My Perfect Boyfriend

My Perfect Boyfriend
# 8 perasaan yang ditolak


__ADS_3

10 menit yang lalu


"kemana si layla, kok ngambil buku aja lama amat"


" ntah lah, paling dia ketemu sesuatu yang menurut nya bagus dan menarik"


" aku akan mencari nya sebentar "


" ohh " ucap mey tidak peduli sambil memainkan hp


"kalau nggak salah tadi dia ke sini. ahh itu dia"


"lay-" deg deg. belum selesai dipanggil hati bony begitu sakit ketika melihat laya tertawa bahagia dan tersenyum lagi dengan cowok yang dia lihat di caffe kemaren. dan lagi, posisi mereka yang begitu dekat sangat membuat nya rasa ingin jatuh.


"ndak bony. gua nggak akan menyerah sampai gua benar benar mendapatkan isi hati nya. meski ada penghalang gua tetap harus berusaha."


bony lalu kembali ke meja semula dan mulai melupakan apa yang dilihat nya. tapi, meski pun niat nya sudah kuat tapi masih juga terpikir.


"kenapa bon, bentuk orang stres yang nggak berhenti kerja aja"


" yah apa yang lo bilang benar. mending lo berhenti main hp dan lanjut baca buku. tadi lo yang ngajak ke sinikan" ketus bony


" iya iya jangan galak dong. kayak habis putus cinta aja ah"

__ADS_1


"heii"


"sstt. di perpus nggak boleh ribut. mending kamu baca aja tu buku"


bony hanya terdiam kesal tidak bisa bicara apa apa. yah wajar karna selama ini yang slalu melawan mey pasti berakhir dengan kesal dan sakit hati karna tingkah dan pekataan nya


"huff. ya yah lo yang menang. gua kan diam membaca". mey hanya tertawa kecil melihat nya.


tidak lama kemudian layla pun datang sendiri." ah sudah datang ya. kok lama banget"


" oh tadi aku ketemu rekan kerja ku. jadi aku ngobrol sebentar"


mereka pun melanjutkan membaca buku. tak terasa sudah jam 8 malam. pengunjung perpustakaan sudah banyak yang pulang. mereka pun segera membereskan barang barang mereka dan bergegas pulang ke rumah.


" nggak apa. aku bisa pulang sendiri"


" denger ya lay, seorang cewek itu nggak boleh pulang sendiri malam malam. nanti diculik lo"


setelah mendengar perkataan mey, layla jadi teringat dengan kejadian malam itu. itu membuat nya bergetar ketakutan.


"lo biar gua antar aja" kata bony senang. layla dengan cepat setuju karna masih takut dengan kejadian yang lalu. mereka berdua mulai berjalan. jalan tampak sepi. suasana terasa canggung. sekali kali bony melirik ke arah layla. begitu layla melihat dia langsung mengalihkan pandangan nya.


" la-lay"

__ADS_1


"apa"


"i itu ada yang mau aku katakan". jantung nya berdebat kencang. layla hanya bingung melihat tingkah bony. bony pun mulai berhenti melangkah. begitu pula layla.dibawah cahaya lampu jalanan bony langsung menatap layla dengan serius


"a-apa"


" gua.....


gua suka sama lo lay" seketika layla membatu. ia tidak menyangka kalau teman yang selalu menjahili nya ternyata menyatakan cinta nya dengan begitu romantis nya


" ma-maaf bon, tapi aku nggak bisa "


"kenapa. apa karna teman kerja kamu"


teriak bony dengan menggenggam layla dengan erat


" ah maaf "


" aku nggak mau pertemanan kita rusak karna hal ini " layla pun pergi meninggal kan bony.


bony hanya berdiri merenung sambil melihat langit dengan tatapan yang begitu menyedihkan. hati nya terasa sakit karna cinta pertama nya yang slalu ia sukai ditolak begitu saja.


◆bersambung◆

__ADS_1


terimakasih sudah membaca. jangan lupa komentar like serta voting nya ya kakak ^ ^


__ADS_2