My Revenge Is Your Regret

My Revenge Is Your Regret
Bantuan atau Muslihat?


__ADS_3

"Ibu,Tunggu!!"


"Vars? Ada apa?"


Islie dan ibunya cukup kaget karena vars berbicara dengan nada yang cukup keras dan terkejut dengan tindakannya yang tiba-tiba.


"Ibu, tunggu dulu! Apa ibu benar-benar akan mengusir kakak?" tanyanya.


Saat vars berkata seperti itu,perkataannya seperti memiliki maksud.


"Vars, apa maksudmu? Tentu saja ibu akan mengusirnya setelah ibu memaksanya.dia sama sekali tidak mau pergi,jadi harus diberi pelajaran. Jawabnya.


"Ibu, bisakah kakak tetap disini dan jangan mengusirnya?" pintanya.


Ibunya cukup terkejut dengan apa yang di katakan vars, apa lagi islie yang merasa sangat mustahil untuk adiknya berkata seperti itu.


"Vars, apa kau baik baik saja? Apa kau sedang sakit hari ini?" ucap ibunya sambil memegang dahi dan bahu vars dengan wajah yang khawatir beserta bingung.


"Ibu,aku tidak......


"Atau mungkin kakakmu yang bodoh itu mengancammu? Vars, jangan takut ada ibu disini, kau tidak perlu takut. Siapapun yang berani mengancammu... Pasti akan menerima akibatnya!" ujarnya dengan nada mengancam memandang kearah islie.


"Tidak ibu! Tidak ada yang mengancamku.Aku hanya...tidak ingin kakak....


"Fuhh!(menghela nafas) jika kau tidak mau kakakmu yang bodoh itu pergi, Baiklah. Kau bisa melakukan apapun yang kau mau." ucapnya sambil mengelus kepalanya.


"Baiklah,Terima kasih ibu!" ucapnya tersenyum.

__ADS_1


Setelah itu, ibu islie melihat islie dan menatapnya dengan sinis, sangat berbeda dengan caranya memandang vars.


"Kau dengar itu islie!? Bahkan kau sangat buruk dan berprilaku tidak senonoh dibelakang, adikmu masih saja baik untuk tidak membiarkanmu pergi. Kau seharusnya belajar darinya. Bukan terus menjadi sampah." ucapnya dengan kasar.


"Vars, entah ibu punya kebaikan apa dimasa lalu,sampai bisa mempunyai anak yang baik dan cerdas sepertimu. Ibu sangat bangga sekali." pujinya.


Vars membalasnya dengan tersenyum,dan mereka Pun ingin masuk kedalam. Ibu islie menoleh kebelakang melihat islie dengan tatapan tidak senang.


"Apa yang kau tunggu? Ingin digendong baru masuk kedalam? Cepat masuk sebelum aku berubah pikiran!" ucapnya dengan kasar.


"Ba...baiklah!" balas islie berkeringat dingin.


Saat islie berdiri dan ingin ingin masuk,sebelum sampai dipintu depan,ibunya menghentikannya.


"Berhenti! Apa kau ingin masuk kedepan rumah dengan keadaanmu yang kotor ini?! Masuk dari pintu belakang sana! Kau hanya akan mengotorkan lantai!!" tegurnya.


"Cih, masih beruntung kau tidak jadi kuusir, tapi malah ingin masuk semudah itu." gumamnya.


"Tidak, tidak mungkin vars menjadi baik semudah itu. Pasti ada alasan dibalik tidakannya. Tidak mungkin untuknya membelaku,yang dia selalu merebut apapun dariku.sangat aneh jika tiba-tiba dia berubah.entah apa yang akan dia lakukan nantinya."


"Perubahan mendadak macam apa ini?! ini seperti mimpi yang terasa nyata."


"Ini Bantuan atau Muslihat tersembunyi?!"


"Apa.... Yang sebenarnya terjadi??"


Islie kemudian melihat kearah vars yang masuk kedalam.sekilas dia melihat vars yang tersenyum aneh dari belakang punggungnya. Ini membuat islie merasa apa yang dipikirkannya itu benar.

__ADS_1


Tiba-tiba islie berkeringat dingin,seakan dia merasa akan ada sesuatu yang terjadi lebih buruk daripada diusir.Seperti seseorang yang dibantu untuk menuju neraka,dan telah berhasil masuk perangkap.


Diapun menuju pintu belakang untuk membersikan dirinya.


Setelah itu islie mandi dan kembali kekamarnya. Sebelumnya varga bertanya tentang islie, kemudian ibunya menjelaskan apa yang terjadi. Tentu saja varga dan ayahnya bingung atas tindakan vars yang tiba-tiba.


Islie juga tidak percaya vars akan berubah sesingkat itu, dan terus meragukannya. Walau begitu islie tidak terlalu memikirkannya sekarang jadi dia hanya akan beristirahat dikamarnya. Karena islie semalaman berada diluar saat hujan dan cuaca yang dingin tanpa selimut, tubuhnya sangat panas dan lemah. Dia hampir tidak bertenaga sama sekali dan hanya ingin tidur untuk membuang rasa lelahnya.


Pertanyaan yang terus mengelilingi pikirannya diabaikannya untuk sementara waktu,dan berpikir,mungkin yang terjadi hanya keberuntungannya saja.


Islie demam,karena itu dia meminta izin pada ibunya untuk tidak pergi kesekolah.walaupun ibunya mengoceh tidak jelas tapi dia tetap membiarkan islie tidur dan tidak pergi kesekolah


Beberapa jam setelahnya islie tertidur,dia sudah berkeringat dingin dan merasa tidak nyaman. Kepalanya sakit, tetapi tidak ada yang memperdulikannya atau memberinya obat.


Saat itu islie merasa haus dan ingin minum.walaupun tubuhnya lemah Dia tidak akan berteriak dan meminta air seperti yang biasa kakak dan adiknya lakukan.jadi dia hanya akan mengambil air sendiri. Menyimpan air disebelah samping tempat tidurnya untuk cadangan saat dia ingin tidur. Setelah itu mengambil obat sendiri.islie melakukan semuanya sendirian.hal ini hal yang biasanya islie lakukan disaat dia sakit.hanya bisa pandai-pandai sendiri.tidak ada yang mengerti dirinya.


Tapi tidak lama setelah islie keluar lagi, dia melihat Lya yang sudah berada dikamarnya. Ia sedang duduk diatas meja belajar islie sambil tersenyum saat melihat islie.


"Oh, kau disini! Nyaman sekali ya! Bisa muncul dimana saja tanpa berjalan." ucapnya lemah tapi tak peduli.


"Aku tidak melihatmu tadi pagi, kemana saja kau tidak kelihatan??"


"Apa pertanyaan itu penting sekarang!? Entah aku muncul atau menghilang itu tidak penting, Yang paling penting sekarang aku sudah membantumu dan kau berhasil kembali kerumahmu.bukankah sebelumnya kubilang kalau aku akan membantumu. Lihat,aku berhasil bukan."


Islie menatap Lya dan berpikir tentang itu. Merasa ada yang aneh, islie menduga sifat vars yang tiba-tiba pasti ada hubungannya dengan Lya.


......................

__ADS_1


Happy Reading❤


Jangan lupa beri Komen,Vote dan Like ya 👍💙


__ADS_2