
"jadi.. aku juga menyukai mu saat pertama kali bertemu"
yah itulah kalimat yang didengar layla. hati berdetak dengan kencang. tak tau mau menggunakan tampang apa untuk melihat wajah nya. dia serius menyatakan perasaan nya.
"maaf, mungkin sedikit memalukan"
pipi dan telinga rafel memerah. itu terlihat sangat imut.
"ah lucu nya"
"nggak, nggak kok. aku hanya kaget aja. cowok populer di kalangan remaja menyatakan cinta ke aku"
"ahahaha, jadi gimana"
" gimana apa "
" mau nggak jadi pacar aku "
"ee itu em... ya"
"serius"
"ya"
rafel dan layla tampak senang, mereka terdiam sejenak.
"sudah malam, aku antar"
"hm"
mereka pun pulang, rafel mengantarkan layla sampai ke depan rumah nya.
"dah sampai, makasih ya sudah ngantar"
"sama sama, sampai jumpa besok"
"em sampai jumpa"
rafel mulai pergi. meninggalkan rumah layla. dengan cepat layla masuk ke kamar nya dan mengunci rapat-rapat pintu nya. lalu dia membuka watts'up dan menchat mey.
di saat yang sama pula mey sedang online
"**mey"
"yah"
"besok ada yang mau aku bicara kan"
__ADS_1
"sip mumpung pas aku juga ada yang mau aku bicarakan juga**"
besok nya di kampus
"mey"
"layla"
dengan cepat mereka berdua berpelukan dan mulai memanas
"aku tak percaya ini sumpah aku nggak nyangka"
"ehh mending cari tempat dulu. kalau kayak gini enak nya sambil minum dan nyemil"
"kalau gitu di caffe tempat kamu kerja"
"jangan!! jangan disana"
"kenapa? "
layla terdiam dan menarik lengan mey dan mulai berlari menuju atap
"hoho seperti nya terjadi sesuatu"
"yah, aku ditembak"
"apa suara terlalu kecil. nggak denger"
"aku~~"
"aku?? "
"DI TDMBAK SAMA RAFEL"
"aww sakit telinga aku....
apa?!!? "
"ahh. memalukan "
"jadi, kalian dah jadian"
"yah baru tadi malam"
"wow, selamat"
"jadi sekarang kamu lagi. apa yang mau kamu bilang"
__ADS_1
seketika mey terdiam tersipu malu.
"a-apa yang terjadi"
mey menceritakan semua yang terjadi setelah mereka berdua meninggal kan mereka berdua
"wow tak ku sangka bony jadi sedekat itu dengan mu"
"ah sudah lah"
mereka pun berbincang bincang sambil nyemil menikmati jajanan yang mereka beli.
setelah beberapa kali bertemu bony lebih suka ngejahilin mey. mereka tampak akrab dan mulai melakukan pendekatan
tetapi tidak untuk layla. sama sekali tidak ada perubahan. setelah mereka jadian, mereka jarang bertemu dan mengobrol bhkan saat kerja pun hampir tidak pernah bertatapan. paling saat istirahat dan pulang hanya berkata "hai" dan "sampai jumpa"
"hm lama lama aku mulai ragu kami ini pacaran apa nggak sih. bahkan kami belum pernah keluar untuk kencan. hah"
caffe
kringg
"selamat jalan"
caffe mulai tampak kosong. hari inipun pelanggan banyak, baik cewek atau pun cowok. biasa nya cewek yang banyak tapi sekarang sudah banyak pelanggan cowok. mungkin karna paras layla yang cantik dan elegan saat bekerja.
"hari ini pun kerja Bagus semuanya."
"hm"
"hari ini kerja bagus"rafel mulai berbicara dengan layla
"em makasih, kamu juga"
lama kelamaan pak wendy mulai curiga dengan tingkah mereka dan mulai memgajuka pertanyaan yang mengejutkan
"apa kalian pacaran"
"uhuk uhuk"
rafel dengan cepat mengambil minum dan memberikan nya kepada layla
"pak bisa nggak jangan ngagetin"
"kan hanya bertanya, kenapa kaget. atau kalian memang~~"
****BERSAMBUNG**
__ADS_1
terima kasih sudah membaca. baca terus kelanjutan nya ya. jangan lupa coment dan votee nya ya kak
*^▁^* \= ̄ω ̄\= ≧﹏≦**