
Bunyi bel sekolah pun berbunyi menandakan akhir jam pelajaran sekolah selesai dan waktunya untuk pulang.
Siswa/siswi pun keluar dari kelas menuju gerbang sekolah. ada yang berlari menuju mobil yang datang menjemput ada juga yang berjalan kaki.
Ketiga siswi itu pun dengan santai menuju keruang penyimpanan barang dengan tawa mereka yang senang tanpa rasa bersalah.
Membuka pintu
"E-hem!sepertinya masih ada yang duduk disini apa dia sedang makan kertas bekas hahaha", ucap shina yang dengan santainya membuka pintu dengan memegang tas.
Islie yang sedang duduk meringkuk itu pun langsung berdiri dan menuju pintu.Shina pun dengan sengaja melintangkan kakinya yang membuat islie terjatuh.
"Kau pikir kau bisa pergi semudah itu"! ucap shina sambil menggenggam rambut islie.
Islie hanya bisa meringis kesakitan.
"Bisa kau tolong lepaskan aku?aku tidak masuk kelas hari ini dan dikurung seharian,aku hanya ingin pulang dan bisakah kau tidak membuliku lagi?" pinta islie dengan nada kesakitan.
"Apa katamu? aku akan tetap menghukummu kalau aku belum puas mengerti!" balas shina dengan kasar dan melepaskan rambut islie dengan menghentakkan kepalanya kebawah.
__ADS_1
"Sudahlah shina,"sahut roxy, "kita masih ada hal penting yang harus dilakukan sebaiknya kita pergi sekarang karna yang lain sudah menunggu,kalau soal dia kita urus nanti saja,kita sudah cukup untuk memberi dia hukuman,Jika tidak hari ini masih ada hari lainnya kan hehe!"Roxy dengan senyum menyerigai menatap islie.
"Baiklah,"balas shina singkat."Hari ini kau selamat tapi belum tentu dihari lainnya",ucap shina dengan tatapan jahat.
Islie berdiri mengambil tasnya dan langsung berlari keluar kelas dengan jalan yang sedikit terombang-ambing.
Masih terdengar suara tawa mereka yang terkekeh-kekeh dari belakang.
…………………………………………………………………………………
(Sesampainya dirumah)
Islie berada didepan rumahnya ia diam selama beberapa saat sedang memikirkan apa yang menunggunya setelah ini.
"Hei!Kenapa kau baru pulang?apa kau mencoba untuk pulang terlambat supaya tidak mengerjakan tugasmu,lihat pakaianmu kotor sekali!"tegur wanita paruh baya itu,dia adalah ibunya islie. Islie diam tak membalas.
"Kenapa kau masih diam cepat pergi sana kerjakan tugas rumah yang belum selesai!" sambungnya lagi.
Dia bahkan tidak memperdulikan islie dan mempertanyakan keadaannya.
__ADS_1
Islie pulang dengan pakaian kotor dan lusuh karna ia telah berada diruangan penyimpanan dalam waktu yang lama,bahkan dia punya luka ditangan dan kakinya keadaannya sangat memprihatinkan namun tidak ada yang memperhatikannya.
Islie berjalan menuju ruang tamu terlihat adik laki-lakinya yang sedang asik bermain game dia pun lanjut menuju kamarnya dan mandi untuk menyegarkan dirinya kemudian menuju dapur.
dia melihat dapur yang begitu kotor dan piring yang berserakahan seperti sampah.
Dia tidak mengeluh dan mengerjakan tugasnya setelah menyapu bersih dapur dia pun mencuci piring.
Saat sedang mencuci piring tangan islie yang terluka pun terkena sabun cuci sehingga membuat tangannya perih dan tidak sengaja melepaskan piring di tangannya.
"Prakkk!" terdengar suara pecah piring yang keras.ibu islie yang mendengarnya pun bergegas menuju kedapur.
"Lihat apa yang kau lakukan!kau memecahkan piringnya apa kau tidak bisa melihat dengan jelas! tidak bisa mengerjakan tugas mudah dengan benar kau benar-benar pemalas".tegurnya dengan sangat marah,dia sama sekali tidak memperdulikan tangan islie yang berdarah.
Kemudian dengan kemarahannya ibu islie mengambil kayu rotan dan memukul belakang islie dengan keras tanpa rasa kasihan.
"Sudah disuruh tidak dikerjakan dengan benar!sudah beruntung diberi tempat tinggal, tidak tahu terimakasih."ucap ibu islie sambil memukul islie berkali kali.
"Hu hu hu jangan pukul lagi aku tahu aku salah".pinta islie memohon tapi ibu islie masih memukul dengan kemarahannya.
__ADS_1
"Lebih baik kau tinggal diluar saja daripada menjadi beban disini!"ucapnya lagi dengan pukulan yang lebih keras,dia juga memukul tangan islie yang terluka.
Disaat itu Islie dipukul untuk waktu yang cukup lama dan sampai ibunya sudah puas dan berhenti memukulnya.