
Setelah islie dipukul oleh ibunya habis-habisan diapun kembali kekamarnya untuk mengobati lukanya.
Selesai mengobati lukanya dia pun berbaring sebentar.Dia mengingat semua perlakuan buruk mereka kepadanya.
Dia merasa dirinya begitu menyedihkan dan lemah karna tidak mampu melakukan apapun.
Islie adalah anak kedua,dia mempunyai kakak laki-laki bernama Varga ia memiliki prestasi yang tinggi dan orang yang paling dihormati disekolahnya.dia adalah anak kebanggaan kedua orangtuanya.
Kakak tertua islie mempunyai wajah yang sangat tampan dan disukai banyak orang,dia adalah pria yang bijaksana dan orang yang paling dermawan disekolahnya.
Islie juga mempunyai adik laki-laki yang dua tahun lebih muda darinya bernama Vars.dia juga anak kesayangan dan dimanjakan oleh kedua orangtuanya.
Adiknya islie dia adalah anak yang suka di manjakan dia juga anak yang cukup populer karna nilainya yang bagus dan sifatnya yang nakal.
Walaupun begitu mereka sama dengan orang lainnya,sangat suka menindas islie.
Kakak tertua islie dia mempunyai wajah yang suka tersenyum di depan orang lain tapi dibelakang dia tidak ada bedanya dengan iblis.setiap kali dia pulang sekolah dengan mood yang kurang baik,dia selalu menyiksa dan memukul islie disetiap kemarahannya.bahkan islie bisa ditampar sampai lebam dan bengkak.
Kehidupan sehari-hari islie sama dengan neraka tidak ada tempat untuk bersembunyi.entah islie menghilang sekalipun tidak akan ada yang menyadarinya,karna walau dia didepan mata dia dianggap tak pernah ada.
Adik islie juga sangat suka menindasnya.dia selalu mengambil barang islie sesuka hatinya.terkadang jika islie menolak untuk memberikan sesuatu miliknya maka dia akan mengadu pada ibunya dan bilang kalau islie tidak memberikan barang yang dia inginkan.
Tidak ada tempat untuk islie.dia juga tidak tau harus berbuat apa.yang dia bisa hanyalah diam,karna kalau diam dan mengalah baginya akan mengurangi rasa sakit menyiksanya.
Tapi pemikiran islie sungguh salah karna apapun yang dia lakukan orang hanya memperlakukannya selayaknya b*n*tang.
Islie beranjak dari tempat tidurnya dan pergi menuju meja belajarnya.dia mengambil laptop didepannya dan membukanya.
Tempat untuk islie menenangkan dirinya hanyalah laptopnya dia senang membuat cerita sehingga dia membuat 'Cerita Novel' tentang kehidupannya sendiri.dia kadangmembayangkn andaikan dia bisa melakukan sesuatu seperti dicerita novelnya.terkadang ia memikirkannya tapi dia terus menyebut bahwa itu hanya'mimpi'
islie sepenuhnya menghabiskan waktunya hanya untuk cerita novel.
"Hah,sudah sore,mereka akan pulang."ucap islie dengan suara yang rendah.
islie pun mandi menyegarkan diri.
"Aish sakit sekali!!"ucap islie yang sedang membersihkan tangannya dengan sabun.
"Padahal luka yang sebelumnya belum sembuh sudah ada luka baru,aku yakin ini akan memakan waktu dua minggu baru pulih sepenuhnya."
"Hey anak si*lan kapan kau selesai mandi,cepat selesaikan!!" teriak ibu islie dari dapur."
"Baiklah aku akan selesai."islie dengan cepat menyelesaikan mandinya dan melihat ibunya yang sedang memegang pisau dengan tatapan marah.
"Lama sekali,kakakmu sudah pulang dan ayahmu akan segera pulang sebentar lagi, Jangan sampai terlambat menyiapkan makan malam,cepat potong sayuran itu"ujar ibu islie menyerahkan pisau ditangannya."
__ADS_1
"B..baik"! islie dengan cepat meraih pisau dan melakukan apa yang disuruh ibunya.
Makan malam
Sekeluarga makan malam dimeja yang sama saat itu.
"Nak,bagaimana sekolahmu hari ini,apa berjalan lancar?" tanya ayahnya kepada Varga.
"Tentu,Tadi guru bilang akan mengangkatku menjadi ketua Osis,tapi kubilang aku tidak pantas mendapatkannya tapi guru memaksaku.jawab varga dengan terseyum lebar dengan tangan menggaruk kepala.
"Wahh!!kau memang anak kebanggaan ayah.kau memang pantas mendapat pujian.ayah akan mendukungmu,kau pasti akan sukses dimasa depan nanti.ujar ayah memujinya.
"Tidak kok,itu hanya tugasku saja,aku pasti tidak akan pernah mengecewakan kalian."ucap varga.
"Kau benar-benar anak yang baik.Ibu sangat bangga padamu ibu akan membelikanmu laptop baru nanti.laptopmu yang lama sudah hampir rusak."
"Tidak apa ibu aku masih bisa memakainya,tapi aku juga butuh laptop yang baru aku akan sangat senang jika ibu membelikannya untuku.ucap varga dengan tersenyum.(Padahal sudah jelas ini perkataan yang sudah ia tunggu)
"Bagaimana denganmu Vars?"tanya ayahnya lagi.
"Aku juga sangat baik,Aku mendapat nilai sempurna saat ujian tadi dan guru memujiku anak pintar."
"Luar biasa vars kau memang anak yng cerdas,lanjutkan pelajaranmu dan jadilah seperti kakakmu besar nanti".
"Tapi sayangnya aku tidak melihat hal yang sama pada anak yang satu ini,hanya terlihat seperti sampah saja".ucap ayahnya sambil menatap islie dengan tatapan tajam.
"Sudahlah ayah kau sedang membicarakan siapa? Apa sampah yang sedang diam itu!
lebih baik kau jangan menghiraukannya. orang yang tidak punya status disini hanyalah orang yang tidak berguna!"ucap vagar dengan kasar tanpa melihat islie sama sekali seperti sedang membicarakan "Sampah yang tidak terlihat".
Islie hanya diam melihat sekeluarga yang 'Bahagia' didepannya itu,dia tau dia tidak punya tempat dikeluarga ini.Islie disana hanya terlihat seperti bayangan saja.
"Islie kau tidak punya keahlian dan prestasi apapun!lebih baik kau berhenti sekolah saja dan bekarja menjadi pembantu!!kau bisa lebih berguna daripada tidak sama sekali."ucap ibunya tanpa berpikir sama sekali.
Menurutku itu lebih masuk akal,dia juga tidak punya bakat apapun.hanya menyusahkan pergi sekolah saja."sahut ayahnya lagi.
Islie masih terdiam dia berpikir tidak sekolah juga tidak masalah itu juga bisa menguntungkannya untuk tidak menemui pembuli itu lagi.
Selesai makan malam mereka pun bubar dan asik mengerjakan urusan masing-masing.
Islie juga kembali kekamarnya.
Islie berpikir tentang perkataan kedua orang tuanya tadi.
"mungkin yang dikatakan mereka itu benar apa sebaiknya aku tidak sekolah dan berhenti saja!kembali menjadi sampah yang tidak terlihat lagi?"
__ADS_1
"Entah pilihan apapun itu tidak ada bedanya bagiku,aku akan terus menjadi "Sampah" dimata mereka.
Tiba-tiba pintu terbuka dengan suara yang cukup keras.
Varga menerobos masuk kekamar islie dengan wajah yang penuh emosi.
"Ka..kakak?? Ke..kenapa kau tiba-tib....
Kata-kata islie berhenti saat varga tiba-tiba mencekik leher islie dengan kuat.
"Br*ngsek bukankah sudah kukatakan jangan muncul didepan teman-temanku saat kau pulang sekolah!!kau harus diam-diam untuk pulang."
"Temanku mengejekku karna aku mempunyai adik bodoh sepertimu! kau tahu betapa malunya aku tadi!!!"ucap varga dengan marah.
"Ma..maafkan a..ku kakak, A..ak..u ti..tidak se..ngaja!!"ucap islie terbata-bata.
Varga pun melepaskan islie dengan kasar dan menampar islie sehingga dia terjatuh.
"U..huk..uhuk,islie batuk terus menerus sambil memegang kedua lehernya yang tercekik tadi.matanya merah dan sedikit keluar air mata karna tadi sangat menyakitkan.
Varga pun berjalan menuju islie dengan sangat emosi seakan dia ingin mengeluarkan semua amarahnya.
Vagar menjambak rambut islie dan mendekat kan wajahnya.
"Dengar jika kau sampai melakukan hal yang sama lagi ,maka aku akan mematahkan tanganmu seperti terakhir kali.
"Ba..baiklah aku mengerti,aku minta maaf! aku tidak akan mengulanginya lagi, ucap islie dengan suara bergetar dan meringis.
Dia takut vagar akan mematahkan tangannya lagi seperti terakhir kali.dia tidak ragu untuk menyiksanya.Tangan islie pernah hampir patah saat itu dan dia sampai dibawa kerumah sakit.
Karna dia merasa sudah cukup menyiksanya Vagarpun bangun.
"Baik, kau harus ingat apa yang kukatakan tadi,aku tidak ingin reputasiku hancur karnamu!!"
Diapun merapikan bajunya seolah tidak terjadi apapun dan bersikap arogan seperti biasanya,pergi keluar kamar tanpa rasa bersalah.
Setelah melihat vagar yang berjalan keluar islie pun tampak lega dan kemudian dia meringis kesakitan.
Islie bangkit dan kembali diam mengusap wajahnya,dia menjadi sedikit tenang.ia berbaring lagi dikasurnya islie merasa dia terbiasa dengan kesehariannya.namun dia tidak tahan dengan itu.
...****************...
Happy Reading❤
Jangan lupa beri Komen, Vote dan Like ya👍💙
__ADS_1