
Malam ini kimoro tidak ada berbicara denganku, aku sangat heran sikapnya hari ini.
aku berusaha mengajaknya berbicara, tapi apa boleh buat. menjawab pertanyaanku saja dia tidak mau apa lagi mengajakku berbicara.
aku bertanya kepada kimoro.
" kimoro kamu sakit atau gimana?" tanyaku.
kimoro kau tidak mendengarkan ku, aku sedang bertanya kepadamu, kimoro, kimoro kau mendengarku tidak" kataku dengan suara yang sedikit naik.
" Aku sudah mengatakannya kepadamu, aku tidak sakit, aku hanya malas untuk berbicara denganmu. lagian kamu dari tadi menanyakan pertanyaan yang tidak penting,kerjakan saja urusanmu jangan menggangguku lagi. aku sudah muak dengan pertanyaanmu yang sama sekali tidak berguna untukku jawab" jawab kimoro dengan nada marah.
" Baiklah jika itu kemauan mu, aku pergi kekamar saja, jika kamu lapar aku sudah menyiapkan makanan untukku" pukasku menuju kekamar.
Di kamar tidak ada yang aku lakukan, aku hanya bermain saja.
Aku sangat heran dengan jawaban kimoro, bagaimana kalau aku mengirim pesan lewat WhatsApp jasa, ya walupun kurang berpaedah.setelah itu aku mengambil hp ku dan kemudian mengechat kimoro lewat WhatsApp.
" kimoro apakah kamu sudah makan?aku ingin mengajakmu bermain game bersama, apakah kamu tidak bosan hanya duduk menonton tv sendiri?" tanyaku di dalam chat.
kimoro apakah kamu marah kepadaku? aku benar-benar minta maaf jika omongan ku menyakiti perasaanmu" kataku di dalam chat, tapi sepertinya dia tidak memperdulikan pesan yang aku kirim kepadanya.
Aku kemudian berpikir, bagai mana kalau aku mengajaknya video call" kataku dalam hati. kemudian aku menelponnya, aku mencoba dan mencoba untuk menelponnya, tapi apa boleh buat dia tidak mau mengangkat telpon dariku.aku kemudian mengirim pesan kepadanya.
" Kimoro, aku tidur duluan" kataku di dalam chat, setelah itu aku mematikan hp ku. dan kemudian berbaring di kasur tidur.
Aku menatap ke langit-langit kamarku, aku terus memikirkan kimoro, aku berusaha untuk melupakan semuanya, tapi malahan setiap kali aku memejamkan mataku yang ada dalam pikiranku adalah kimoro.
Aku kemudian duduk, dalam hatiku aku berkata,
" ahh lebih baik aku kembali ke bawah saja, lagian aku juga bosan di kamar terus. lebih baik aku mengajak kimoro untuk berbincang-bincang, tapi kalau di lihat dari wajahnya dia sepertinya membenciku." kataku.
tapi aku memutuskan untuk pergi ke lantai bawah, di bawah aku melihat kimoro sedang melihat kotak tua itu sambil berbaring. aku kemudian duduk di samping kepala kimoro, dan aku bertanya kepadanya.
" Kimoro kamu marah denganku?" tanyaku.
" Tidak" jawabnya.
" Bukankah kamu sendiri yang mengatakan, kalau ada sesuatu jangan pernah di rahasiakan,jika kamu bisa menerapkan ke orang-orang kamu juga harus bisa menerapkannya pada dirimu sendiri" pukasku dengan sok bijak.
" Sudah aku katakan aku tidak menyembunyikan apa-apa, kamu bisa diam, dari tadi kamu hanya mengacauku saja dengan telponmu."pukas kimoro dengan kesal.
" Aku bertanya karena... aku ingin mengetahui keadaanmu sekarang dan aku hanya bertanya, jika memang tidak kenapa kamu terlalu emosian dengan pertanyaanku" pukasku.
__ADS_1
"Aku muak dengan omongan yang sok peduli" pukas kimoro dengan nada marah.
aku sebenarnya ingin marah tapi karena aku melihat wajah kimoro pucat jadi aku menahannya dan kemudian aku berkata.
" Kimoro kamu terlihat sangat pucat, dan hidung mu mengeluarkan darah" pukasku sambil mengambil tisu.
setelah aku memberikan tisu untuknya, aku menyuruhnya istirahat tidur, karena badannya terasa kuat panas dan lagi badanya sangat lemas.
"ah "rintih kimoro sambil memegang kepalanya.
" Kimoro kamu tidur saja di kamar, aku akan membantumu menuju kekamar. setelah itu aku membantu kimoro untuk menuju kekamar. sampai di kamar, dia langsung berbaring, kimoro kamu kelihatannya kedinginan, kamu harus memakai selimut" pukasku, sambil menyelimuti kimoro.
aku heran dengan melihat kimoro memegang perutnya, dalam hatiku mungkin kimoro sedang lapar, mungkin karena dia tidak mau makan bersamaku tadi.
" kimoro kamu tunggu di sini, aku akan membuatkan bubur untukmu. aku menuju kedapur, setelah beberapa lama aku kembali ke kamar untuk membawakan bubur buat kimoro. ketika kimoro ingin memakannya, tiba-tiba sendok terlepas dari tangannya, kimoro benar-benar lemas, aku harus membantunya.
" Kimoro aku akan membantumu, aku yang akan menyuapinmu untuk memakan bubur.sepertinya badanmu memang benar-benar lemas" kataku sambil menyuapin kimoro.
kimoro kamu harus makan banyak, lagian kamu sepertinya benar-benar lapar" pukasku. setelah kimoro selesai makan, aku mengambil obat dan memberikan obat itu untuknya.
kemudian setelah aku memberikannya obat, aku mengambil termometer dan mwngukur suhu badanya. setelah termometernya berbunyi, aku melihatnya dan betapa terkejutnya aku, suhu badan kimoro sangat tinggi yaitu 38,9⁰c. mungkin aku harus menunggu beberapa jam lagi, mungkin obatnya belum beraksi di dalam tubuh kimoro.
setelah itu aku mengecek jam di hp ku, dalam hatiku mungkin aku tidak tidur sampai besok pagi, sekarang saja sudah menunjukan pukul setengah dua belas malam. aku hampir lupa sebentar lagi aku harus ke ruangan di lantai bawah, aku harus bertemu dengan Rin"ujar ku. dan aku harus melukai tanganku sendiri, ya walupun menyakitkan. ah sudahlah mungkin ini bisa membantuku untuk tidak tidur sampai besok.sebentar lagi tepat tengah malam, akunharus kebawah bertemu dengan Rin.
" Aku ingin bertanya apakah temanmu sedang sakit?" tanya rin kepadaku.
" iya benar, bagai mana kamu bisa tahu kalau dia sedang sakit?" tanya ku dengan heran.
" aku bisa merasakannya, kamu sangat peduli dengannya, padahal dia sudah menyakiti perasaanmu, apa kau tidak merasakan sakit hati kepadanya?" tanya Rin kepadaku.
" Tidak, jika dia menyakitiku biarkan saja, lagian aku melakukan semua ini dengan iklas" jawabku dengan tersenyum.
" Kau harus berhati-hati" katanya kepadaku.
" Maksudmu" jawabku.
" kau akan tahu sendiri, aku pergi dulu" sampai jumpa.
" Baiklah sampai jumpa" jawabku.
sesudah itu aku kembali ke kamar, sesampai di kamar,aku memegang kepala kimoro, aku merasakan panasnya bukan turun tapi malah naik, kemudian aku mengecek kembali suhu tubuhnya dengan termometer.hasilnya lebih tinggi dari yang tadi. malahan sekarang 39,5⁰c, aku harus mengompres kepala kimoro dengan air hangat.aku turun ke lantai bawah dan mengambil handuk dan air hangat untuk mengompres kepala kimoro, lebih tepatnya si dahi yang di kompres.
setelah itu aku kembali ke kamar, selanjutnya aku mengompres kepala kimoro. sambil menunggu aku membuatkan minuman hangat untukku.setelah beberapa lama aku mengompres kepala kimoro dengan air hangat, aku kembali mengecek jam di hp ku lagi, aku terkejut ternyata sekarang sudah menunjukan pukul empat subuh., aku kembali mengecek suhu tubuhnya lagi, ternyata sekarang sudah normal, saat itu kimoro terbangun dan melihatku menyimpan termometer kembali di atas meja dan dia bertanya.
__ADS_1
" laudi kamu tidak demi merawatku dan sampai aku terbangun?" tanya kimoro.
" Sudahlah jangan di pikirkan yang penting kamu sudah baikan sekarang, kamu harus tidur kembali agar stamina tubuhmu kembali pulih" pukasku sambil menyelimuti kimoro.
setelah itu kimoro tertidur kembali dan aku turun ke lantai bawah untuk menyiapkan beberapa makanan untuk kamu berdua.
aku merasakan badanku sangat lemas, setelah semua selesai tepat jam enam pagi, aku kemudian mandi dan setelah selesai mandi, aku membangunkan kimoro, kimoro akhirnya terbangun dan aku melihatnya sudah kembali sehat dan aku bertanya.
" kimoro bagai mana denganmu, apakah kamu sudah mendingan?" tanyaku.
"sudah, aku sudah baikan sekarang" jawabnya.
" kimoro aku sudah menyiapkan makanan untukmu." kataku."
" Nanti saja, aku akan mandi terlebih dahulu" jawabnya.
setelah semuanya selesai aku dan kimoro sarapan pagi bersama.
aku sangat mengantuk, aku sebenarnya pengen tidur di sini" kataku dalam hati.
kimoro melihatku dan dia mengatakan,
" Terima kasih laudi sudah merawatku, maafkan aku soal tadi malam" pukas kimoro.
" tidak apa, aku hanya peduli denganmu itu saja alasanku, ngomong-ngomong aku sangat mengkhawatirkan mu, aku sempat bingung harus ngapain" pukasku.
" kimoro menatapku dan berkata terima kasih sudah mengkhawatirkan diriku" ujarnya.
setelah kami berdua selesai sarapan bersama dan sudah bersiap-siap, kami berdua berangkat ke sekolah di perjalanan aku terus mengantuk. setelah sampai di sekolah dan setelah memparkirkan sepeda. setelah itu aku dan kimoro menuju kekelas bersama-sama. setibanya di kelas aku langsung duduk dan mencoba untuk tidur.
" laudi, laudi kamu tidak tidur semalam, kamu kelihatan mengantuk" tanya temanku yang ada di kelas.
" iya benar, dia tadi malam..." kimoro berbicara dan langsung ku potong.
" Aku hanya sibuk membaca novel Samapi pagi" jawabku sambil menatap kimoro.
kimoro menatapku dan dia berkata kepadaku,
" kenapa kamu tidak mengatakan sebenarnya kepada mereka." tanya kimoro.
" Tidak aku hanya ingin kita berdua saja, yang tahu tentang diriku" jawabku sambil menatap kimoro.
setelah itu guru datang dan kami belajar seperti biasa, tapi sayangnya aku harus di panggil dan ke kantor menghadap guru, karena aku tidak mendengarkannya dan aku tidur dikelas.
__ADS_1
Berlanjut...