My Perfect Boyfriend

My Perfect Boyfriend
MPB Bab 23


__ADS_3

Satu minggu berlalu...


Abella melirik jam yang melingkar di. Pergelangan tangannya. Sudah pukul 11 siang, hari ini Satya kembali dari kampung dan sudah diperjalanan menuju kost-annya. Mungkin sebentar lagi akan sampai, dan Abella berencana untuk menemui kekasihnya itu disana.


Selama hampir satu minggu ini pula dia dan sang Papa belum bertegur sapa, apa lagi bertemu. Bramono masih tinggal di apartemen sewaan nya, Alex pun kembali keluar kota untuk menyelesaikan pekerjaannya dan menemui Nindi istrinya.


Dan sekarang hanya ada dirinya di rumah besar itu, hanya ditemani oleh dua orang asisten rumah tangga dan satpam. Cukup sepi, tapi sepertinya itu lebih baik dari pada harus makan hati saat melihat pria yang menyebabkan sang Mama pergi darinya.


Abella menghela napas pelan, dia perlahan mengembangkan senyumannya di depan cermin. Hari ini dia harus terlihat bahagia, tidak menunjukan wajah sendu atau pun sedih pada Satya.


Dengan semangat 45 Abella keluar dari kamar, gadis bergaun biru selutut itu terlihat begitu cantik dan anggun. Dia sudah tidak sabar untuk bertemu dengan kekasihnya yang dirindukan nya selama satu pelan ini.


Perjalanan yang Abella tempuh cukup memakan waktu karena harus menaiki taksi, walaupun di garasi ada mobil dia tidak berani untuk membawanya. Bukan karena tidak bisa menyetir, tapi karena trauma melihat sang Mama yang kecelakaan dulu.


Alhasil mau kemana pun Abella akan lebih memilih memesan taksi, dari pada harus menyetir sendiri- atau menumpang pada Nadira sahabatnya.


"Kita cari toko kue dulu ya, Pak!" pintanya.


"Baik, Mbak!"


Abella mengalihkan tatapannya ke arah jendela, senyuman tipisnya terus saja mengembang- perlahan kedua matanya menatap layar ponselnya yang menyala. Belum ada kabar dari Satya, tapi dia yakin kalau pria itu sudah berada di kota ini.

__ADS_1


Tidak lama taksi yang di tumpangi nya berhenti disalah satu toko kue, dia berencana membeli beberapa cake dan donat yang akan menjadi buah tangannya. Abella membelikan cake kesukaan kekasihnya sebagai sambutan atas kedatangan pria itu.


Tidak memakan waktu lama gadis itu kembali keluar, senyumannya semakin mengembang saat dua tangannya membawa dua paper bag berisikan benda yang dia inginkan.


"Satya pasti udah sampai." gumamnya.


Kedua kaki jenjangnya melangkah cepat menuju taksi. Dia sudah tidak sabaran untuk bertemu dengan sang kekasih, satu minggu- rasanya sudah lama sekali mereka berpisah.


💖


💖


💖


Senyumannya kian melebar saat melihat pintu kost-an Satya kian terlihat, Abella juga sesekali tersenyum pada orang orang yang dilewatinya.


Dan sekarang akhirnya Abella sampai di depan pintu kost Satya, dengan tidak sabaran gadis itu mengetuk pintu cukup keras. Beberapa kali, Abella masih terlihat santai- hingga akhirnya dia tidak sabaran dan berinisiatif membukanya.


"Pit, aku bawain kamu-,"


Suara Abella tertahan saat kedua matanya melihat seorang gadis baru saja keluar dari kamar Satya. Abella tercengang hebat, kedua matanya menatap tajam pada gadis asing itu.

__ADS_1


"Heh, kenapa kamu masuk tanpa izin?! Kamu siapa? Kenapa-,"


"By!"


Suara seorang pria dari arah luar membuat gadis asing itu menghentikan ucapannya, Abella pun reflek menoleh dan menatap lekat pada pria yang terlihat ngos ngosan seakan baru saja berlari kencang.


"Ini, cewek ini masuk tanpa izin ke kost-an Mas Nic-,"


"Kamu gak bilang mau kesini?" Satya menyela cepat, dia segera mendekat pada Abella- tapi langkahnya terhenti saat melihat gadis itu melangkah mundur menjauhinya.


"Mas Nicho, aku udah siapin-,"


"Kost-an kamu enggak jauh dari sini, Rin. Aku udah bilang sama ibu kostnya kalau kamu bakalan langsung pindah hari ini, jadi beresin barang barang kamu nanti aku antar ke kost-an!"


Satya menyela cepat, tapi kedua matanya menatap penuh kerinduan pada gadis yang saat ini masih terdiam ditempatnya.


"Tapi Ibu kan udah nitipin aku sama Mas Nicho disini, jadi harusnya-,"


"Ririn, tolong jangan buat masalah! Aku cuma bantu kamu masuk ke kampus dan nyari kost-an buat kamu disini, enggak lebih!" tukasnya tajam.


__ADS_1


__ADS_2