
Islie menatap lama lya kemudian ia menundukan kepalanya kembali.
"Mungkin bicara itu mudah Lya tapi sulit untuk dilakukan. Aku...masih ragu dengan diriku sendiri. Aku takut, jika disaat aku sudah berada dipuncak,aku akan kembali keawal lagi karna ketakutanku. Aku.... Tidak tahu apa yang harus kulakukan." ucap islie sedih sambil meletakan tangan diatas kepalanya.
"Sekarang yang perlu kau lakukan adalah memilih islie. Kau memilih untuk menjadi pecundang sampah yang selalu ditindas sampai akhir hidupmu atau kau membalas dendam dan melampiaskan semua emosimu selama ini dan membuktikan kalau kau bukan orang yang tidak berguna."
"Ini bukan hanya tentang memilih islie, juga bukan permainan anak-anak,tapi ini adalah penentu hidupmu. Pilihan yang berbeda akan memiliki akhir yang berbeda juga. Pilih sesuai yang dikatakan hatimu."
"Tapi Lya...bukankah jika aku membalas dendam dan menyakiti mereka,aku tidak akan ada bedanya dengan mereka.aku akan menjadi 'Shina' yang baru yang selalu menindas. Apa bedanya? Aku tidak tahu lagi!"
Islie merasa tak berdaya ia takut kalau membuat pilihan yang salah,dan tidak berani mengambil keputusan apapun.Tapi tentu saja Lya tidak akan membiarkan itu.
"Kau tidak perlu memikirkan itu, Kau tidak akan menyakiti mereka atau melukai siapapun. Kau hanya perlu memilih membalas dendam dan aku akan mengurus sisanya." ucap Lya.
Jangan khawatir aku tidak akan melukai mereka, tapi....aku akan membuat mereka terluka dengan sendirinya." ucap lya lagi sambil tersenyum seperti sudah merencanakan sesuatu.
Islie terdiam dan menunduk kembali,ia masih ragu dengan keputusannya. Sehingga membuat Lya sedikit kesal.
"Kau masih ragu? Aku tidak tahu apa yang kau pikirkan. Jika aku menjadi kau, aku tidak akan selemah itu dan langsung mengambil keputusan islie,kau terlalu baik atau terlalu pengecut?!" ucap Lya geram.
__ADS_1
Islie yang mendengar perkataan Lya merasa tidak senang dengan perkataannya,dan menatap tajam Lya.
"Aku bukan pengecut! Aku hanya....
"Lalu apa? Merasa kasihan dengan mereka?" ujar Lya memotong pembicaraan islie yang belum selesai.
"Apa mereka pernah merasa kasihan padamu?! Tidak,Tidak pernah!"
"Dengarkan aku,kau tidak bisa terus menjadi orang yang baik dan tidak ingin membalas. Apa kau tahu kenapa didunia ini ada orang yang jahat? Itu karena orang yang jahat adalah orang yang disakiti. Mereka menjadi jahat karena selalu ditindas oleh orang yang lebih kuat dari mereka,dan ketika mereka menjadi kuat,mereka tidak akan ditindas lagi."
"Kau juga harus melakukan hal yang sama. Kau tidak perlu melakukan apapun. Aku akan membantumu dan mengurus semuanya"
Islie terdiam sesaat, kemudian ia berdiri sambil menghapus air matanya.separuh bajunya basah karna terciprat air hujan didepannya. Wajahnya tampak telah memutuskan.
"Baiklah, aku telah memutuskannya."
"Lya! Aku....ingin membalas dendam.aku ingin mereka membayar apa yang telah mereka perbuat. Aku....juga ingin merasakan menjadi orang yang bahagia.untuk itu aku harus melakukan apapun."
"jadi Lya.... Aku.... Setuju! Aku harap kau bisa membantuku." ucap islie setuju dan menjabat tangan Lya.
__ADS_1
"Tapi Lya, sekarang apa yang harus kulakukan? Walaupun aku telah memutuskannya, sekarang aku berada diluar.sepertinya mereka benar-benar ingin mengusirku." ucap islie menundukan kepala sedih.
"Apa sebaiknya aku pergi ke gedung itu lagi?"
"Tidak! Kau tidak boleh pergi kesana!" balas Lya membantah.
"Kenapa??" tanya islie.
"Jika kau pergi ke gedung itu, kau akan makin sulit untuk membalas dendam.bagaimana kau bisa pergi kesekolah dalam keadaan seperti ini? Bukankah akan sulit jika kau tidak bertemu dengan pembulimu?!"
"Kau benar juga. Tapi aku....
"Sekarang yang harus kau lakukan adalah menunggu. Kau harus bertahan dengan keluargamu, jadi kau harus meminta pada mereka untuk tidak mengusirmu." ucap Lya.
"Jika mereka tidak ingin? Aku tidak percaya jika mereka akan menerimaku. Ayahku sepertinya sudah sangat marah. Dalam kemarahannya,tidak tahu apa yang bisa dia lakukan." balas islie dengan lesu.
"Apapun itu,yang pasti kau jangan sampai keluar dari tempat ini. Kalau soal kau diterima atau tidak, Aku bisa menjamin kau pasti tidak akan diusir." ucap Lya dengan yakin.
Walaupun islie tidak tahu apa maksud perkataan Lya, tapi dia tetap diam dan menyerahkan semuanya pada lya. Dia mau tidak mau percaya padanya.
__ADS_1
Sampai itu,Islie terus menunggu. Hujan tetap tidak berhenti.cuaca juga sangat dingin. Air hujan tidak hentinya menciprat kearah islie. Satu malaman islie berada di luar sampai ia tertidur dengan kedinginan hanya berselimut jaketnya yang sudah usang.Dia pun tertidur sampai pagi tiba dengan hujan yang sudah reda.