My Revenge Is Your Regret

My Revenge Is Your Regret
Penindasan Kembali


__ADS_3

Islie berada di depan gerbang sekolah. Ia melihat sekitar sekolah merasa sekolahnya tidak ada perubahan sama sekali.


Saat ingin menuju kekelasnya,tatapan mata islie terlihat gelisah seperti takut akan kehadiran seseorang.


Sesampainya dikelas islie menarik nafas lega.


"Hm! Tumben sekali mereka tidak nampak hari ini! Apa sesuatu terjadi saat aku tidak sekolah,atau mereka hanya sedang bermain²?!" ucap islie dalam hati.


"Kau sedang memikirkan apa? Terlihat gelisah begitu?" ucap gadis itu muncul.


"Tidak ada!" balas islie singkat.


Gadis hantu itu hanya diam tanpa bertanya.


Tidak lama lonceng pun berbunyi dan masuk kelas.


"Aku pikir mereka akan langsung membuliku saat aku datang!"


Apa mereka merencanakan sesuatu?! Tidak mungkin mereka membiarkanku."


"Aku senang jika mereka tidak muncul, Tapi ketidakhadiran mereka malah membuatku semakin gelisah."


"ISLIE!!" suara seseorang tiba-tiba yang membuat islie kaget.


"Pa..pak guru?!"


"Apa yang sedang kau lamunkan hah?!! Ini sekolah bukan rumah sakit! Jangan kau pikir hanya karna kecelakaan kau bisa santai! Cepat catat yang ada dipapan tulis!!" Tegur guru itu emosi.


"Ma..maaf!!"


"Sebaiknya aku tidak memikirkan itu! Tapi entah kenapa aku merasa takut!" ucap islie dalam hati.


"Eh!? kemana dia? gadis itu menghilang!!" ujar islie yang melihat sekitar.


"Hm! kenapa aku peduli, tidak akan ada siapa pun yang akan selalu didekatku." ucap islie dalam hati.


Pada jam saat istirahat,islie ingin menuju toilet, tapi tiba-tiba ada sepasang tangan yang menariknya masuk dalam ruangan dan tertutup


"Bukk!!!"


Islie tidak tahu apa yang terjadi dia memejamkan matanya. saat ia membukanya...


"Ka..kalian!!"


Tiga orang gadis berdiri didepannya tidak salah lagi mereka adalah shina, alva dan roxy.


"Hahaha! gadis sampah akhirnya kau datang juga! apa kau tahu beberapa pekan ini kami sangat bosan tanpamu, itu sebabnya kami terus menunggu." ujar shina sambil tertawa.


"Ya! kami sangat merindukanmu! kami bahkan tidak mencari mainan baru! apa kau tahu kenapa?!" ujar alva.


"A..apa?!"


"Itu karna... Kau itu mainan yang tidak bisa membuat orang bosan." sambung alva sambil mendekati wajah islie.


Wajah Islie terlihat jelas sangat ketakutan. ia sudah menebak mereka tidak akan membiarkannya pergi.


"To..long bi..biarkan aku pergi...Aku mohon jangan menggangguku.. aku akan melakukan apa yang kalian suruh tapi jangan memukulku." pinta islie menyedihkan.


"Owh! begitukah!?"


"Kalau begitu baiklah! kau bisa pergi membelikanku makanan, air apapun itu tapi jangan sampai membuatku menunggu,mengerti!!" suruh shina sambil menduduki meja yang ada diruangan tak terpakai itu.

__ADS_1


Islie langsung berlari kekantin dengan terburu-buru.


Tiga menit kemudian,islie sudah menuju ruangan itu sambil membawa bawaannya. tapi karna terlalu tergesa-gesa saat masuk ia tidak sengaja tersenggol kakinya sendiri dan....


"Byurr!! Bruakk!!!"


Minuman gelas plastik terbuka yang dibawanya langsung terlempar menuju wajah dan baju shina dan lainnya terkena makanan yang mudah hancur. mereka benar-benar kelihatan berantakan sekarang.


"Ohh tidak! Gawat!!"


"S*MPAH...KAU!!!!"" Wajah shina kelihatan benar-benar marah seakan emosinya meledak.


"Habislah aku! apa yang harus kulakukan!?" ucap islie dalam hati sangat panik.


"B*engs*k! apa kau sengaja melemparkannya pada kami karna kau ingin balas dendam hah!!!"


"Ti..tidak shina bukan seperti itu! aku bisa jelaskan!"


"Shina! sepertinya dia memang sengaja! dia ingin kita terlihat kotor didepan banyak orang. dia perlu diberi pelajaran!" sahut roxy emosi.


"S*MPAH.. KAU BENAR-BENAR!!!"


"Kau ingin membalas dendam hah!! Kalau begitu harus kutunjukan dimana posisimu!!" Ujar shina sambil menarik rambut islie.


Shina dengan marah menghantamkan kepala islie dimeja Sehingga islie merasa sangat kesakitan.


"Benturkan kepalanya lagi shina dia pantas mendapatkannya!"


Islie mencoba membela diri dan mengambil minuman di kakinya namun ia malah tak sengaja melemparkannya ke alva dan roxy.


"Kau.. beraninya kau!!"


Sampai beberapa menit penindasan pemukulan itu berlangsung, sampai mereka puas barulah mereka menghentikannya.


"Shina sudahlah! kita sampai disini saja, jangan sampai membuatnya pingsan,itu akan merepotkan kita!" ujar alva.


"Hari ini kau beruntung...aku tidak sampai..membuat mu berdarah!!" ucap shina dengan nafas ngos-ngosan.


Kemudian mereka pergi meninggalkan islie diruangan itu. islie masih diam seperti ulat yang bergulung ditanah setelah diganggu.


"Hiks.. Hisk..!"


Tangisan islie pelan namun terdengar sakit, tubuh islie gemetaran, wajah dan tubuhnya kotor seperti bermain tanah. islie merasa kesakitan dan ia sampai kencing di celana.


Ia pun mencoba bangun meski tubuhnya gemetaran dan menuju toilet. siswi lain yang ada ditoilet hanya merasa bingung melihat keadaannya dan pergi. islie mulai membersihkan dirinya.


Sampai bunyi lonceng pertanda masuk. ia masih sibuk membersihkan dirinya dan menghapus mata merahnya itu. setelah mengelapnya ia tidak lupa menunjukan wajah senyum sakitnya di cermin,mencoba mendapatkan kepercayaan dirinya lagi.


Setelah selesai ia mulai kembali dikelasnya dan saat membuka pintu....


"Kenapa kau baru datang!? kau tahu kau terlambat 3 menit dimana saja kau?"


"Lihat baju kotormu itu! apa kau sudah puas bermain!!"


"Tidak pak! Ini bukan....


"Kau ingin mengelak!? cepat berdiri diluar pintu! Renungkan kesalahanmu,sampai kuizinkan kau masuk kau tetap berdiri diluar!!"


"Bukkk!"


Islie berdiri diam diluar pintu. ia lalu duduk dan memeluk lututnya menangis.

__ADS_1


Ia sangat mengerti Penderitaannya tidak akan berhenti begitu saja,ini akan jadi pengalaman sekolah terburuk dalam hidupnya,dan akan menjadi trauma yang mendalam jika ia tak membalas apapun.


Setelah melepaskan kesedihannya ia pun pergi ketoilet membersihkan wajahnya.tapi saat ingin kembali ia melihat seseorang sedang berdiri didepan pintu kelas lain.


"Eh? Dia?!"


Bukankah itu si gadis hantu?! ternyata ia masih ada disini. apa yang dia lakukan berdiri disana?"


Islie berjalan mendekati gadis itu dan sampai disebuah kelas.


"Hei! apa yang kau lakukan disini?" tanya islie sambil memperhatikan no kelasnya.


"Ini Kelas 3A!!"


"Oh!kau ternyata! tidak ada, aku hanya memperhatikan kelas ini saja." jawabannya sambil senyum.


"Benarkah begitu?!"


"Hehe!"


"Ehh! Ada apa dengan keningmu? itu bewarna merah? bajumu juga sangat kotor, apa terjadi sesuatu?"


"Tidak! tidak ada apa-apa!" jawab islie mengelak.


"Hm! sudahlah jangan membohongiku, aku tahu semuanya." ujar gadis itu.


"Apa?"


"Kau pasti dibully kan! kau seperti itu karna kau tidak membalas mereka!"


"Jika kau tahu kenapa kau bertanya?!" ujar islie dengan memalingkan wajahnya dan terlihat sedikit kesal.


"Kau masih belum percaya padaku ya." ucapnya seperti bergurau.


"Siapa yang percaya pada hantu!" balasnya sambil berjalan.


"Ehh? jangan begitu, bukankah kita sudah lama menghabiskan waktu bersama."


"Hmm!" balas islie malas.


"Kenapa kau tidak membalas mereka saja! apa kau tidak pernah berpikir untuk membalas dendam."


Islie berhenti sejenak setelah mendengar perkataannya.


"Hmm?" gumam gadis itu bingung.


"Itu karna orang sepertiku lahir hanya untuk ditindas orang lain. takdir memang selalu mempermainkan orang lain, dan aku salah satu mainannya." balas islie dengan tatapan yang tidak bisa dijelaskan.


"Apa maksudmu? bukankah masih ada aku! aku bisa membuatmu terlepas dari takdir!"


"Hem! Omong kosong!" ucap islie tertawa senyum.


"Kau tidak percaya? aku serius loh!"


Mereka berbincang selama perjalanan kembali kekelas.


......................


Happy Reading❤


Jangan lupa beri Komen,Vote dan Like ya👍💙

__ADS_1


__ADS_2