My Perfect Boyfriend

My Perfect Boyfriend
# 17 trauma


__ADS_3

tampak senang sambil


memakan crape mereka jalan jalan sesana kemari dengan meria. mereka juga mencoba wahana cangkir berputar dan kincir roda.


sedangkan mey dan bony sedang senang menaiki wahana yang terbilang extrem seperti roll coaster, roda maut, kapal bajak laut dan lain nya.


"ahh hari ini senang sekali, saking senang nya sampai capek"


" gimana kalau kita duduk dulu di situ"


" ok "


mereka duduk dibawah pohon dekat taman



" tunggu di sini biar aku beli minuman dlu"


"yah"


tak lama setelah itu rafel kembali dari sebrang jalan sambil berlari membawa 2 kaleng minuman. tak lama kemudian mobil merah melaju dengan cepat ke arah rafel. karna cepat tangkap rafel pun terhindar dari kecelakaan.


"fiuhh hampir aja"


deg deh deg


melihat kejadian tadi mengingatkan layla dengan ayah dan ibu nya dulu


"haha maaf lama,nih"


* terdiam


"layla?"


"ah.. AAAAGGHH?!!!! "


layla teriak dengan kencang sehingga menjadi pusat perhatian


" layla, layla ada apa "


" tidak, tidakkk.. ayah ibu"

__ADS_1


tak lama kemudian mey dan bony bergegas menuju ke arah mereka


" layla, layla tak apa aku disini"


* menangis tersedu sedu


tak lama kemudian kesadaran layla mulai berkurang dan akhirnya pingsan


" ambulan, bony cepat panggil ambulan"


" lagi manggil "


" sebenar nya ada apa ini "


" hiks hiks nanti akan aku beri tau semua nya, sekarang kita harus segera ke rumah sakit "


ambulan pun tiba mereka bergegas memasukkan layla ke dalam mobil dan berangkat menuju rumah sakit


rumah sakit


layla masih dalam keadaan pingsan. mey menemani layla di dalam sementara rafel dan bony menunggu di luar.


" dari mana kau tau "


" ah ternyata benar, seperti kata mey. berbahaya membiarkan nya pergi "


" maksud nya "


" haiss. denger ya layla itu dulu pernah terlibat kecelakaan dan. membuat nya trauma. kejadian nya hampir sama dengan yang lo rasain tadi. "


" ah begitu, jadi itu alasan kenapa dia sering melamun sejak aku memberikan tiket itu "


setelah beberapa saat layla pun tersadarkan


" em mey "


mey pun terbangun dari tidur nya


" em layla... layla?!! kau sudah bangun syukurlah "


dengan cepat dia melompat kan diri nya ke pelukan layla

__ADS_1


" huwaa kau tau betapa cemas nya aku saat kau pingsan "


" ahaha maaf sudah membuat mu khawatir "


" hei kalian berdua layla dah bangun "


suara mey yang keras membangunkan mereka berdua dan segera masuk ke ruangan


" hey lo baik baik aja kan, Bagus "


bony melepaskan nafas nya dengan lega dan duduk di kursi.


" kau.. baik baik saja " rafel mulai bertanya dengan nada cemas


" em tak apa "


" kalian ngobrol lah, aku dan bony keluar dulu "


mey menarik lengan bony dan keluar dari rungan, pergi meninggal kan mereka berdua.


" maaf sudah merepotkan mu "


" em nggak apa kok. itu lay, aku sudah dengar dari bony, benar kalau kau trauma "


" em, tapi nggak apa kok bukan salah mu, hanya aku nya aja yang nggak bisa mengontrol emosi "


setelah itu rafel mengangkat tangan nya dan mulai memeluk layla


" e- eh kenapa "


" ma-maaf hanya aku berharap kau cepat sembuh "


* pipi merona


" aha makasih "


{ bersambung }


terima kasih sudah membaca. baca terus kelanjutan nya ya. jangan lupa comen like dan votee nya


(*^_^*) ≧▽≦y *^▁^*

__ADS_1


__ADS_2