
Entah seberapa jauh islie berlari keluar sekolah dengan perasaan yang tak bisa dikatakan, bahkan ia masih membawa tasnya dan melewati jalan, dengan menahan emosi sedihnya. Tidak tahu berapa lama ia berlari.
Saat ada bus berhenti, islie langsung naik tanpa memperdulikan bus mana yang ia naiki. Islie terus diam tak bersuara atau tersedu sedikitpun.
Saat bus berhenti, islie keluar dan berjalan lagi ditempat yang sepi dan sampai disebuah tempat yang tidak asing. Di depan terlihat sebuah gedung yang dipenuhi oleh tanaman merambat diatasnya. itu adalah gedung terbengkalai yang pernah ia datangi sebelumnya.
Islie naik keatas gedung itu dan melihat pemandangan yang familiar di depannya. Ia memegang pembatas pagar besi berkarat yang melintang di dua sisidan akhirnya ia mengeluarkan emosi yang lama dia pendam.
Sedikit demi sedikit air matanya menetes kebawah. Ia tidak bisa menahan rasa tangis dan sakitnya. Kemudian islie menangis tersedu sedu dan menangis dengan suara yang keras seakan tangis yang ia tahan telah meledak.
"Kenapa? Padahal aku mengira itu akan berakhir dengan cepat. Kukira semua akan baik-baik saja
"Padahal aku tidak melawan mereka, aku tidak membantah perkataan kasar yang mereka lontarkan padaku. Aku pikir jika aku diam dan menuruti kata mereka maka aku akan baik-baik saja! Tapi itu tidak terjadi!"
"Mereka malah semakin menjadi! Apa sebenarnya yang mereka inginkan?! Aku tidak mengerti! Aku tidak mengerti!" ucap islie beserta tangisnya dengan suara yang terdengar serak.
Islie merasa benar-benar hancur, ia memiliki skandal besar disekolahnya. Bahkan gambar dirinya tersebar di seluruh sekolah. Itu langsung membuat dirinya hancur dalam semalam. Juga membuat islie putus asa dan kehilangan harapan.
Ia menatap bawah gedung, melihat ketinggiannya bisa membuat orang merinding. Tapi islie dengan keadaan mental yang tidak stabil membuat dia tidak bisa berpikir apapun, bahkan mempunyai pikiran yang nekat. Dengan nafas yang berat dan tangis sedu yang terdengar pelan, islie perlahan menginjak ke pembatas ketinggian yang sudah usang dan berkarat itu, berpikir untuk mengakhiri penderitaannya.
Dengan perasaan kosong dan tanpa sadar dia tidak takut akan ketinggian. Perasaan hampa membuatnya tidak takut pada apapun bahkan pada jurang maut di depannya.
Untung saja pada saat terakhir Lya muncul untuk menghentikan niatnya.
"Berhenti!! Apa yang kau lakukan?!" ucap Lya tiba-tiba.
"Ingin mengakhiri hidupmu? Apa kau bodoh!!" ucapnya lagi dengan suara yang keras.
__ADS_1
Islie menoleh perlahan melihat kearah Lya dengan tatapan kosong. Air matanya bahkan belum kering. Dirinya terlihat seperti raga tanpa jiwa.
"Terus? Apa yang seharusnya aku lakukan? Apa yang bisa kulakukan? Aku tidak bisa melakukan apapun." ucap islie putus asa.
"Terlalu banyak, terlalu menyakitkan. Jadi aku hanya ingin mengakhirinya." ucapnya lagi.
"Jadi kau ingin menyerah pada takdir? Ingin mencoba mengakhiri hidup. Itu benar membuktikan bahwa kau memang lemah. Jika kau mati, apa mereka akan menyesal? Tidak, itu akan membuat mereka berhasil akan tujuan mereka."
"Setidaknya sebelum mati kau harus melakukan sesuatu. Bukankah kau berniat untuk membalas dendam?!"
Islie mendengar apa yang dikatakan Lya itu benar, tapi mengingat namanya yang sudah hancur membuatnya tidak bisa berpikir. Entah bagaimana ia akan menghadapi tatapan orang-orang nanti. Dia lebih baik mati daripada tidak punya harga diri untuk berani muncul didepan mereka.
"Kau Tidak perlu takut." ucap lya yang membuat islie tersadar.
"Anggap saja kau telah mati, tidak menghiraukan kata-kata mereka atau pandangan mereka. Kau hanya perlu menganggap kosong disekitarmu, melakukan apa yang kau suka dan yang tidak pernah kau lakukan."
Perkataan Lya membuat islie tiba-tiba tersadar. Dia menyadari kalau dia tidak sendirian. Perkataan lya membuatnya mempunyai sedikit harapan.
Islie menggosok wajahnya menghapus air matanya.
"Kau-kau benar! Setidaknya aku harus melakukan sesuatu. Karena mereka telah keterlaluan dan selalu melakukan hal yang buruk mereka harus mendapat balasan.
"Mereka yang telah membuatku seperti ini, maka jangan salahkan aku jika tidak punya hati." ucap islie lantang. Matanya yang tadi berair dan putus asa sekarang terlihat marah dan penuh kebencian.
"Itu baru islie." ucap lya senang karena islie mengerti.
Islie pun membalas senyum. Ingin mengatakan sesuatu tetapi tiba-tiba sesuatu yang tak terduga terjadi. Pagar yang islie naiki tiba-tiba rusak. Karena sudah berkarat, lama dan tidak diperbarui itu menjadi rusak dan islie hampir terjatuh kebawah.
__ADS_1
Untungnya lya respek langsung menolong islie dan memegang tangannya. Islie pun berusaha naik keatas. Karena terkejut dan takut islie tanpa sadar melihat kebawah. Niat untuk bun*h diri tadi hilang dan ia langsung takut untuk mati. Itu dikarenakan dia memegang harapan.
Setelah berjuang islie berhasil naik keatas.Ia benar-benar merasa takut setelah mengalami pengalaman tak terduga itu.
Dia langsung tahu bagaimana rasa takut akan kematian itu.
Lya melihat islie yang baik-baik saja dan merasa lega. Islie melihat lya dan ia pun tertawa. Lya tidak mengerti tapi ia juga ikut tertawa, mungkin karena tentang apa yang terjadi barusan. Orang yang bertekad mati tiba-tiba takut pada langkah yang mereka injak sendiri.
Beberapa saat setelah mereka tertawa islie mengucapkan terima kasih kepada lya karena telah membuat dia sadar dan menolongnya. Juga berterima kasih karena telah menolong dan menghiburnya saat ia dalam masalah.
"Itu tidak masalah, aku juga ingin melihat sesuatu yang menarik." ucap Lya.
Tidak tahu sudah berapa lama mereka berbincang sangat lama. Islie menceritakan tentang masa lalunya yang tidak pernah damai dan kelakuan buruk orang disekitarnya. Mengingat itu semua membuat islie menjadi semakin bertekad balas dendam. Kebenciannya menjadi semakin dalam, islie berencana untuk tak peduli pada apapun lagi dan ingin memulai rencana.
"Kali ini aku tidak akan tinggal diam, jadi lya kau akan membantuku kan."
"Tentu saja, dengan senang hati." balas lya.
Islie melihat sekitarnya dan hari sudah siang beberapa jam lagi akan sore. Ia pun berdiri.
"Kalau begitu, mari kita pulang." ajak islie tersenyum.
Dengan begitu islie pulang dengan suasana hati yang baik.
...****************...
Happy Reading❤
__ADS_1
jangan lupa beri Komen,Vote dan Like ya👍💙