My Secret In The Dark

My Secret In The Dark
Rasa sakit ini


__ADS_3

sekembalinya kimoro dari rumahnya jino, dia mengetuk pintu luar dan kemudian masuk tanpa berbicara.saat dia masih di luar teras, dia heran dengan tv di rumahku, jam segini seharusnya tidak ada yang menonton tv dengan sangat keras. setelah itu dia masuk ke rumahku dia bertanya dalam hatinya.


kenapa terasa seperti ada yang aneh di sini, sepertinya ada sesuatu yang terjadi. Komoro masih berpikir tentang masalah yang terjadi. setelah itu kimoro menuju ruang tamu, dia terkejut melihatku tergeletak dengan penuh darah di sekujur kepala dan tanganku.kimoro terus membangunkan dan memanggilku.katanya sambil menangis.


" laudi, laudi, maafkan aku karena, aku telah membiarkanmu sediri dirumah ini dengan keadaan sakit dan aku tidak merawatku, aku terlalu ceroboh mengikuti apa yang di katakan jino terhadapku. aku terlalu terobsesi dengan jino sehingga aku bisa melupakanmu" pukas kimoro dengan suara tangisan dan kimoro terus memegang kepala dan menggenggam erat tanganku.


" kimro sudahlah, jangan menyalahkan dirimu sendiri ini bukan salahmu" pukasku sambil menjerit kesakitan....


" tidak ini bukan salahmu, tapi ini salahku, aku salah karena aku meninggalkanmu sendiri." pukas kimoro dengan nada tangisan.


kau tunggu disini, aku akan menelpon dokter untuk kesini dan untuk membawamu ke rumah sakit. laudi mampukah kau menahan rasa sakitnya, aku minta kamu unutk bertahan sebentar lagi dokter akan datang.belum lama setelah itu dokter datang dan membawaku ke umah sakit, saat tiba di sana dokter langsung menangani ku, setelah selesai semua pembedahan dan sesudah aku menunggu kira-kira sekitar 2 jam, aku di suruh pindah keruangan lain. dan saat dokter keluar dari ruangan kimoro bertanya kepada dokter tersebut dan mereka saling bertanya jawab satu sama lain.


" Dok, bagai mana keadaan teman saya, sekarang apakah sudah baikan atau belum?" tanya kimoro dengan nada yang sedikit lemas.


" Tidak, kamu tenang, semuanya baik-baik saja sesuai rencana kami, ternyata dia masih bisa kami tanganmu dan dia akan pindah ke ruangan lain" jawab dokter tersebut dengan senyuman.


"Dok kalau boleh tahu Bagai mana dengan biaya administrasi nya dok?" tanya kimoro dengan cemas karena, mungkin pembedahannya membutuhkan banyak biaya.


" Kamu tenang saja, untuk biaya administrasi nya semuanya gratis, untuk biaya obat dan bedahnya di tanggung oleh kami" jawab dokter itu dengan tersenyum ke arah kimoro, sebenarnya dokternya masih sangat muda di lihat dari tingkah lakunya dia orangnya cerdas. mungkin mereka mempunya hubungan antar negara luar makanya pengobatan di sini gratis." pukas kimoro dalam hati.


" yang benar dok?" tanya kimoro dengan sangat senang.


"semuanya ini benar apa adanya, tidak ada yang perlu di terimakasih kan cukup dengan kata-kata saja.sekarang saya pamit dulu" ujar dokter tersebut dan meninggalkanku.kemudian kimoro menghampiriku.


" laudi maafkan aku, karena aku telah meninggalkanmu sendirian di waktu kamu sakit.dan kalau aku menemanimu di rumah tadi, mungkin ini tidak akan terjadi" pukas kimoro sambil memegang tanganku.

__ADS_1


" Tidak apa, kamu jangan menyalahkan dirimu sendiri, lagian yang bersalah adalah diriku sendiri. semua ini salah ku, ini tidak akan terjadi kalau aku tidak lemah seperti sekarang, aku selalu mengharapkan orang lain membantuku.jadi mulai sekarang aku akan menjadi orang yang tangguh." jawabku dengan senyuman ke arah kimoro.


dalam hatiku aku berpikir, kimoro aku sebenarnya sangat membencimu, aku Terlalu bodoh untuk mengerti semua ini


" Tidak, ini salah ku" jawab kimoro dengan sedih dan menatap ke arahku, air matanya turun tanpa mau berhenti.


" aku sudah mengatakan kalau ini semua salahku, aku terlalu lemah menhan rasa sakit ini, aku memang lemah,lemah, dan lemah" pukasku dengan emosi, sambil menekan luka di tanganku dan darah kembali keluar dari luka itu.


" Laudi, laudi sudahlah jangan menyakiti dirimu lagi" pukas kimoro sambil menahan tanganku dan mengelap darahnya dengan tisu.


" kimoro, apa yang kau lakukan di rumah jino?" tanyaku dengan heran.


"aku menghadiri ulang tahunya, dan sebenarnya dia mengajakku menginap di rumahnya malam ini" jawab kimoro dengan tangisan.


" Kenapa kau harus kembali kerumah? " tanyaku dengan wajah marah, aku sebenarnya tahu maksudmu kimoro, aku memang salah menilai mu kau memang membenciku" pukas ku dalam hati.


" tapi, apakah orang tua jino tidak memaksamu untuk menginap di sana dengan anaknya jino?" tanyaku.


" orang tuanya memang memaksaku untuk menginap di sana, dan aku sebenarnya kembali karena ingin mengambil pakaianku untuk besok." jawab kimoro tanpa ada merasa bersalah.


" jadi bagai mana, apakah kamu akan menginap di rumah jino malam ini?" tanya ku.


kimoro kau sebenarnya memang membenciku, kau melupai temanmu yang sedang dalam masalah, sedangkan aku di saat kau sakit, aku selalu menjagamu. aku tidak meminta kau membalas kan nya lagi kepadaku. aku hanya ingin kau mengerti saja" kata ku dalam hati.


" Tidak, aku akan menjagamu di sini" jawab kimoro dengan yakin.

__ADS_1


dalam hatiku, aku tidak yakin dengan perkataan kimoro, apapun yang jino lakukan untuknya dia selalu Mau pergi, entah itu bermain maupun hal lain.


" kimoro hp mu sedang berbunyi, mungkin ada orang yang ingin menelponmu, dan dia sudah menelepon dari tadi" pukasku sambil memberikan hp kepada kimoro.


" tunggu sebentar laudi, setelah berkata demikian, kimoro pergi keluar ruangan. aku melihatnya dari kaca, dia sepertinya sedang berbicara dengan seseorang mungkin jino. aku tahu jika dia sedang berbicara dengan jino, dia tidak mau di ganggu ku. setelah itu dia kembali, dan duduk di kursi dekat ku.


" kimoro bukankah itu jino yang menelpon mu,


kenapa kau harus pergi jika sedang berbicara dengannya, aku juga ingin mendengar candaan kalian di hp, apakah jino memaksa mu untuk menginap di rumahnya?" tanyaku sambil menatap ke arah kimoro.


" ia kamu benar, jino dan orang tuanya berbicara denganku" jawab kimoro.


" jadi bagaimana menurutmu, jika kau ingin pergi, pergi saja" pukasku sambil aku menutup mukaku dengan selimut, padahal aku sedang menangis. aku berharap jika aku sedang sakit dan orang yang menemaniku.


" jadi bagai mana denganmu?" tanya kimoro.


" jino dan orang tuanya sedang membutuhkanmu.kau pergi saja, aku akan mengurus diriku sendiri.aku harus berubah aku tidak mau lemah sampai detik ini. aku tidak mau menjadi lemah seperti orang biasa.


kau pergi saja, lagian ketika aku melihatmu bercanda dengan jino kalian sangat terlihat seperti saudara.jinonlebih berguna bagiku, bukannya kau ingin sekali bisa menjadi saudaranya? jika itu yang terbaik bagimu lakukan saja. lagian orang lemah seperti ku layak untuk mati dan tidak layak menerima kebahagian di dunia ini." pukasku dengan tersenyum ke arah kimoro.


" laudi..." pukas kimoro sambil menangis.


" tidak apa, aku memang tidak berguna untukmu, aku hanya menyusahkan dirimu saja.tapi sebelum kau pergi aku ingin pulang ke rumah bersama mu, aku Osan berada di dalam ruangan seperti ini." pukasku.


" jika itu mau mu, kita pergi sekarang.

__ADS_1


setelah itu, aku dan kimoro pulang ke rumah menggunakan taxi, setelah Samapi ke teras rumah, aku melihat jino sudah menunggu kimoro. dan dia tidak berani berbicara denganku, jangan kan bicara menatap wajahku saja dia tidak berani.


Berlanjut...


__ADS_2