
saat aku sampai di gerbang sekolah, aku terus memikirkan tentang, apakah kimoro mau meminjamkan kunci itu kepadaku? " gumamku dalam hati.
tanganku sangat sakit, apa ini gara-gara tadi malam ya, sosok itu kenapa sosok itu sangat memaksaku untu meminjamkan kunci itu, bukankah dia tau kalau aku orang biasa.
aku adalah orang yang tidak punya teman dan tidak mempunyai satu sahabat sekalipun.
mungkinkah aku bisa berteman dan menjalin persahabatan dengan kimoro." aku terus memikirkan hal itu dan aku sekarang menuju kelasku dengan melewati lorong.
" ah kenapa tangan ku, sangat sakit dan terlihat berwarna merah kebiru-biruan( ya istilahnya lebam ). mungkin ini karena sosok itu menggenggam tanganku dengan sangat kuat." kataku.
akupun masuk ke dalam kelas dan aku memilih kursi di pojok kanan kelas yang berada dekat jendela.
belum lama setelah aku duduk di kursiku, kimoropun datang dan memilih duduk di samping kursiku. kemudian aku menyapanya, kataku.
" em kkkiimoro, aku minta maaf soal kemarin.
aku benar-benar minta maaf, aku tidak meminta izin sebelum aku mengambil no hpmu.
kamu kenapa, em kamu tidak mau memaafkan ku. baiklah kalau kamu tidak mau bicara. "kataku menyudahi perbincangan itu.
aku pun berusaha untuk diam, tapi aku tidak bisa menahan kekawatiranku. bagai mana kalau dia tidak ingin berteman denganku dan mungkin saja dia tidak jadi pindah ke rumahku dan yang lebih penting kalau aku tidak mendapatkan kunci itu, aku akan terkena masalah" gumamku dalam hati.
sesudah itu, gurupun datang unruk mengajarkan pelajaran kepada kami.
saat pelajaran aku juga tidak kosen, bahkan aku tidak mendengarkan apa yang dijelaskan guru kepada kami.
saat itu juga guru bertanya kepadaku.
" laudi, apakah kamu mendengarkan apa yang bapak jelaskan? tanya guruku itu.
" maaf pak, saya tidak mendengarkan apa yang bapak jelaskan dan pikiran saya tidak bisa tenang" jawabku.
" sekrang kamu maju ke depan, kamu harus mengisi latiha soal yang bapak berikan." perintah guruku itu.
" baik pak" jawabku.
saat aku didepan guruku memberikan latihan soal kepadaku, tapi akhirnya aku bisa mengerjakannya. ya walupun sedikit lambat.
" sudah pak jawabku, menurut saya ini jawabannya." jawab ku.
" terimakasih, kamu bisa duduk kembali ke kursimu." perintah guruku.
dan saat itu juga waktu pelajaranpun habis.
setalah itu juga kamipun beristirahat dari pelajaran, akupun berusaha tenang tapi aku tidak bisa.
" ah kenapa tanganku sakit" kataku. semua orang di dalam ruang kelas itu melihatku, dan kata mereka bertanya kepadaku.
" kamu kenapa, tanganmu sepertinya sakit." tanya seorang muruid perempuan.
" tidak, tidak apa tangan ku hanya sedikit keram." jawabku.
"oo, kamu sangat cerdas ya. kamu bilang kamu itu tidak konsentrasi saat belajar tapi kenapa kamu bisa menjawab soal sesusah itu"katnya memujiku.
__ADS_1
" ah tidak, itu mungkin hanya kebetulan" jawabku.
" OOO ya sudah aku ke kantin dulu.
daaaaa" katanyakepadaku.
tapi saat aku berada di ruang kelas, aku melihat kimoro. sepertinya dia tidak kemana- mana, mungkin dia malas pergi ke kantin." pikirku dan aku pun menyamparin kimoro.
" kimoro, boleh aku duduk di sini?" tanyaku.
kamu masih marah ya.
bagaimana kalau aku pura-pura pergi saja." pikirku.
baiklah kalau begitu, aku pergi dulu" kataku.
" jangan pergi dulu, ada yang aku mau tanyakan" sambil kimoro menarik dan menahan tangan ku.
" ah, lepaskan" kataku sambil menjerit kesakitan.
"maaf, aku tidak tau kalau tanganmu sakit.
katanya dengan nada minta maaf.
" tidak apa." kamu mau memaafkan ku" kataku.
" aku tidak marah, aku hanya sedikit kesal terhadapmu. tapi tenang saja aku sudah memaafkan mu.ngomong-ngomong tanganmu kenapa? dan sepertinya itu sangat sakit.? " tanya kimoro.
" cepat katakan, bukannya kamu mau berteman denganku." katanya.
" ini tidak apa-apa, hanya sedikit sakit saja.
" cepat katakan" sambil dia menggenggam tanganku.
" baiklah tapi tolong jangan menyentuh tanganku" kataku.
" maaf" jawabnya. tapi tolong ceritakan kepadaku kenapa tangan mu lebam seperti itu.
" baiklah, tanganku seperti ini karena...
aku terpeleset di kamar mandi , tapi sekarang tidak sakit lagi" itu saja jawabku, aku sengaja berbohong kepadanya.
" oh baik lah kalau begitu. " jawabnya.
" kalau aku boleh tau, bukannya kamu memiliki kunci ya" kataku.
kalau aku boleh meminjamkannya, maukah kamu meminjamkannya untuku." kataku.
" apa, kamu mau meminjamkannya" jawab kimoro dengan mauka terkejut.
aku tidak mau meminjamkannya sembarangan ke orang lain.aku juga baru bertemu dengan mu, tidak semudah itu untuk aku meminjamkannya."
" tapi aku mohon, aku sangat membutuhkan itu. kalau boleh aku memakinya sbentar, besok aku mengembalikannya. bagaimana apakah kamu mau." kataku.
__ADS_1
" aku tidak mau meminjamkannya." jawab kimoro.
" aku mohon, aku benar-benar minta tolong.
aku mohon" kataku.
" aku bilang aku tidak mau, jika kau perlu cari saja sendiri.jangan pernah memohon kepadaku" jawabnya dengan nada marah.
" maafkan aku terlalu memaksamu, tapi aku minta kamu pindah secepatnya ke rumahku" kataku.
" pergi kamu sana, kembali ke tempatmu!!
aku mau belajar dan kamu juga mengganggu ku dari tadi." perintahnya dengan nada kesal.
" baiklah, aku pergi dulu" sambil kembali ke tempatmu.
sesudah itu, bell masukpun berbunyi.
kamipun mulai belajar kembali.
akupun makin gelisah, karena aku tidak bisa meminjamkan.
sesudah waktu jam pulang, aku pun keluar paling terakir. aku masih duduk di kursiku sambil emanahan tanganku yang makin sakit.aku pun menangis di kursiku.
saat aku ingin keluar, kimoro pun datang menyampariku.
" laudi, apakah kamu sangat memerlukan kunci itu? apakah itu penting untukmu?
aku bisa saja meminjamkannya, tapi dengan satu syarat jangan pernah menghilangkannya dan kamu harus mengembalikannya besok." katanya.
tapi aku juga harus tau kenapa tangan mu sakit seperti itu, saat kau berkata "bagaimana ini" tanganmu semakin sakit?" tanyanya kepada ku.
" oh itu tidak bisa mengatakan itu kepadamu, ini sangat rahasia bagaimana, apakah kamu mau meminjamkannya?" tanyaku.
" baiklah kalau kamu tidak mau mengatakannya. ini kuncinya tapi ingat apa yang aku katakan" katanya sambil memberikan kuncinya.
" terimakasih kimoro, kamu memang baik.
aku pergi dulu, selamat tinggal. aku berharap kamu cepat pindah ke rumah ku, maukah kamu keluar bersama ku sekarang.
" baiklah" jawabnya sambil berdiri.
kami pun pergi keluar kelas dan kami jug asaling menceritakan tentang pelajaran tadi.
kami saling menanyakan apakah pelajaran itu mudah atau tidak dan kami juga saling bertanya tentang, tema kami di sekolah lama. aku mengatakan bahwa aku tidak punya teman dari dulu.dia juga mengatakan kalau waktu dia di SMP temannya sangat banyak.
tidak terasa kami sudah sampai ke pintu gerbang luar sekolah, kami pun berpisah di sana dan kimoro juga mengatakan kalau dia besok akan pindah ke rumahku. aku sangat sangat senang, dia juga mengatakan selamat tinggal kepadaku aku juga.
aku sangat senang, akhirnya usahaku berhasil juga, untuk meminjamkan kunci itu.
aku sangat senang, dan aku pulang ke rumahku...
berlanjut...
__ADS_1