
Kala itu saat Alan terbaring lemah dan mendengar suara seseorang yang sedang meledeknya, ia sangat frustasi karena sudah jatuh tertimpa tangga. Alan pasrah menerima semua keadaan yang ia alami. Ia menyadari bahwa terlalu mementingkan keegoisan tidak akan menyelesaikan masalah.
Energi Alan kini sudah di ambang batas, ia juga harus menggunakan sisa energi tersebut dengan sebaik mungkin. Bagi Alan, memutar waktu adalah sebuah kata yang tidak cocok untuk menggambarkan situasi saat ini.
Tiba-tiba terlintas di benaknya, Alan memutuskan menggunakan sisa energinya untuk melihat seseorang yang sedang meledeknya. ia memejamkan mata untuk melihat orang tersebut melalui kemampuan supranaturalnya. Di saat ia mengetahui orang tersebut, Alan tersentak kaget ketika orang yang sedang meledeknya bukanlah manusia melainkan sebuah sesosok bayangan yang berada di kampus waktu itu.
Bayangan tersebut menawarkan bantuan kepada Alan guna melancarkan rencananya untuk menguak kebenaran dari rumah angker. Alan sempat meragukan penawaran dari makhluk tersebut namun tiada pilihan lain karena saat ini ia berada di titik terendah. Pada akhirnya Alan menyetujui kesepakatan dari bayangan tersebut
"Gimana, mau nggak?."
"Ya mau lah tapi beneran ini nggak ada persyaratannya?."
"Nggak ada."
"Nggak mungkin kalau hantu bantuin manusia nggak ada persyaratannya." Tegas Alan
"Yah ketahuan.... Urusan kayak gitu ntar aja aku kasih tahu, yang penting sekarang aku mau masuk dulu ke ragamu."
"Buat ap-"
"Udah diem."
Saat ini, Albert berhadapan langsung dengan sesosok makhluk astral yang telah merasuki raga Alan. Alan yang secara tidak sadar tenaganya mulai memulih dengan sangat cepat.
Ia juga dapat memutuskan tambang yang terikat secara rapat dengan sangat mudah. Kemudian melompat sembari memukul punggung dari Albert dengan sangat kuat karena telah dilapisi oleh energinya sendiri.
Bayangan tersebut memakai raga Alan untuk melenyapkan musuh yang sedang ia hadapi namun nahasnya, ia kembali ditaklukan oleh Albert karena ia baru menyadari bahwa yang sedang dihadapi bukanlah Alan.
__ADS_1
Albert kembali mengalahkan Alan dengan sangat mudah ketika ia terlalu ambisius untuk memenangkan sebuah pertarungan. Kemudian Albert juga mempunyai sifat yang tak segan-segan mengakhiri sebuah pertandingan dengan cara yang tidak lazim. Harapan dari Albert yakni kedua musuhnya akan segera mati di tangannya sendiri.
Beruntungnya saat bayangan tersebut berada di titik kekalahannya, ia telah memiliki rencana cadangan yakni memanggil seseorang untuk membantunya. Orang tersebut adalah majikannya sendiri, ia melemparkan energinya yang berupa kabut putih tepat mengenai Albert.
Kabut tersebut cukup kuat untuk menahan lawannya, tak sia-sia ia belajar sedari waktu kecil. Bahkan, ilmu yang digunakan oleh orang tersebut membutuhkan tenaga yang sangat besar namun orang itu mampu mengontrol energinya dengan sangat mudah.
"Usaha bagus Kayla." Puji bayangan tersebut
"Biasa lah hahaha~."
"Terus gimana sekarang?."
"Sekarang kamu keluar dari raga anak itu dan kembalilah ke asalmu, sisanya biar aku yang tangani." Jawab Kayla
Saat bayangan tersebut keluar dari raga Alan, Kayla melompat dari balkon lantai 3 lalu segera menolong Alan yang sedang pingsan. Albert meronta-ronta lalu Kayla melempar kembali sebuah kabut putih ke arah pria tersebut sampai membuatnya terdiam tak berkutik
Sesekali Kayla menggendong Alan namun ia tak sanggup menahannya karena perbedaan postur tubuh dari mereka berdua.
"HEI AYO CEPAT BANGUN KALAU KAMU NGGAK BANGUN, KITA BERDUA AKAN MATI DI SINI!!." Bentak Kayla sembari menampar wajah Alan.
Di lain sisi...
Alan yang sedang masuk ke dalam ilusi dunia ghaib, ia tak sanggup untuk keluar meskipun telah mencobanya beberapa kali. Alan mengira bahwa raganya kini telah diambil oleh bayangan hitam tersebut. Alan terkurung seolah ia tidak diperbolehkan untuk kembali ke dalam raganya sendiri.
Di saat Alan berhasil keluar dari ilusi dunia ghaib tersebut, sesosok makhluk astral dengan tiba-tiba muncul dihadapannya lalu menarik kakinya sampai ia terjatuh. Ia juga merasakan kesakitan pada kakinya karena telah ditarik oleh makhluk astral tersebut.
Alan tersentak kaget ketika hendak menabrak makhluk tersebut. Makhluk itu memiliki taring yang panjang dengan bola mata berwarna merah dan kuku yang panjang. Makhluk itu juga berbadan besar, berbulu dan mirip seekor kera.
__ADS_1
Kemudian ia memanggil teman-temannya untuk berkumpul ketika Alan tersentak melihat makhluk tersebut. Dengan sekejap mereka semua berdatangan satu persatu lalu mulai mengelilingi Alan. Mereka semua menertawakan Alan karena tidak berhasil keluar dari ilusi dunia ghaib.
Beragam makhluk astral mulai membuat Alan ketakutan ketika ia menyadari bahwa mereka semua adalah makhluk yang pernah Alan basmi sedari dulu. Rasa dendam yang terpendam sedari dulu membuat mereka semua ingin Alan mati di dunia astral.
"Pergi kalian dari sini!!." Pintah Alan
"Hahaha~. Kalian semua lihat kan, ternyata dia seorang pengecut." Ucap salah satu diantara mereka
"Kalian pikir aku nggak berani sama kalian?!. Ingat, derajat manusia lebih tinggi daripada-."
"Ngomong aja kami juga bisa coba hadapi kami semua." Ucap siluman harimau sembari mencakar wajah Alan
Alan mengernyit kesakitan karena bekas luka cakaran yang cukup dalam. Darah yang terus bercucuran membuat mereka semakin bahagia sekaligus tidak dapat mengontrol nafsunya. Mereka ingin sekali menjilati darah yang segar nan wangi tersebut.
Siluman harimau itu kembali menyerang Alan tanpa henti sampai membuat sebagian badan Alan dilumuri oleh darahnya sendiri. Nafas yang terengah-engah membuat Alan tak lama lagi dijemput oleh ajalnya.
Kayaknya hidupku udah nggak lama lagi deh. Batin Alan
Nafsunya mereka semakin kuat karena mencium aroma darah yang segar dari musuh bebuyutan mereka sendiri. Alan yang kembali pasrah, ia rela menjadi santapan para makhluk astral. Tiada satupun orang yang akan bisa menolong Alan selama ia masih terkurung di dalam dunia ghaib.
Di saat mereka mulai menyerbu Alan secara bersama, salah satu diantara mereka tiba-tiba tumbang akibat busur panah. Mereka semua tersentak kaget sekaligus mencari pemilik busur panah tersebut namun nahasnya, satu per satu dari para makhluk astral terkena serangan sampai membuat mereka semua lari kocar-kacir.
"HADAPI AKU JANGAN HANYA BERANI SEMBUNYI!!!." Ucap siluman harimau tersebut
Siluman harimau tersebut menghadang serangan dengan perisai yang ia gunakan. Tiba-tiba sebuah busur panah jatuh lalu menancap tepat mengenai kepala siluman harimau tersebut. Siluman harimau tersebut tumbang karena busur panah yang menancap di kepalanya
Beribu busur panah mulai berjatuhan dari atas sampai membuat para makhluk astral mati dan tidak menyisakan satupun diantara mereka. Kemudian Alan membuka matanya melihat semua para makhluk halus tumbang.
__ADS_1
Sebuah tangan yang sangat besar menghampiri Alan lalu menariknya keluar dari dunia ghaib. Dan di saat itulah Alan senang ketika ia telah kembali ke dalam raganya.