
setelah semua pelajaran telah usai aku dan kimoro keluar kelas bersama-sama, sesudah di luar kelas kimoro bertanya kepadaku.
" Laudi bagaimana kalau kita bersantai di taman baca sebelum kita pulang, dan sebelum kita pergi ke taman baca, kita membeli minuman dan Snack bagaimana apakah kamu mau pergi?" pukas kimoro kepadaku.
saat itu aku sedang melamun, kimoro memanggilku beberapa kalau bahkan dia menepuk tanganku.
" laudi, laudi" panggil kimoro sambil menepuk tanganku.
" aa iya, maaf aku tidak mendengar panggilanmu" kataku.
"Tidak apa, kau sedang melamun memikirkan apa?" tanya kimoro dengan heran.
" Tidak, aku tidak memikirkan apa-apa. jawabku.
" Bagaimana apa kamu mau?" tanya kimoro.
" Baiklah aku setuju saja." jawabku.
aku terus memikirkan bagai mana nanti kalau kimoro bertanya tentang luka di tanganku, jawaban apa yang akan aku berikan.
aku dan kimoro membeli beberapa minuman dan Snack, sesudah kami berdua membelinya aku dan kimoro menuju ketaman baca.
di taman baca aku dan kimoro memilih buku yang sudah di siapkan oleh para petugas,aku dan kimoro mengambil buku yang berbeda.
kimoro membaca buku yang berjudul perjuangan, sedangkan aku membaca buku yang berjudul, bagai mana cara memberikan sikap peduli ke pada seorang teman.kami berdua membaca buku di bawah pohon besar, aku sangat menghayati isi buku itu.
beberapa lama setelah itu, kimoro bertanya kepadaku.
" laudi, aku ingin memberikan sebuah pertanyaan untukmu, tapi kamu harus jujur menjawabnya" pukas kimoro.
" iya, aku akan menjawabnya, memangnya pertanyaan apa yang kamu ingin tanyakan?" tanyaku.
" kenapa kamu mengorbankan dirimu untuk ku, padahal tanganmu lebih parah lukanya dariku? kenapa kamu sangat peduli kepadaku, aku tidak pernah seserius kepedulian sepertimu kepadaku." tanya kimoro dengan mimik muka yang serius.
" Aku tidak bisa menjelaskannya kepadamu, aku melakukan semuanya karena aku ingin membantu saja" jawabku.
"Tidak, aku ingin mendengar jawaban yang lebih pasti darimu" pukasnya.
"kau ingin aku menjawabmu dengan jawaban serius dan pasti?" tanyaku sambil menatap kimoro.
__ADS_1
"yup, benar tapi kalau bisa jangan menatapku seperti itu, kau cukup mengatakan saja" pukas kimoro.
" kamu jangan terkejut mendengar jawaban dari ku. aku peduli kepadamu karena, aku tidak mau menyusahkan orang lain yang aku sayangi." jawabku sambil menatap kimoro.
" Maksudmu "sayang" aku tidak mengerti" pukas kimoro dengan muka terkejut.
" Aku sudah mengatakan kalau kamu mendengar jawaban dari ku, jangan terkejut.
maksud dari kata "sayang" adalah aku sudah menganggapmu sebagai saudaraku kandungku, ya walaupun aku tidak pernah punya saudara kandungku. itulah perinsipku, kalau aku sudah dekat dengan orang itu, aku rela mengorbankan dan menyakiti diriku sendiri demi orang tersebut." jawabku dengan tegas.
" Aku tidak pernah memikirkan kata-katamu sampai ke situ. aku hanya biasa saja kepadamu, aku hanya peduli layaknya seorang teman" jawab kimoro.
" Aku tidak pernah berpikir orang itu membalas kepadaku apa yang aku perbuat untuknya, ya intinya aku menyayangi orang tersebut, aku menganggap dia sebagai saudaraku, ya walupun orang itu menganggapnya biasa saja, tapi aku menganggap kepedulian ku terhadapnya adalah komitmentku." jawabku.
" kata-katamu itu tidak pernah terpikir di dalam benakku,aku sudah mengerti sekarang kenapa kamu peduli denganku." pukas kimoro.
kami berdua masih membaca buku yang kami pegang , aku terus melihat kimoro dia hanya diam menatap bukunya itu. mungkin dia terus kepikiran tentang kata-kata yang aku ucapkan kepadanya.
setelah beberapa menit kemudian aku dan kimoro sesudah selesai membaca di taman baca. kami bersua memutuskan untuk pulang, saat kami telah pergi, hujan turun dengan sangat deras sehingga kami berdua basah kuyub. aku dan kimoro tidak memutuskan untuk berteduh sejenak menunggu hujan berhenti, tapi karena kami berdua sudah terlanjur basah. jadi kami berdua tetap melanjutkan perjalan pulang.
aku dan kimoro mengayuh sepeda dengan sekencang-kencangnya. aku tidak menyadari kalau kimoro jauh tertinggal di belakang. setibanya aku di rumah, aku terus menunggu kimoro, dalam hatiku kenapa kimoro lama sekali, karena aku sudah lumayan lama menunggu kimoro, aku memutuskan untuk menyusul kimoro. di tengah hujan yang deras aku mengayuh sepedaku dengan pelan, supaya aku bisa melihat kimoro dengan jelas.setelah aku begitu lama mencarinya, akhirnya aku menemukan kimoro, dalam hatiku akhirnya aku bisa menemukannya, kalau tidak perjuanganku mencarinya sia-sia saja.ternyata kimoro berhenti dan berteduh di sebuah halte bus. aku kemudian berhenti dan mengayuh sepedaku ke tempat kimoro duduk yaitu halte bus.
" kimoro maafkan aku" pukasku.
" Tidak apa, kenapa kamu harus meminta maaf kepadaku, lagiankan aku juga yang mengajakmu untuk mengayuh sepeda dengan kencang, aku pikir kamu tidak akan menyusul ku" pukas kimoro.
" Aku sudah mencarimu kemana-mana setelah aku menyimpan tasku di teras rumah, aku juga belum masuk ke dalam rumah." ujarku.
" maafkan aku karena telah merepotkanmu." jawab kimoro.
" Tidak apa aku hanya kawatir dengan dirimu" jawabku dengan tersenyum.
setelah kami menunggu beberapa lama akhir nya hujan berangsur-angsur mereda.aku dan kimoro memutuskan untuk pulang, di perjalanan kami berdua mengayuh sepeda dengan santai. tapi hujan kembali lagi mengguyur bahkaln lebih deras dari yang pertama dan kali ini juga hujan di serati angin kencang dan Sambaran kilat yang memancar di langit.
Aku dan kimoro akhirnya sudah sampai di rumah, setelah aku membuka pintu rumah, aku langsung menuju ke kamar mandi, aku lanngsung membersihkan badanku. setelah aku selesai kemudian kimoro masuk ke kamar mandi. aku kemudian menuju ke kamar untuk berganti pakaian. setelah itu aku kembali ke lantai bawah lagi aku membuatkan teh panas untukku dan kimoro. sesudah selesai dan berganti pakaian, dia duduk di sampingku, aku kemudian bertanya kepada kimoro.
" kimoro apakah kamu tidak merasa kedinginan? " tanyaku.
" Aku kedinginan" jawanya singkat.
__ADS_1
" Tunggu sebentar, aku sudah membuatkan teh panas untukmu" pukasku sambil mengambil teh panas yang sudah aku buat.
setelah aku mengambilnya aku memberikan teh tersebut kepada kimoro.
" kimoro ini tehmu" kataku sambil memberikan teh itu.
kimoro kenapa ya, dari tadi dia hanya diam saja, dan tidak merespon apa yang aku bicarakan" kataku dalam hati.apa aku harus bertanya kepadanya?" tanya ku dalam hati
" Komoro kamu kenapa ? apakah kamu sednag sakit atau sedang tidak enak badan?" tanyaku penasaran.
" Tidak" jawabnya singkat.
" apakah kamu marah denganku, karena tadi aku meninggalkan mu" pukasku.
"Tidak " jawabnya dengan cepat.
" Baiklah kalau kamu tidak mau bicara, aku menonton saja" jawabku.
sepertinya Kumoro sendang memikirkan sesuatu, apa aku menyinggung perasaannya." tanyaku dalam hati. sudah biarkan saja mungkin dia tidak mau menjawab pertanyaanku.ya mungkin menurutnya itu tidak penting.
Aku melihat Kimoro, sepertinya dia kedinginan, setelah itu aku pergi ke kamarku untuk mengambil selimut untuk kami berdua, aku memberikan selimut kepadanya.
" Kimoro ini selimut untukmu, kelihatannya kamu kedinginan" kataku sambil memberikan selimut untuk yang telah aku ambil. Komoro menerimanya tapi tidak mengatakan apa-apa.
" Kimoro kau tunggu di sini, aku akan memasak makanan untuk kita berdua" pukasku sambil membuka kulkas. aku mengerjakan semuanya kimoro hanya duduk dan menonton. aku menyadari kalau tanganku memang benar-benar sakit. tapi sudahlah aku tidak ingin menyusahkan orang lain.
setelah semuanya selesai, aku mengajak kimoro untuk makan bersama.
" kimoro aku sudah memasak makanan untuk kita berdua ayo kita makan bersama sekarang anakku. tapi apa boleh buat kimoro menjawab pertanyaanku dengan sedikit kasar.
" Makan saja sendiri aku tidak lapar" jawabnya dengan kasar.
" jika kamu ingin makan, makan saja aku makan duluan" pukasku dengan nada kecewa.
aku hanya makan sendiri, sepertinya kimoro Memnag tidak lapar " kataku dalam hati.
setelah aku selesai, aku mencuci semua alat-alat yang aku gunakan. aku berusaha menahan rasa sakit dan perih di tanganku.
sesudah aku membereskannya, aku kembali duduk di sofa di samping kimoro dan sambil menonton.kami berdua tidak banyak bicara , hanya fokus menonton. sore ini terasa seperti kosong, tapi biarkan saja. mungkin kimoro mau menenangkan pikirannya" pukasku.
__ADS_1
Berlanjut...