My Problem Is You

My Problem Is You
Episode 06


__ADS_3

Seketika itu juga, pria tersebut menutup teleponnya lalu pergi namun sebelum ia pergi, ia mengatakan sesuatu kepada Alan sampai membuatnya tersentak kaget


"Makasih sudah mengizinkan aku untuk bergabung..... Oh ya, apa boleh aku mengatakan sesuatu kepadamu?."  Tanya pria tersebut


"I-iya, boleh kok." Jawab Alan


"Berhentilah untuk mencoba menguak kebenarannya, paham!!." Ucap pria tersebut sambil menggertak ke arah Alan lalu pergi


Alan terdiam sesaat dan seketika ia merasa bahwa pria tersebut menyadari kalau ia sedang dicurigai.


Bagaimana dia tahu kalau aku sedang aku lakukan atau jangan-jangan dia. Batin Alan


Alan semakin yakin bahwa pria tersebut adalah orang yang memberikan sebuah buku kepada Faris. Saat memegang buku tersebut, ia mendapatkan sebuah visualisasi yakni interaksi antara pria tersebut dengan Faris.


Alan tersentak kaget ketika ada seseorang yang menepuk pundaknya. Saat ia menoleh ke belakang, ternyata itu adalah Faris dan juga Dion. Mereka meletakkan makanan dan minuman yang mereka bawa di atas meja. Kemudian Faris bertanya kepada Alan tentang seseorang yang berada di sampingnya.


"Tadi kamu ngobrol sama  siapa Lan?." Tanya Faris


"Oh itu, a-anu.. Cuma temen kak."


"Oohh..."


"Kak, aku mau nyusul temenku bentar ya, ada barang yang ketinggalan"


"Oh iya silahkan tapi jangan lama-lama, ntar makanannya keburu dingin lho." Ucap Dion


Alan bergegas menyusul pria tersebut. Ia sengaja berbohong kepada mereka berdua guna ingin memecahkan kasus seorang diri. Alan berharap pria itu tidak pergi terlalu jauh agar ia dapat menangkap pelaku tersebut secepatnya.


*******

__ADS_1


Saat Alan menemukan pria tersebut, ia berjalan mengendap-endap supaya tidak ketahuan. Ia terus membuntuti perginya pria itu sampai di suatu tempat Alan kehilangan jejaknya. Langkah Alan terhenti sesaat, ia tidak ingin usahanya berhenti di tengah jalan. Alan terus mencari di setiap sudut namun tak kunjung ketemu.


Tiba-tiba ada seseorang yang menarik kerah baju Alan di suatu gang yang sepi nan sedikit gelap. Orang tersebut menariknya lalu menghempaskan tubuh Alan ke tembok dengan sangat keras. Ternyata, orang itu adalah pria yang sedang Alan buntuti sedari tadi.


Dengan sigap Alan bangun kemudian melawan pria itu namun pria tersebut mampu menghindari pukulan dari Alan. Pada akhirnya mereka berdua saling berkelahi tanpa ada seseorang yang mengetahuinya. Saat Alan menghajar untuk kedua kalinya, pria tersebut dengan sigap menghindari lalu kembali memukul wajah dan perut Alan sampai tersungkur.


Alan yang tidak ingin dikalahkan oleh pria tersebut, ia bangkit lalu berusaha menghajarnya kembali. Tak hanya menghajar, Alan juga berusaha menganalisis semua pergerakan dari pria tersebut.


Kenyataan tak semudah perumpamaan, pada akhirnya pria itu menaklukan Alan. Tubuh Alan sangat lemas sampai tak kuasa untuk bangkit kembali. Kemudian pria tersebut membangunkan Alan dengan mengangkat kerah bajunya lalu menghempaskan ke arah tong sampah.


"Sekarang kamu tahu kan, akibatnya kalau tetap menggangguku?!!." Ucap pria tersebut


Saat Alan terbaring lemah dan hanya mampu melihat siluet pria tersebut, terdengar suara yang sedang berbisik di telinga Alan. Suara tersebut terus menerus mengejek serta menertawakan Alan. Alan tersentak ketika yang sedang ia hadapi bukan hanya pria itu melainkan ada seseorang yang ikut campur tangan.


Ia sangat penasaran dengan kehadiran orang tersebut dan ingin melihat rautnya namun, Alan saat ini tak sanggup untuk menoleh ke belakang.


Kemudian pria tersebut menampar wajah Alan dengan sangat keras berharap ia ingin berkelahi lagi. Alan yang sedang menahan rasa sakit di seluruh badannya, ia hanya dapat meneteskan air mata sekaligus sangat menyesal dengan keegoisannya.


Tiba-tiba saat pria tersebut berbalik badan, Alan menghajar punggung pria itu dengan sangat keras sampai tersungkur. Kemudian Alan membangunkannya lalu mendorong pria tersebut ke tembok dengan sangat keras.


Saat Alan merasakan tiada perlawanan dari pria tersebut dengan segera ia menduduki tubuh pria itu lalu mencekik lehernya. Kemudian Alan mengajukan beberapa pertanyaan guna mencari dalang dibalik kasus rumah angker tersebut.


"CEPAT KATAKAN KEPADAKU, SIAPA PELAKU DIBALIK SEMUA INI?!!."


"C-coba kamu pikirkan sendi-ri.... S-siapa pelak-ku nya hahaha"


Pria tersebut berusaha melepaskan tangan Alan dari lehernya namun Alan semakin kuat mencengkram sampai meninggalkan bekas luka. Tak disangka, pria tersebut berhasil melepaskan tangan Alan dadi lehernya ketika ia merasa kesakitan.


Kemudian pria tersebut menghempaskan Alan dari hadapannya lalu memukulinya tanpa ampun. Alan hanya dapat menangkis serangan dati pria tersebut walaupun hidungnya mengeluarkan darah bercucuran. Saat tangkisan Alan mulai melemah, pria tersebut menendang kaki Alan sampai ia terjatuh.

__ADS_1


Dengan segera pria tersebut mencari sebuah tambang lalu mengikat di bagian tangan dan juga kaki. Alan yang kembali dikalahkan pria tersebut, ia hanya dapat pasrah karena serangan dari pria itu menjadi lebih kuat dari sebelumnya.


"Apa ada kata terakhir sebelum aku menghabisimu?." Tanya pria tersebut yang tampak kelelahan.


"Siapa kamu sebenarnya."


"Haah, aku lupa belum memperkenalkan namaku. Hahaha~." Ucap pria tersebut sambil terkekeh ke arah Alan


"Apa kamu punya hubungan dengan orang yang bernama Serlina?."


"Ternyata kamu sudah mengetahui semuanya, aku akan jelaskan sama kamu tapi sebelum itu..... Perkenalkan namaku-."


"Albert." Selah Alan


"B-bagaiman kamu bisa tahu."


"Mudah saja ketika kamu sibuk menghajar ku, secara tidak sengaja aku berhasil mengambil dompet yang ada di saku celanamu lalu aku berpura-pura kamu kalahkan-."


"Aahh jadi kayak gitu. Pintar sekali kamu, berpura-pura pingsan lalu menghadap membelakangiku dan ternyata kamu sedang membaca data pribadiku... Yaaah syukurlah aku nggak susah payah jelasin mulai dari 0." Selah Albert.


Kemudian Albert menjelaskan semua kronologi sebenarnya kepada Alan. Alan yang mendengar semua penjelasan dari Albert, ia tersentak kaget ketika apa yang Alan lihat melalui visualisasinya sama persis dengan realita.


Usai menjelaskan semua kronologi dari rumah angker tersebut, Albert mengambil sebuah balok kayu yang akan hendak untuk menghabisi Alan. Ia sangat marah karena Alan sudah membuat bekas luka tepat di lehernya.


Kemudian Alan menatap Albert sembari ketakutan. Ia tak mengira bahwa ucapan Albert hanyalah sebuah candaan untuk menakuti musuhnya. Alan hanya berharap sebuah keajaiban akan datang kepadanya di waktu yang tepat.


Saat Albert mulai mengayunkan balok kayu tersebut, Alan menutup mata dan bersedia untuk mati karena harapannya tidak akan pernah terjadi. Albert mengarahkan balok kayu itu ke arah kepala Alan. Ia terkekeh sebab tiada orang yang akan mengetahui masalah yang sedang ia hadapi.


Tiba-tiba, sebuah kabut berwarna putih menyerang Albert sampai menabrak tong sampah dengan sangat keras lalu menahan seluruh badannya. Di saat itulah Alan membuka mata dan tersenyum. Tambang yang terikat di tangan dan kakinya mulai terlepas. Kemudian ada seseorang yang menghampiri Alan di saat Albert meronta-ronta untuk terlepas dari kabut putih tersebut.

__ADS_1


"Akhirnya rencana kita berhasil, hahaha." Ucap Alan


__ADS_2