya" ucap layla sambil menuju ke rak rak nomor 50.
"akh, kenapa tinggi banget sih. ini malas nya aku kalau jadi cewek pendek" ucap nya sambil berusaha mengambil buku dengan menjinjitkan kaki nya.
disaat layla sedang mengomel ngomel tiba tiba terdapat seseorang di belakang nya dan mengambil buku itu.
__ADS_1
"ini." pria itu memberikan nya ke layla.
layla pun membalikkan badan nya
"ah terima ka-"belum sampai bicara dia langsung kaget saat melihat ke wajah pria yang sedang tersenyum itu.
"ra-rafell?!!" kaget nya
rafel hanya tertawa kecil sambil tersenyum melihat wajah rekan kerjanya yang terlihat memerah karna malu.
"aku tidak menyangka kamu begitu rendah" ejek nya
"berhenti menertawakan ku." ketus layla.
" apa yang kamu lakukan disini. bukan nya kerja."
"aku sudah mendapat izin dari bos. kamu sendiri kenapa disini bukannya kerja" tanya nya balik
" apalagi kalau bukan membaca buku"
"ya ya ya". mereka berbincang dengan senang. sementara disisi lain, bony melihat mereka dengan rasa sakit.
__ADS_1
☆ bersambung ☆
~ terima kasih sudah membaca. jangan lupa komentar, like dan voting nya ya kakak ~ ^ ^