
setelah Samapi ke rumah, kimoro membantuku, karena aku masih merasakan pusing setelah kejadian itu. kimoro membantuku sampai aku ke ruangan tamu, aku berkata kepada kimoro.
" kimoro malam ini tidak akan tidur di kamarku, aku malam ini ingin tidur di sofa." pukasku kepada kimoro.
" kenapa kau ingin tidur di sini, bukanya kau bisa sakit karena kedinginan?" tanya kimoro dengan khawatir.
" tidak, aku berusaha untuk menjadi orang yang kuat, bukan kah aku sudah mengatakan kepadamu." pukas ku dengan tersenyum.
" kimoro, kimoro" panggil jino dari luar.
" jino kau tunggu sebentar.aku sedang sibuk" jawab kimoro dengan keras.
" kamu harus cepat, orang tua ku tidak sabar ingin berbicara denganmu, dan sepertinya ada yang ingin keluarga ku bicarakan denganmu" pukas jino dari luar.
" laudi kamu tidak apa, aku tinggalkan sendiri di sini?" tanya kimoro dengan khawatir.
"tidak apa, aku baik-baik saja, yang penting kamu bahagia dengan jino, lagian kamu juga ingin menginap di rumahnya, lagian aku juga tidak berguna di bandingkan dengan jino. dan aku juga tidak ada gunanya bagimu. walaupun ya aku tahu sebenarnya kau tidak terlalu senang jika bersama denganku.aku minta jika kau bersama jino, anggap saja dia adalah saudara mu" pukas ku sambil menatap kimoro.
" laudi..., kau tidak perlu berkata seperti itu, maafkan aku selama ini telah menyakiti perasaanmu." pukas kimoro.
" sekarang pergilah, saudara barumu sudah menunggu mu dari tadi" pukasku sambil melihat kimoro.
kimoro tiba-tiba menangis dan menatapku sambil memegang tanganku dia berkata.
" laudi maafkan aku" pukas kimoro sambil menangis di hadapan ku.
" tidak apa, anggap saja aku yang salah, maafkan aku juga karena telah menyusahkan mu selama ini" pukasku sambil memegang tangan kimoro.
" kimoro cepatlah, apakah kamu sudah selesai membereskan pakaian mu.aku sudah lelah menunggumu di sini." pukas jino.
" baik, tunggu sebentar" jawab kimoro.
" kimoro, pergilah, jino sudah tidak sabar menunggumu" pukasku.
setelah kimoro menyiapkan segala keperluannya, dia berpamitan denganku.
" laudi aku pergi dulu," kata kimoro kepada ku.
" laudi ingat kata-kataku, anggap jino itu sebagai adik laki-lakimu, kau sekarang sudah menjadi saudaranya." pukasku.
kemudian kimoro membuka pintu dan aku berkata kepadanya lagi.
" kimoro terima kasih sudah menjadi temanku selama ini" pukasku dengan tangisan.
" laudi aku sudah menganggap mu sebagai saudaraku" kata kimoro kemudian dia pergi.
__ADS_1
aku sangat kesepian setelah kimoro pergi, sekarang aku merasakan kalau aku benar-benar seorang diri di kesunyian malam ini.
aku terus menangis, sehingga aku tidak menyadari kalau ada sosok lain yang yang datang. saat aku sedang berbaring di sofa, tiba-tiba sosok itu mencekik leherku sehingga aku tidak bisa bernapas. aku hanya diam saja, lagian aku memang tidak berguna jika aku mati, itu sangat cocok untuk ku.
" aku tidak akan membunuhmu, aku hanya ingin menyakitimu saja, aku sangat senang bisa melihat orang menderita" pukasnya sambil tertawa.
dia( sosok hitam ) terus mencekik leherku, sehingga kali ini aku hampir mati.aku sangat sulit untuk bernapas. setelah sekian lama dia mencekik leherku, dia kemudian tiba-tiba menghilang dari hadapanku,dan dia berkata.
" aku hanya menyakitimu saja, aku tidak akan membunuhmu." katanya.
aku tidak peduli dengan kata-katanya, yang aku pikirkan hanya kimoro saja. dalam hati ku, kimoro jika kau memang mengaggapku sebagai saudaramu, kenapa kau pergi demi kesenanganmu, sedangkan kau melupakanku disini.
"kimoro maafkan aku, karena aku berkata seperti itu, aku hanya ingin meninggalkanku sekarang.aku tidak mau menyakiti mu" pukasku.
setelah berkata demikian, aku terjatuh dan terbaring di lantai. yang aku lihat saat itu hanyalah kimoro.
Aku adalah aku...
aku terlalu bodoh untuk mengerti...
terlalu bodoh untuk memahami...
terlalu bodoh untuk mensyukuri...
akankah orang yang aku sayangi...
datang kesini sekarang ini...
akankah dia mengerti dengan keadaan ku sekarang ini...
akankah dia peduli...
jika kamu orangnya...
kembali dan datang kesini...
untuk menunjukan kepedulian mu yang kau ucapkan selama ini...
kimoro...
kemudian aku terlelap dalam tidurku, aku tidur tidak beralaskan apa-apa, yang aku inginkan hanya kimoro...
sesudah beberapa lama aku terlelap, aku terbangun dari tidurku.dan aku berkata pada diriku sendiri.
malam ini hanya aku sendiri disini, tidak ada orang yang menemani, aku malam ini memutuskan untuk menjadi orang yang kuat.selama ini aku hanya menjadi beban bagi kimoro, aku seorang yang lemah. andai saja aku mengatakan yang sebenarnya kepada kimoro, mungkin ini tidak akan terjadi.selama ini cerita yang aku sampaikan kepada kimoro hanyalah rekayasa saja, aku adalah seorang iblis yang menyamar menjadi manusia, selama ini aku hanya ingin berteman baik dengan manusia, tapi apa boleh buat semua orang menjauhiku.terutama orang tuaku, selama ini orang tuaku tidak pergi meninggalkanku, tapi sebenarnya aku yang membunuh mereka, saat aku lahir, aku sering di sakiti oleh orang tuaku, dan tidak jarang aku pingsan stelah di pukul kedua orang tuaku.dan aku juga yang membunuh orang tua dari kimoro. aku sebenarnya menyesal melakukan itu semua, aku mengingat saat aku memakan dan mengambil jiwa mereka, hanya kimoro saja yang aku tinggalkan. saat itu kimoro berada di dalam kamar. aku tidak menyakitinya maka karna itulah, aku dekat dengannya karena aku merasa bersalah kepadanya.kimoro aku selalu berbuat baik kepadamu, tapi kenapa kau selalu membuang kebaikan yang aku berikan kepadamu. aku menangis jika mengingat itu semua, aku mengais ketika melihat kimoro memeluk kedua orang tuanya yang sudah meninggal waktu itu.
__ADS_1
kimoro maafkan aku...
jika kau sudah tahu sebenarnya, mungkin kau juga akan membalas kejahatan ku. pukasku dalam hati.
aku hanya bisa menangis, setelah aku selesai menangis, aku menelpon kimoro karena aku ingin sekali mendengar suaranya. kepergian dia malam ini, terasa seperti setelah sekian tahun.
aku kemudian menelpon kimoro.
Tit,tit,Tit ....
kimoro tidak mau mengangkat telpon ku.
akhirnya aku memilih untuk diam, aku melihat jam di hp ku, ternya sekarang sudah menunjukan pukul 12 malam. aku pergi bertemu dengan. saat di kamar itu, aku merasa aneh aku tidak dapat menyembunyikan wujud asliku. karena takut, aku melukai tanganku dengan pisau, dan darahnya aku berikan kepada Rin.
dan rin tiba-tiba muncul di hadapanku, aku bertanya kepada Rin. Rin aku sekarang tidak mampu menahan wujud asliku yang sebenarnya.bagai mana ini, aku tidak mau kehilangan semua orang yang aku sayangi"pukasku.
" aku tahu masalahmu, bukannya kimoro pergi meninggalkanmu, jika kau ingin membalas dendam aku akan membantumu, aku akan masuk kedalam tubuhmu dan bersatu dengan jiwamu." pukas Rin.
" tidak perlu jika aku ingin membalas dendam, aku sendiri yang akan melakukannya.
" jawabku.
" sudah aku pergi dulu, aku akan mengajak kimoro video call dengan ku, mungkin saja dia mau" pukasku.
aku kembali dan membuka hoki, dan menelpon kimoro.kali ini kimoro mengangkat telpon ku.
" kimoro bagaimana dengan mu, apakah kau baik-baik saja di sana?" tanya ku.
" kenapa kau meneleponku, apa urusannya dengan mu" pukasnya.
" kau melupaiku, hanya karna kau sudah menjadi saudara angkat dengan jino, aku tahu kau tidak mau menjadi sahabat ku karena aku tidak memiliki orang tua, sepertimu sekarang.
ucapan di mulutmu hanya sampah, yang kau timbun selama ini" pukasku dengan marah.
" jangan mengatakan seperti itu, kepada kimoro." pukas jino.
" jangan hanya berani di belakang, kalau berani di depan juga. " pukasku.
" matikan saja, hp nya kimoro, lagian tidak penting berbicara dengan orang sepertinya" pukas jino.
" benar katamu" jawab kimoro, kemudian dia mematikan hpnya.
dalam hatiku, jino tunggu pembalasanku, kau kira aku tidak tahu siapa dirimu sebenarnya.jangan pernah merebut kesenangan orang hanya karna kau bisa memiliki segalanya.
berlanjut...
__ADS_1