My Problem Is You

My Problem Is You
Episode 01


__ADS_3

...Cerita ini hanya fiktif belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat kejadian/cerita, itu adalah kebetulan semata & tidak ada unsur kesengajaan...


Mata batin adalah sebuah kemampuan melihat dimensi lain membuat orang awam sulit untuk membedakan dunianya sendiri dengan dunia astral. Sebuah kelebihan yang tidak dimiliki oleh semua orang membuat mereka penasaran akan hal itu. Banyak manusia ingin mempunyai kelebihan tersebut hanya ingin memuaskan rasa penasarannya


Realita tak seindah ekspetasi, mereka yang mempunyai kemampuan supranatural berusaha untuk beradaptasi dengan kelebihan yang mereka miliki. Tak jarang dari mereka terkadang frustasi dengan apa yang telah di berikan oleh Tuhan.


Namun, berbeda dengan seorang siswa dari SMA Tunas Bangsa yang berhasil beradaptasi dengan dunia mereka. Walaupun ia masih mempunyai rasa takut dengan makhluk astral, ia berusaha untuk melawan ketakutan tersebut. Ia selalu mengingat kalau derajat manusia lebih tinggi daripada makhluk astral.


Kehadirannya yang sering ikut campur dengan urusan orang lain membuat keluarganya menjadi di pandang sebelah mata oleh masyarakat setempat. Tak lain, siswa tersebut bernama Alan Alexander Pratama. Ia juga cukup populer di kalangan para siswi akan kepintaran dan paras tampan yang Alan miliki.


Walaupun demikian, Alan jarang berbaur dengan teman-temannya karena terhalang oleh kelebihan yang ia miliki. Sempat ingin mengajak mengobrol dengan teman sekelasnya namun ia sering menjumpai sosok arwah yang terus-menerus membuntuti lawan bicaranya.


Desas-desus tentang Alan seorang siswa yang sering ikut campur dalam tiap permasalahan orang lain juga membuatnya terasingkan dari friend zone. Dibalik itu semua, Alan hanya ingin membantu masalah orang yang belum terselesaikan guna menghilangkan rasa beban yang ditimpa. Meskipun itu terdengar sangat lancang, tapi Alan bersikukuh untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.


______________________________________


Hingga suatu ketika.....


Usai pulang sekolah, kebiasaan Alan adalah rebahan tanpa mandi terlebih dahulu. Rasa penat yang ia rasakan saat berada di sekolah membuat Alan ingin sekali segera tidur di atas kasur yang empuk.


Di saat Alan meregangkan tubuhnya di kasur, ia tersentak kaget ketika Ibunya membuka kamar kemudian menyuruh Alan untuk segera mandi sebelum malam tiba. Dengan berat hati, ia menuruti apa yang diperintahkan oleh sang Ibu sebab Alan tidak ingin Ibunya marah untuk ketiga kalinya.

__ADS_1


Di hari sebelumnya juga ia mendapat sebuah hukuman karena Alan mandi waktu malam hari. Ibunya tidak ingin Alan menderita penyakit rematik hanya karena ia mandi malam. Walaupun demikian, Alan masih belum percaya dengan ujaran dari Ibunya dan malah menganggap hal itu sebagai mitos.


Kemudian Alan bergegas mengambil baju ganti yang ada di lemari dan meletakkan ponsel di atas meja belajar. Saat ia hendak menuju ke kamar mandi, sebuah notifikasi pesan dari seseorang membuat Alan melihat ponselnya sejenak. Isi pesan tersebut berasal dari Faris teman Alan sedari kecil dulu. Ia sangat ingin sekali bertemu Alan sebab ada hal yang ingin Faris sampaikan.


Tumben kak Faris ngechat aku. Aku kira nomornya udah nggak aktif lagi, ternyata masih aktif.  Batinnya


Memang, Faris dulu adalah teman dekat Alan Sedari kecil. Bukan hanya mereka, tapi keluarga Faris juga dikenal sangat dekat dengan keluarga Alan. Mereka sangat senang bisa bertetangga dalam suka ataupun duka. Namun, mereka sekarang sudah tidak menjadi tetangga karena keluarga Faris memutuskan untuk pindah karena suatu alasan


Ternyata Faris mengirimkan sebuah pesan, ia mengatakan kalau dirinya sedang perjalanan menuju rumah Alan. Ada suatu hal yang ingin disampaikan kepada Alan tentang masalah yang sedang ia timpa.


Sempat terpikir di benak Alan bahwa masalah yang di timpa oleh Faris sangatlah serius, sampai ia meminta bantuan kepada Alan untuk mencoba menyelesaikannya. Suatu hal yang langkah bagi Alan mendengar ketika Faris meminta bantuan kepadanya karena yang ia tahu, Faris adalah tipe orang yang suka menyelesaikan masalahnya sendiri.


*******


Usai mandi, Alan menunggu sangat lama kedatangan dari Faris. Tiba-tiba perasaan Alan mendadak tidak enak, ia khawatir kalau Faris mengalami kejadian yang buruk ketika hendak menuju rumahnya. Tak ingin ekspetasinya menjadi realita, Alan pergi ke dapur untuk membuat secangkir teh hangat sambil menonton televisi di ruang tamu.


Saat hendak tiba di dapur, ada seseorang yang sedang memanggilnya. Kemudian ia menoleh ke belakang dan ternyata itu adalah Faris. Alan melihat Faris tengah berdiri di depan pintu dengan seorang temannya yakni Dion. Ia bergegas menghampiri mereka berdua dan mempersilahkan untuk masuk.


Bu Lida yakni Ibu Alan melihat rumahnya yang sedang kedatangan tamu, ia merasa sangat familiar dengan salah satu tamu tersebut. Faris yang melihat Bu Lida menghampirinya kemudian ia memberikan salam kepada Bu Lida.


"Kamu Faris?"

__ADS_1


"Iya. Bu Lida masih ingat kan sama saya?." Tanya Faris


"Masih lah, mana mungkin Ibu lupa dengan tetangganya sendiri." Jawab Bu Lida sambil tersenyum ke arahnya.


"Emang lagi ada urusan apa kok sampai jauh-jauh datang ke sini?." Tanya Bu Lida


"Oh anu. Ini saya mau ngobrol sama Alan."


"Oalah... Ya sudah Ibu mau pamit keluar ya, lagi ada urusan sama Bu RT. Alan tolong buatkan mereka berdua minuman dan ambilin cemilan di lemari."


"Waduh nggak usah ngerepotin Bu." Ucap Dion


"Udah nggak usah sungkan, Ibu pamit dulu ya"


"Iya bu. Hati-hati di jalan." Ucap Alan


Setelah Bu Lida pergi, Alan mempersilahkan untuk mereka berdua untuk duduk. Ia juga menanyakan kepada Faris tentang keperluannya datang ke rumahnya. Faris akhirnya menceritakan semua kronologinya dengan sangat detail tanpa ada yang di lebihkan ataupun dikurangi.


Alan tercengang ketika mendengar cerita dari Faris. Bahkan Dion teman dekatnya Faris, ia juga ikut tercengang.


Buat kalian yang suka dengan ceritaku, jangan lupa untuk selalu dukung karya Author. Thankyou

__ADS_1


__ADS_2