My Revenge Is Your Regret

My Revenge Is Your Regret
Cara menyelesaikan Masalah


__ADS_3

Sesampainya islie di rumah, ia melihat ibunya yang sudah menunggunya. Islie menebak pasti ibunya telah mengetahui yang sebenarnya, dan akan memarahinya kemungkinan ia akan dipukul lagi. Melihat raut wajahnya yang marah membuat semuanya menjadi mungkin.


Islie yang Biasanya melihatnya akan ketakutan dan memikirkan bagaimana ia akan dipukul dengan sadis sekarang malah terlihat santai seakan tak terjadi apapun. Ia bahkan menunjukan wajah sendu tak bereksperesi yang membuat ibunya semakin kesal setelah melihatnya.


"Aku pulang! Ucap islie setelah memasuki rumah.


Ibunya melihatnya dengan kesal kemudian menegurnya.


"Islie, apa ini?! Kau bolos sekolah!!"


"Ya!! Jawab islie singkat seakan tak peduli.


"Apa kau tahu kepala sekolah tadi menelepon!! Dia bilang, kau bukan hanya membolos, tapi menyebabkan sebuah masalah? Sekarang disekolah penuh dengan fotomu yang kotor itu!! Kau benar-benar membuatku malu! ucapnya dengan marah.


"Ya, maafkan aku! Besok aku akan pergi kesekolah untuk minta maaf!" balas islie dengan nada datar.


Ibunya yang mendengar ucapan islie pun semakin marah, dan mengatakan kalau islie sama sekali tidak punya rasa malu masih berani pergi ke sekolah.


"Baiklah, aku sama sekali tidak akan peduli! Kau pergi jika kau tidak punya malu, jangan sampai melibatkan kakakmu, jika kau sampai melibatkannya maka.... Aku benar-benar akan mengusirmu!! Ucapnya pergi dengan marah.


"Heh, peduli? Kakak? Kau bahkan tidak pernah peduli padaku, masih bilang kau ibu yang baik?!" ucap islie dalam hati sambil mengepalkan tangannya.


Setelah itu islie kembali kekamarnya.


Islie langsung berbaring di kasurnya memikirkan apa yang selanjutnya dilakukan. saat memikirkan, Lya tiba-tiba muncul. Tapi karena terbiasa dengan itu, islie tidak terlalu kaget.


"Kau sedang memikirkan apa yang ibumu ucapkan atau memikirkan rencana?" tanyanya.


"Aku tidak mengingat hal yang tidak penting." balas islie singkat tak peduli.


"Woah, sekarang kau benar tahu cara bersikap dingin ya. Tidak lagi memikirkan ucapan yang tidak penting. Tadi saja kau sangat luar biasa, Bisa setenang itu." ucap lya memuji.


"Menurutmu apa yang harus kulakukan setelah ini? Tidak mungkin langsung menyerang mereka,kan?"

__ADS_1


"Tentu saja tidak! Kau belum siap. Yang pasti kau harus membereskan masalah foto itu."


Islie juga sadar bahwa ia masih harus membereskan masalah itu, tetapi ia masih tidak tahu bagaimana menyelesaikannya. foto itu juga benar-benar masalah karena itu bisa merusak reputasi sekolah. Kemungkinan besar islie juga akan di keluarkan dari sekolah. Itu adalah masalah besar."


memikirkannya saja membuat kepala pusing. islie tidak bisa menemukan cara dalam waktu singkat. Islie tanpa sadar tertidur karena terlalu lelah. Lya juga tidak menggangunya.


Tidak tahu ia tidur berapa lama, sampai seseorang membuka pintu kamar islie kemudian menutupnya dengan kasar yang membuat itu berbunyi keras. Islie pun bangun karena terkejut.


Saat melihat siapa yang masuk ternyata itu adalah Varga kakaknya islie. Varga menunjukan wajah yang tidak terlihat baik.


"Ka-kakak? A-ada apa?" tanya islie berkeringat.


Varga tidak mengatakan apapun dan terus memandang islie dengan muka marah.


"Sepertinya dia sedang dalam suasana hati yang tidak baik. Apa karna itu?" ucap islie dalam hati.


Tanpa mengucapkan sepatah kata varga langsung menampar islie dengan keras yang membuat islie terjatuh.


"Kakak!?"


Tidak berlama lama setelah ia puas, varga memperingatkan islie untuk segera mencari cara menyelesaikannya atau tidak dia sendiri yang akan keluar dari sekolah. Jika tidak varga akan menyiksanya setiap hari. Setelah mengatakan itu dia keluar meninggalkan islie yang kesakitan.


Islie bahkan tidak tahu harus berbuat apa. Bahkan rasa keputus asan mulai menguasainya.


Dua hari kemudian, karena ingin menenangkan situasi. Sebelumnya Wali kelas islie menelepon dan mengatakan untuk jangan pergi kesekolah untuk sementara.juga tidak lupa mengatakan kemungkinan besar islie tidak akan bersekolah lagi,karena masalah tidak kecil(ini juga rencana shina) Islie juga tidak pergi keluar karena itu pekerjaannya menjadi sangat banyak dirumah. Ia bahkan masih berpikir dan belum tahu harus berbuat apa(Tidak mungkin tinggal diam menunggu dikeluarkan dari sekolah)


"Kak!!" tegur vars.


islie menoleh dan melihat vars yang sedang memakai baju jaket merah dengan konsol game yang dipegangnya.


"Bersihkan kamarku aku mau main!" ucapnya acuh tak acuh.


"Apa??"

__ADS_1


"Kenapa? kau tidak mau? hey, ingat! aku yang menolongmu saat kau ingin diusir, apa kau kira aku baik padamu semudah itu."


islie kesal tapi dia tetap membantunya membersihkan, dan ia masuk ke kamar vars. disana terlihat berantakan. bajunya bersebaran kemana-mana, kasurnya berantakan bahkan banyak makanan ringan yang jatuh dilantai. benar-benar pemandangan yang tidak enak dipandang.


Beberapa jam setelahnya, islie selesai membereskannya. saat islie beristirahat ia melihat hpnya yang pernah diambil oleh vars tersimpan di celah kasur.mungkin karena ia terlalu sibuk jadi tidak memperhatikan.


Islie sangat senang setelah melihat hpnya, tapi setelah itu Lya tiba-tiba muncul.


"Islie, itu hpmu kan?"


"Ahh, iy. kenapa memangnya?(jangan tiba-tiba muncul)


"Hm, kau bisa membawanya di sekolah,kan?"


"Tentu Bisa."


"Sebentar! kenapa kau bertanya? katakan yang jelas, jangan membuatku bingung."


"Kalau begitu aku sudah menemukan caranya." ujar lya tersenyum misterius yang membuat islie semakin bingung.


"???"


"Cara menyelesaikan masalah dikeluarkan dari sekolah!! baiklah,kalau begitu besok kita pergi!" ucapnya lagi tidak lupa juga ia tersenyum.


"???"


"Ha? apa?"


Islie bahkan belum/tidak mengerti apa yang dikatakan lya.


...****************...


Happy Reading❤

__ADS_1


Jangan lupa beri Komen,Vote dan Like ya 👍💙


__ADS_2