My Revenge Is Your Regret

My Revenge Is Your Regret
Kau Butuh Bantuan?


__ADS_3

Islie pulang kerumahnya lari dengan terburu-buru berharap dia tidak mendapatkan masalah.


Ia membuka pintu rumahnya dan mendapati ibunya yang sudah menunggunya.


"Apa kau sudah puas bermain! Kenapa kau sekalian tidak pulang saja!" Tegur ibu islie.


"Ibu aku...


"Kau pergi kemana saja!? Apa kau bermain tidak pantas dibelakang!kau ini sebenarnya mau jadi apa hah!!"


"Ibu bukan seperti itu! Aku...


"Apa kau tidak tahu,Apa yang seharusnya kau lakukan!kenapa aku bisa melahirkan anak sepertimu, dasar tidak berguna!" ujarnya sambil memukul islie.


"Jika aku ingin aku pasti sudah mengusirmu dari rumah sejak Dulu! Kau seharusnya bersyukur aku tidak mengusirmu!"


Islie hanya pasrah dipukul oleh ibunya. Sedangkan adiknya Vars hanya melihatnya dan tertawa seperti sedang melihat pertunjukan.


Setelah puas memukuli islie ia pun menghentikannya.


Dia dengan kasar menyuruh islie untuk membersihkan diri.


Islie menuju kamarnya sambil memegang punggungnya yang habis dipukuli.ia mengambil handuknya untuk mandi. Lukanya jadi makin bertambah.


Saat di dalam kamar mandi islie meringis pelan, ia menahan sakit luka yang terkena air.


Kembali kekamar


"Lihatlah kau islie,setelah dipukul habis-habisan disekolah kau juga mendapat sambutan dirumah." ucap Lya yang muncul dikamar islie.


Islie menghiraukan ucapan Lya dan melewatinya.ia mengambil sesuatu dibawah tempat tidurnya


"Wow! Ternyata kau rajin mengoleksi obat luka ya." ucap Lya yang melihat banyak sekali obat luka,perban atau yang lainnya.


"Apa kau selalu dipukuli? Lihat wajahmu itu." Lya ingin menyentuh kening islie yang merah tapi islie menghindar.


"Yah, terserah kau jika tidak ingin kubantu." ucapnya lagi dan langsung menghilang dari sana.


Islie terdiam beberapa saat dia mulai menangis pelan dikamar sendirian,dia benar-benar merasa sakit dan sedih.


Lya yang masih disana melihat islie yang menangis.wajahnya tak menunjukan eksperesi apapun.dia melihatnya menangis sepanjang malam tanpa muncul di dekat islie.


Pagi harinya


"Kakak! Aku ingin HPmu! Berikan padaku!"


"Tidak boleh! Bukankah kau biasa main game tanpa hp! Kau bisa minta pada ibu untuk membelikanmu kan!"


"Tidak! Pokoknya Aku ingin hpmu!"


"Islie!! Kenapa kau tidak ingin mengalah pada adikmu! Kau juga tidak membutuhkannya." tegur ibu islie yang melihatnya.


"Ibu aku...


"Apa kau ingin membantah!! Berikan padanya!"


"Islie,kau tidak seharusnya bermain hp! Itu hanya akan membuatmu bodoh!" tegur ayah islie yang memperhatikannya sambil meminum teh yang disediakan dimeja.


"Adikmu vars lebih membutuhkannya untuk belajar.Tidak seperti kau Nilai ulangan selalu jelek!" ujarnya lagi.


Islie terpaksa memberikan hpnya,dia tahu kalau adiknya tidak akan mengembalikannya.walau ia mengembalikannya pun tetap tidak akan utuh.

__ADS_1


Perasaan islie benar-benar sangat kesal tapi ia tidak bisa mengekspresikannya. Dia merasa tidak ingin hpnya juga diambil oleh adiknya.ini bukan yang pertama kali dia mengambil barang pribadi milik islie.


Diperjalan menunggu bus islie masih terlihat kesal dan diam.


"E-hem! Apa kau masih kesal soal tadi pagi? tanya Lya.


"Yah,ini salahmu sendiri tidak mau melawan dan tidak butuh bantuanku."


Islie masih diam tak menghiraukan sampai bus datang.dia pun masuk ke dalam bus,dan duduk di kursi penumpang paling belakang.


"Hei! Apa ayahmu selalu tidak memperdulikanmu? Aku lihat dia tidak peduli sama sekali saat kau dalam masalah."


"Dia tidak akan pernah peduli padaku." balas islie dengan nada rendah.


"Apa?!"


"Itu karna...Ayahku benci anak perempuan yang bodoh sepertiku."


"Kakakku Varga dan adikku selalu mendapatkan nilai bagus dan menjadi kebanggaannya.sedangkan aku...


"Bagi mereka aku hanya sampah tak berguna,selalu jadi beban untuk mereka.Dari dulu sampai sekarang mereka tidak pernah peduli padaku."


"Tapi mereka benar akan satu hal...Aku memang tidak berguna! Aku lemah,itu sebabnya aku selalu ditindas." ucap islie sedih dan hidungnya merah seakan menahan tangis.


"Aku mengerti!!"


"Islie dia...Hanya butuh seseorang untuk membela dan melindunginya.dia hanya butuh teman untuk menghiburnya." ucap Lya pada dirinya sendiri.


Dikelas


"Apa kalian sudah mengerti apa yang bapak jelaskan?!"


"Sekarang bapak akan memanggil nama kalian untuk mengerjakan soal matematika yang tadi sudah dijelaskan!"


"Islie! Maju kedepan!" suruhnya.


Mendengar namanya dipanggil islie seakan merasa ada sesuatu yang menakutkan didepannya. Tangannya tak berhenti gemetar.


"Cepat kerjakan soal ini!"


Islie berada di depan papan tulis,tapi dia malah tak melakukan apapun dan hanya diam beberapa saat.Saat ingin menulis tangannya gemetaran dan menulis jawaban.


"Apa yang kau lakukan?Kerjakan yang benar! Apa kau tidak perhatikan saat aku menjelaskan? Kau menulis jawaban yang salah!"


"Dasar Bodoh!! Apa kau tidak bisa mengerjakan nya dengan benar!?" Tegurnya sambil menjewer telinga islie dengan kuat.


Murid-murid dikelas tertawa melihatnya ada juga yang berbisik.


"Hais! Apa dia benar-benar sebodoh itu?!" ujar Lya yang melihatnya.


"Yah, Wajar untuk orang sepertinya. Dia pasti tidak dapat kasih sayang atau dukungan dari orang tuanya."


"Jika ada orang yang memperhatikannya pasti dia akan jadi anak yang pintar.Apa dia tidak ada waktu untuk belajar dan mengurus dirinya sendiri?"


"Mustahil! Setiap kali dia ingin melakukan sesuatu pasti akan dipanggil. Itu sebabnya dia tidak punya waktu untuk belajar!"


"Tapi...Apa dia juga tidak bisa belajar disekolah!! Ini pasti karna Stress yang membuatnya tidak bisa fokus belajar."


"His! Aku benar-benar merasa kasihan padanya! Apa perlu aku membantunya?"


"Kerjakan sampai benar! Jika tidak...tidak akan ada istirahat!! Ujar guru itu menghentakan meja.

__ADS_1


"Hehh!!!" murid lain mengeluh.


"Mungkin aku benar benar harus membantunya." pikir Lya.


Islie merasa sangat panik sehingga ia tidak bisa memikirkan apapun.


Murid-murid kelas itu mengancamnya agar bisa cepat mengisi dengan benar. Bahkan ada yang mencaci makinya.


Tiba-tiba Lya muncul didepan Islie. Tubuhnya melayang seakan dia adalah kapas.


"Apa kau...Butuh bantuan?" Tanyanya.


Islie terdiam beberapa saat.dia menatap Lya lalu menurunkan tatapannya.


"Ya! Tolong!"


Lya memberikan jawaban yang ia tahu dan islie menulis jawabannya.


Pak guru dan murid lain merasa terkejut melihatnya yang tiba-tiba bisa mengisi jawabannya.


"Ba..baik! Kau bisa kembali ketempat dudukmu." ujar guru itu dengan tatapan yang tidak percaya.


"Tch! Itu pasti hanya kebetulan. Aku tidak percaya dia bisa mengisinya, pasti ada yang memberitahunya." ucap salah satu siswi.


"Dia itu murid paling bodoh dikelas kita,tidak mungkin siswi sepertinya bisa mengerjakan yang kita saja tidak bisa." ucap murid lainnya.


Islie juga mendengar omongan mereka,tapi dia tidak peduli dan duduk ditempatnya kembali.


Saat istirahat islie pergi kehalaman belakang sekolah dimana tempat itu hanya ada sedikit orang.


"Bagaimana kau bisa tahu jawabannya?" tanya islie tiba-tiba.


"Eh! Oh itu! Itu karna aku kan dulu juga seorang murid dan bersekolah." jawabnya.


"Sepertinya kau sangat pintar.bisa dengan mudah mengetahui jawabannya.


"Ti..tidak, tidak! Itu...


"Yah, tentang itu... Aku berterima kasih padamu." ucap islie.


"Eh? Itu bukan apa-apa. Sebenarnya aku hanya kasihan jika anak murid yang lain tidak akan ada istirahat karnamu." Candanya.


"Oh! Jadi itu alasannya! Bukan karna ingin membantuku -_-||


"Haha! Sebenarnya...


"Islie! Kau ternyata disini!" Tegur seseorang dari belakang islie.


"Ehh? Ray!!"


"Kenapa kau ada disini? Juga kenapa kau berlari seperti itu kau bisa jatuh!" ucap islie.


"A..aku ingin menemuimu! Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan!" ucap ray dengan wajah yang tak biasa.


"Bi..bicara...Sesuatu?"


......................


Happy Reading❤


Jangan lupa beri Komen,Vote dan Like ya👍💙

__ADS_1


__ADS_2