
Saat aku dan kimoro berada di rumah tamu untuk menonton tv, kami berdua saling bercerita tentang latar belakang keluarga kami dan saat itu juga aku bertanya kepada kimoro.
"Kalau aku boleh tahu, orang tuamu sudah berapa lama meninggal dan kalau boleh tau juga apakah kamu tidak bersedih" tanya ku kepada kimoro.
"soaal itu sebenarnya aku sangat sedih tapi apa boleh buat. kalau soal latar belakang keluargaku, aku tidak bisa menceritakannya kepadamu. maaf laudi, bagai mana kalau kamu menceritakan latar belakang keluargamu kepadaku, aku ingin tau seperti apa dirimu dulu sebelum bertemu denganku." tanya kimoro.
" Baiklah kalau kamu tidak mau menceritakan latar belakang keluargamu kepadaku,
apakah kamu benar-benar ingin tahu latar belakang keluargaku?"tanya ku.
sebenarnya aku merahasiakan ini dari orang lain, tapi ya sudahlah aku akan akan menceritakan kepadamu asalkan, kau berjanji untuk tidak menceritakan kepada orang lain" pukasku. dalam hatiku, aku berpikir kalau aku harus berbohong kepadanya,aku tidak mungkin menceritakan yang sebenarnya kepada kimoro.mumgkin bisa saja dia tidak mau lagi berteman denganku.
" cepatlah ceritakan, aku akan mendengarkannya dan aku bakalan merahasiakan ini semua dari orang lain" pukas kimoro dengan tersenyum.
" Baiklah" jawabku.
Dulu aku dan orang tuaku sangat akrab, ya begitulah relasi yang sebenarnya antara orang tua dan anak.
waktu Akau berumur empat tahun, orang tuaku mengajak ku ke sebuah tempat yang indah, di sana aku bisa bermain dengan sepuasnya. saat itu juga orang tuaku bercerita tentang seorang anak kecil, yang berusaha menggapai cita-citanya yang sangat di luar dugaan.tapi berkat kegigihannya, dia berhasil menggapai cita-citanya yang dulu dia sebutkan.akupun terkesima mendengar cerita itu.orang tuaku berkata kau harus berusaha sekeras mungkin, supaya kamu bisa mencapai semua yang kau inginkan.
dan orang tuaku mengatakan juga" beberapa tahun kemudian, kau akan sendiri menghadapi semua ini" kata papaku.
saat itu aku sangat tidak mengerti apa yang di katakan orang tuaku, aku hanya bisa mendengar tanpa bisa mengerti." kataku.
__ADS_1
" kalau begitu, kapan kamu mulai mengerti kata-kata itu" tanya kimoro.
" waktu itu kau hanya menjalani saja, setelah lima tahun kemudian aku mengerti apa yang di katakan orang tuaku.hari, tanggal dan bulan tepat seperti yang dikatakan orang tuaku lima tahun lalu.saat aku kembali kerumah, karena waktu itu aku sedang bermain di sebuah taman. saat aku kembali, aku melihat ada secarik kertas di atas meja yang bertuliskan
" jaga dirimu baik-baik, jalani apa yang harus kamu jalani. maafkan aku dan ibumu, kami harus meninggalkan mu selamanya, jangan pernah mancariku dan ibumu, kamu tidak akan bisa menemukan kami berdua.selamat tinggal, kamu akan mengerti semuanya." kataku dalam hati, aku harus berusaha mengganti setiap kata yang aku ucapkan, tapi sudahlah aku mengatakan kepada kimoro ada yang benar dan juga ada yang salah.
" Apakah kamu sudah mengerti sekarang perkataan orang tua mu!?" tanya kimoro.
" Tidak, sampai sekarang aku tidak mengerti, hanya sedikit saja yang aku bisa artikan dari kata-kata orang tuaku" jawabku.
"Tapi bagai mana keadaanmu waktu umurmu sembilan tahun?" tanya kimoro.
" Aku menjalani semuanya dengan sendiri, dari dulu orang-orang selalu menolakku dan aku juga tidak pernah memliki seorang teman, dari dulu waktu aku dikelas aku selalu di jauhi, bahkan mereka tidak segan-segan untu menghinaku, mengatakan kalau aku adalah anak yang tidak mempunyai orang tua, dan tidak mempunyai tujuan hidup, aku tetap bersabar, bahkan aku pernah di bully dan saat itu aku mengalami kecelakaan di pipiku, saat itu mereka bermain lepar dengan botol minum yang keras, dan salah seorang dari mereka melemparkan botol itu kepadaku dan botol itu mengenai pipiku.alu tidak sadar waktu itu karena aku langsung terjatuh dan pingsan di kelas.
aku hanya bisa menangis" kataku kepada kimoro.dan sampai sekarang banyak orang yang tidak mau berteman denganku.
" tenang saja, aku ada disini dan aku adalah temanmu, bukan itu saja tapi aku akan menjadikan kamu sebagai sahabatku." pukas kimoro.
"Terima kasih kimoro, kau mau menjadi temanku.
" santai saja, aku akan membantumu untuk mengerti apa yang dikatakan orang tuamu dulu." jawab kimoro dengan tersenyum.
" Aku juga ingin bertanya kepadamu soal kotak kecil tua itu, kamu mendapatkan itu dari mana? " tanyaku.
__ADS_1
" soal itu sebenarnya, aku tidak mau menceritakan kepada orang lain" jawab kimoro.
"Ayolah, aku tidak akan menceritakan ini ke orang lain, aku berjanji" paksaku sambil memberikan tanganku.
"Baiklah, aku percaya kepadamu dan kita sudah sepakat untuk berjanji.
Aku mendapatkan kotak tua itu, saat aku bermain di hutan bersama temanku.di hutan itu kata orang tuaku terdapat banyak barang antik. aku dan temanku kami berusaha untuk mencari barang antik itu. saat kami di hutan teman-teman ku tidak mendapatkan apa-apa.tapi anehnya Aat kami pulang, kami tersesat di jalan, kami merasakan kalau akmi di permainkan oleh sosok lain.dan saat itu kami berlari dengan sekencang-kencangnya.
saat kami sedang berlari, kakiku terpelosok ke dalam lubang dan aku pun terjatuh. teman-teman ku tidak menyadari kalau aku tertinggal jauh di belakang. aku hanya bisa menangis menahan rasa sakit itu. saat aku menarik kakiku, aku merasakan kalau aku sedang menginjak sesuatu di dalam lubang itu. saat aku mengambilnya, ternyata itu kotak
antik yang sangat tua.saat aku berdiri,aku melihat dari kejauhan bayangan hitam menuju ke tempatku, aku berusaha untuk lari, tapi kakiku makin terasa sakitnya. bayangan itu tiba-tiba mengelilingi aku, dia sepertinya melihat sesuatu yang aku pegang. setelah itu dia berubah menjadi sosok hitam kemudian sosok itu berbicara kepadaku." terima kasih kamu telah menyelamatkan ku" kata sosok itu.aku pun heran dan aku bertanya" maksudmu.?
" kamu telah menyelamatkanku dari kurungan di hutan ini,untung saja kamu mengambil benda itu. syarat supaya aku bisa keluar adalah, harus ada orang yang memegang benda itu. aku pun sangat heran dengan perkataannya. setelah beberapa lama sosok itu pun menghilang, dan sebelum sosok itu menghilang, dia berkata kalau aku akan bertemu dengan orang yang memiliki kotak yang sama denganku. katanya kotak itu hanya ada dua. sesudah itu aku pun pulang, tapi anehnya aku merasakan ketakutan lagi" itu saja, asalmula aku memiliki kotak itu.
" ceritamu sangat menghiburku"pukasku.
" ya, aku berharap Akau bisa bertemu dengan orang yang memiliki kotak yang sama persis dengan yang aku punya." pukasnya.
" sudahlah, jangan di pikirkan, aku yakin suatu saat kau akan menemukan orang yang mempunyai kotak yang sama denganmu" pukasku.
" aku berharap seperti itu" jawab kimoro.
sesudah itu, kami menonton tv sambil bercanda layaknya seorang saudara, ya intinya aku sangat senang walupun harus banyak bercerita. tapi aku tetap senang dengan semua ini...
__ADS_1
Berlanjut...