My Perfect Boyfriend

My Perfect Boyfriend
# 9 curhat (1)


__ADS_3

Beberapa hari kemudian


layla melanjutkan hari hari biasa nya. tapi selama beberapa hari ini agak berbeda. karna selama itu layla dan bony sama sekali nggak ada bertemu atau pun berbicara karna masih merasa canggung akan kejadian kemaren.


layla juga melakukan pekerjaan nya di caffe dengan biasa. " layla besok kamu bisa cuti ( libur ) karna kinerja mu sangat bagus "


" ahh baik boss. terima kasih"


universitas


"hmm"


" kenapa mey"


" sebenarnya kamu dengan bony ada masalah apa sih. kok tumben ndak pernah ngobrol."


mendengar apa yang dikatakan mey, layla pun teringat dengan kejadian itu.


" yah itu dia masalah nya"


mey hanya melamun bingung tidak mengerti


"nanti aku kasih tau."


" kalau begitu di caffe ya"


" yah mumpung sekarang aku libur kerja".


beberapa saat kemudian bel berbunyi. semuanya meninggalkan kelas. begitu pula dengan layla karna janji nya dengan mey dan bertemu di depan. mereka pun lanjut berjalan ke arah caffe.


Kring


"selamat datang. ah hari ini kok datang. bukan nya lagi berlibur"


"yah hari ini aku kesini bukan sebagai pelayan tapi sebagai pengunjung"


mereka pun menuju ke meja dan memesan makanan dan minuman. mey dan layla sedikit terpesona saat rafel sedang mengaduk kopi karna senyuman nya.

__ADS_1



"silahkan di nikmati"


" terima kasih"


"ok. kembali ke topik awal, jadi bisakah kamu serius sedikit mey"


" ya yah aku dengerin kok. lagian emang nya itu penting apa"


layla terdiam sejenak


"ok ok coba kamu beritau aku apa yang mengganggu pikiran mu selama beberapa hari ini"


"em ah itu aku"


"apasih yang jelas dong. kamu apa"


" malam itu a-aku....... bony menyatakan perasaan nya ke aku"


.......


APA?!!!"


mey terkejut dan berteriak sambil berdiri dari tempat duduk nya. semua orang yang ditempat terkejut dan melihat ke arah sumber suara yang mengejutkan mereka.


"mohon maaf sebesar besar nya karna sudah membuat keributan"


ucap layla dan mey membungkuk. mereka pun kembali duduk dan suasana kembali tenang.


"lihat apa yang sudah kamu perbuat"


"wkwkwk maaf maaff. tapi aku sungguh tak percaya ternyata dia benar benar menembak mu"


"tunggu apa maksud perkataan itu"


"yah sebenarnya aku sudah lama tau kalau bony suka sama kamu. sangat mudah mengetahui nya melalui ekspresi dan tingkah laku nya"

__ADS_1


layla hanya terdiam mendengarkan.kemudian layla melanjutkan bercerita sedetil detil nya. tapi dia tidak memberi tau tentang orang yang dia sukai.


"hmm jadi kamu menolak nya"


"yah"


"jadi"


"hm??"


"jadi siapa orang yang kamu sukai sampai sampai bony tidak mau berbicara dengan mu. aku tau sifat bony. jika hanya sekedar pertemanan dia pasti tidak akan menjauhi mu. pasti ada orang lain kan."


sekejap layla terdiam dan perlahan seluruh mukanya memerah tersipu malu.


"kamu sakit ya". tiba tiba rafel muncul dari belakang layla. dia pun langsung memerah sampai mengeluarkan asap di kepalanya


"ng-nggak kok"


"oh ya tapi kok mukanya merah". rafel melihat nya dengan sangat dekat hingga mata layla mulai berputar putar.


melihat tingkah layla dia langsung tau kalau layla menyukai rafel


"oh ho" tawa mey seperti orang licik


" ke-kenapa "


"hm nggak ada lanjutkan aja ngobrol nya. btw aku pulang dulu ya ada urusan" kata mey sambil membayar dan segera pergi dengan tawa nya


"ehh tu-tunggu"


kring


mey sudah meninggal kan caffe dan tinggal mereka berdua.


♣bersambung♣


terimakasih sudah membaca. jangan lupa komentar dan voting nya ya kakak kakak ^ ^

__ADS_1


__ADS_2