My Problem Is You

My Problem Is You
Episode 05


__ADS_3

Mendengar penjelasan dari Faris, Alan merasa ciri-ciri yang telah disebutkan tidak cukup untuk membantu untuk menemukan pria tersebut. Tiada petunjuk yang lebih akurat mengenai wajah dari pria tersebut karena Faris tidak bisa mengingatnya kembali.


Kejadian tersebut sudah cukup lama sehingga Faris melupakan masa-masa dimana ia mengalami kenangan yang buruk. Pada akhirnya Dion menyarankan mereka berdua untuk melihat wajah pria tersebut melalui cctv yang berada di kampus Faris.


Mereka berdua menyetujui saran yang Dion ajukan dan beruntungnya Faris juga libur sehingga ia dapat menyaksikan wajah dari pria tersebut. Mereka bertiga sepakat untuk pergi ke kampus Faris pukul 09.00 am.


*******


Keesokan harinya mereka bertiga tiba di sebuah kampus. Dion dan Alan melihat beberapa mahasiswa yang berlalu lalang. Alan sempat beranggapan kalau Faris merelakan waktu kuliahnya hanya ingin mengetahui sosok pria waktu itu.


"Eh kamu nggak kuliah?." Tanya Dion


"Aku libur"


"Tapi kok yang lainnya pada masuk semua kak?." Tanya Alan


"Ada beberapa mahasiswa yang masuk dan ada beberapa kelas yang diliburkan. Nah kebetulan kelasku libur, soalnya Dosennya nggak bisa ngajar." Jawab Faris


"Oalah... Bisa gitu yak." Ucap Dion


Kemudian Faris meminta izin kepada satpam untuk memasuki ruang cctv. Saat mereka bertiga diarahkan ke ruangan cctv, Alan tersentak karena ia melihat sesosok bayangan yang sedang berlari di koridor lantai 2.


Walaupun demikian, Alan tetap menghiraukannya karena ia tahu bahwa di setiap tempat pasti akan ada penghuni yang tak kasat mata. Selama makhluk tersebut tidak menganggu dirinya, Alan akan membiarkannya.


*******


Sesampainya di ruangan cctv, mereka bertiga mengecek waktu dan kejadian dimana Faris bertemu dengan seorang pria waktu itu. Satu hal yang saat ini dicemaskan oleh Faris, ia sangat khawatir kalau rekaman cctv waktu itu sudah terhapus secara otomatis.


Aku harap rekaman waktu itu belum terhapus. Soalnya kejadian waktu itu sudah lumayan lama. Batin Faris


Mata Faris terfokuskan pada layar komputer, ia tidak ingin melewatkan di setiap momen yang sangat penting. Sedangkan tangannya yang juga disibukkan memegang mouse dan keyboard.

__ADS_1


Seketika itu juga, suasana menjadi hening, hanya ada suara yang berasal dari keyboard dan mouse. Dion yang sangat ingin penasaran dan lelah menunggu lama, ia menyuruh Alan untuk bertanya kepada Faris tentang rekaman cctv waktu itu.


"Gimana kak, sudah ketemu?." Tanya Alan


"Belum Lan, ini aku lagi berusaha mencari." Jawab Dion yang masih fokus dengan layar komputer.


"Emang, kejadiannya-"


"Mungkin sekitaran dua minggu yang lalu." Sela Faris


"Ya kalau gitu lama dong." Ucap Dion


"Iya aku tahu, makanya bantuin cari!." Ucap Faris yang kesal karena belum menemukannya.


Sesaat kemudian, Faris tersentak kaget karena ia berhasil menemukan rekaman cctv waktu itu. Mereka berdua dengan spontan melihat ke arah layar komputer untukĀ  mengetahui raut dari pria yang tak dikenal. Namun sayangnya rekaman cctv tersebut tidak menunjukkan secara jelas raut dari pria itu.


Berbeda dengan Alan yang merasakan suatu keanehan dari pria tersebut walaupun belum pernah bertemu secara langsung, tapi Alan dapat merasakannya. Ia merasakan aura yang begitu sangat pekat dari pria tersebut.


*******


Saat tiba di kampus, Faris dan Dion pergi memesan makanan dan minuman sedangkan Alan mencari tempat makan yang kosong. Alan berinisiatif mencari tempat makan yang sekiranya cukup berjauhan dengan kerumunan para mahasiswa lainnya karena ia ingin menyampaikan sesuatu kepada mereka berdua.


Setelah mendapat tempat yang kosong, Alan mengotak-atik layar handphonnya. Ia menyempatkan diri untuk mencatat semua petunjuk dan menyimpannya di handphon supaya Alan tidak lupa dengan semua yang ia lewati. Ia juga memikirkan keganjalan dari secarik kertas yang terdapat di buku Faris.


Alan dibuat kebingungan dengan kata "kamu" dan juga "anak itu", ia berasumsi bahwa surat tersebut ditujukan kepada orang lain namun lewat perantara dari Faris.


Tiba-tiba, ada seorang pria yang duduk tepat di samping Alan. Pria tersebut meminta izin kepada Alan untuk bergabung bersamanya karena tiada lagi tempat yang kosong. Alan mengizinkannya lalu ia melanjutkan mencatat kejanggalan tadi.


Di saat Alan fokus mencatat dan memecahkan kasusnya Faris, ia mencium bau parfum yang sedikit menyengat dari pria yang berada di sampingnya. Alan merasa sangat familiar dengan bau parfum tersebut. Ia berusaha untuk mengingatnya kemudian Alan tersentak kaget ketika ia menyadari bahwa bau parfum tersebut sangat mirip dengan seseorang yang sedang ia cari.


Sepatah katapun tak bisa Alan keluarkan. Ia sangat ingin sekali menangkap pria tersebut namun Alan tidak ingin gegabah. Alan memastikan terlebih dahulu sebelum menangkap pelaku. Perlahan Alan menjaga jarak dari pria tersebut ketika ia sibuk dengan handphonnya.

__ADS_1


Alan menganalisis semua gerak-gerik melalui ekor mata sambil berpura-pura bermain game agar tidak dicurigai. Alan tidak dapat melihat raut pria tersebut dengan jelas karena terhalang oleh topi dan juga tudung hoodienya


Namun saat Alan sesekali mencoba untuk melihatnya kembali, ia sedikit kecewa sebab Alan hanya dapat melihat bibir dan hidungnya. Seketika itu juga, handphon pria tersebut berdering. Alan tidak akan berani untuk meliriknya kembali karena ia pasti akan ketahuan tapi, di lain sisi Alan mendapat sebuah keuntungan yakni mendengar percakapan dari pria tersebut dengan seorang penelpon.


Ketika pria itu mengangkat panggilan tersebut, Alan mencoba untuk mendengarkan dengan seksama serta mencatat semua di benaknya.


<><><><><><>


^^^'oh, anak itu. Sayang sekali nggak mati. Padahal udah gue tabrak tapi tetap aja nggak mati, malah dia sekarang dirawat di rumah sakit. Yaahh... Gue juga nggak dibayar sih buat ngabisin anak itu.'^^^


...Alan tersentak kaget ketika mendengar ucapan dari pria tersebut. Ia menjadi sangat penasaran sekaligus sempat berpikir bahwa pria tersebut adalah seorang kriminal...


'EH LU GILA APA?, BISA-BISANYA LU MAU NGABISIN ANAK ITU. CEPAT KASIH TAU DIA DIRAWAT DI RUMAH SAKIT APA?, GW MAU JENGUK DIA'


^^^'Nggak usah di jenguk. Gue pastiin dia sekarang dalam bahaya dan sebentar lagi keluarga mereka datang tapi bukan untuk menjenguk, melainkan membunuhnya'^^^


'ha?!, maksud lu apa?'


^^^'masa lu nggak tau?'^^^


'jangan bilang mereka.....'.


^^^'Ya benar. Keluarga mereka sudah tidak membutuhkan anak itu lagi, karena keluarga dia,....Ya taulah ada....pasti Ada uang'^^^


...Di tengah perbincangan mereka, Alan tidak mendengar ucapan dari pria tersebut sehingga ia melewatkan momen yang begitu sangat penting...


'jadi menurut lu dia harus menerima karmanya sendiri?'


^^^'wow gilaa cerdas sekali anda hahaha.'^^^


<><><><><><><>

__ADS_1


Seketika itu juga, pria tersebut menutup teleponnya lalu pergi namun sebelum ia pergi, ia mengatakan sesuatu kepada Alan sampai membuatnya tersentak kaget


__ADS_2