My Problem Is You

My Problem Is You
Episode 13


__ADS_3

Alan yang mendengar penjelasan dari Edwin, ia menggelengkan kepala seakan tak percaya dengan apa yang diceritakan oleh sahabatnya sendiri. Edwin hanya dapat menghela nafas pasrah karena ia juga tidak mempunyai bukti untuk memperkuat ceritanya.


Terlintas dibenaknya, ia meminta bantuan kepada Edwin untuk menemui para korban yang sedang kesurupan. Edwin yang selaku anggota OSIS, dengan senang hati ia mengantarkan Alan ke ruang UKS terlebih dahulu. Edwin merasa bersyukur karena ia adalah satu-satunya anggota OSIS yang tersisa di sekolah.


Teman-teman anggota OSIS lainnya meninggalkan sekolahan karena takut dan merasakan hawa yang mencekam. Beberapa anggota OSIS yang masih bertahan untuk menjalankan tugasnya memilih untuk pulang karena tak sanggup bertahan di situasi seperti itu.


Para Guru dan tokoh agama saling membantu untuk menyadarkan murid yang menjadi korban kerasukan. Para Wali Kelas lainnya juga menangis ketika mereka melihat anak didiknya tak kunjung sadarkan diri.


*******


Sesampainya di ruang UKS, Alan dan juga Edwin diusir oleh para Guru untuk tidak memasuki ruangan tersebut. Namun, Edwin bersiteguh untuk membantu para korban. Ia juga menjelaskan kepada para Guru tentang kelebihan yang dimiliki oleh Alan.


Sempat menganggap penjelasan dari Edwin sebuah candaan yang tidak pantas digunakan oleh situasi saat ini, Alan sangat geram dengan Guru tersebut. Kemudian ia menebak semua yang sedang dipikirkan oleh Guru tersebut serta kejadian yang telah berlalu.


Bulu tangan mereka mendadak berdiri, para Guru mempersilahkan untuk Alan masuk dan menangani para korban yang sedang kerasukan. Saat masuk, Alan sangat iba ketika melihat teman-temannya berteriak, menangis, tertawa dan marah. Ia tahu bahwa tenaga orang yang sedang mengalami kerasukan akan dikuras habis oleh makhluk astral.

__ADS_1


Tanpa pikir panjang, Alan menempelkan tangannya ke dahi salah satu korban tersebut. Ia memejamkan mata untuk masuk ke dalam dunia mereka namun tiba-tiba Alan terpental keluar. Alan mencoba untuk kedua kalinya namun ia tetap terpental keluar seakan tidak diizinkan masuk ke dunia mereka.


Alan tidak ingin menyerah, ia terus memaksa dirinya untuk masuk ke dunia astral demi dapat berinteraksi dengan makhluk tersebut. Usahanya tak menjadi sia-sia, Alan berhasil masuk ke dalam dunia astral dan melihat sebuah sosok pria tua dengan sabit yang tertancap di lehernya.


Ia perlahan mendekati sosok tersebut dan bertanya tentang penyebab sekolahnya terjadi kesurupan massal. Sosok tersebut enggan menjawab pertanyaan dari Alan dan malah ingin mencekiknya. Dengan sigap ia menghindari serangan dari sosok tersebut lalu menghajarnya.


Alan menendang kaki sosok tersebut yang hanya tersisa tulangnya saja. Ia menendang sangat keras sampai kakinya terlepas dari badannya. Tulangnya juga patah menjadi dua bagian. Sosok tersebut menjerit kesakitan karena telah kehilangan bagian tubuhnya.


Di saat sosok tersebut terjatuh tak berdaya untuk berdiri lagi, Alan menghampiri sosok tersebut sambil mengepalkan kedua tangannya. Ia sangat marah ketika dunia astral dengan dunianya saling terhubung hingga membuat penghuni dunia astral dapat keluar masuk sesukanya.


Keinginan terbesar Alan adalah ingin memisahkan kedua dunia tersebut lalu menutup portal untuk selamanya. Sebuah harapan yang sangat tidak masuk akal untuk diwujudkan, namun Alan berhasil mengurangi populasi mereka yang sedang berada di sekolahnya.


Makhluk astral lainnya yang sedang berada di raga manusia hanyalah sebatas membantu mereka berdua untuk melupakan kekesalannya. Alan percaya dengan penjelasan yang diberikan sosok tersebut. Kemudian ia meminta maaf lalu menyuruhnya untuk segera meninggalkan raga manusia.


"Tapi, bagaimana dengan kakiku?~."

__ADS_1


"Itu hukuman, karena kamu sudah masuk ke dalam raga manusia seenaknya aja."


"Aku kan sudah jelasin semuanya, kalau aku-."


"Seharusnya kamu kalau sudah menjadi hantu tahu mana perbuatan baik dan mana yang perbuatan buruk. Apa kamu semasa hidup nggak tahu cara ngebedain baik dan buruk?!!." Sela Alan


"Iya aku tahu."


"Kalau emangnya kamu udah tahu, cepat keluar sekarang atau aku akan menghabisimu di sini. Paham!!." Bentak Alan.


Sosok tersebut menuruti apa yang diperintahkan oleh Alan dengan segera ia meninggalkan raga dari murid tersebut. Alan membuka matanya dengan perlahan sambil melepaskan tangannya dari dahi murid tersebut. Sesaat kemudian Edwin menanyakan kepada Alan penyebab kesurupan massal tersebut.


Kemudian Alan menjelaskan semuanya kepada Edwin dan juga para Guru dengan sesingkatnya. Ia juga menaruh banyak kemungkinan penyebab terjadi kesurupan massal tersebut.


"Yang pertama, mereka berdua adalah murid atau alumni yang pernah sekolah di sini sehingga mereka meminta bantuan dengan cara kayak gini. Kedua, pelaku sebenarnya adalah seorang murid yang tengah bersekolah di sini dan yang terakhir, bisa jadi mayatnya dibuang atau kejadiannya dilakukan di sini." Jelas Alan

__ADS_1


Mereka semua tercengang ketika mendengar penjelasan dari Alan. Edwin yang terdiam, kemudian ia teringat oleh seseorang yang sedang ia curigai. Edwin sempat menyangka kalau orang tersebut sedang terkena gangguan mental namun saat ia mencoba berinteraksi dengan tanggap orang itu mampu berbicara layaknya orang pada umumnya.


Edwin tidak ingin memberitahukan kepada mereka semua termasuk Alan karena ia masih menduganya. Kemudian Alan mengeluarkan handphonnya lalu menelepon seseorang yang dapat membantunya untuk menyelesaikan masalah yang sedang ia alami.


__ADS_2