
Belum lama setelah jam istirahat, aku melihat kimoro berbincang dengan seorang siswa laki-laki di luar kelas. mereka dua sepertinya membicarakan sesuatu yang penting, aku terus menonton mereka dari dalam kelas. aku sangat bingung harus melakukan apa, setelah berpikir-pikir aku memilih untuk keluar kelas.aku menyamparin kimoro dan seorang siswa tersebut. saat aku berada di pintu kelas, ada seseorang siswa di kelasku ya kalau di bilang teman sekelasku, aku melihatnya dalam hatiku dia kelihatannya memberontak dengan ganas, bahkan kursi di sampingnya hancur, karena di hempaskannya ke lantai. dan saat itu juga, ketua kelas di kelasku mengatakan kalau semuanya harus keluar dari kelas, takutnya ada yang terkena lemparanya. aku pun terkejut, tiba-tiba saat itu juga, seorang siswa yang berbicara dengan kimoro menatapku dengan tatapannya yang tajam, dan dia menghampiriku dan berbisik di telingaku katanya.
" ini baru permulaan, kemudian setelah itu, dia pergi meninggalkanku aku sangat heran dengan perkataannya itu.
belum beberapa lama setelah itu guru-guru datang menghampiri untuk melihat keadaan di kelas kami. tiba-tiba ada seorang guru datang, ya aku melihatnya dia terlihat masih sangat muda dan mengatakan kalau teman di kelasku itu di rasuki oleh sosok lain. aku sangat heran dengan ucapannya, bagaimana dia bisa menyimpulkan seperti itu, dan dalam hatiku berkata berarti guru itu bisa melihatnya.akubterus berpikir bagai mana cara mencegah teman yang ada di kelasku, saat aku sedang berpikir, kimoro memanggilku dan dia bertanya kepadaku
" laudi kenapa kamu di sini? apakah kamu tidak takut?" tanyanya sambil menatapku.
"Tidak kenapa harus takut" jawabku dengan tenang, sambil aku melihat ke dalam kelas, aku bertanya kepada kimoro.
" kimoro siapa nama murid yang berbicara dengan mu tadi?" tanya ku dengan heran sambil menatap kimoro.
" oh yang tdi itu namanya Jino" jawab kimoro dengan terus melihatku.
dalam hatiku kimoro kenapa melihatku seperti itu." tanyaku dalam hati.
" Tapi kalau dilihat-lihat, dia itu sepertinya anak baru baru ya di sekolah ini?" tanyaku kepada kimoro.
" memang, jino itu murid pindahan" jawab kimoro.
" tapi kenapa dia bisa berteman denganmu dan kalian terlihat begitu akrab? tanyaku.
" tadi saat kau ke ruang kantor, tiba-tiba ada orang yang mengirim pesan kepadaku, dia mengatakan kalau dia ingin bertemu denganku" jawab kimoro.
" sangat aneh, hari kedatangannya bertepatan dengan masalah baru di kelas kita" pukasku
dan guru itu terlihat sangat aneh, bukankah dia mengatakan hal yang tidak biasa, saat aku melihat matanya, matanya tiba-tiba berubah warna, saat aku melihat jino juga matanya juga berubah warna. apa maksudnya ini?" tanyaku.
" aku juga sempat kepikiran , masalah di kelas kita bertepatan dengan kedatangan guru baru dan jino" pukas kimoro.
" saat jino menatapku tadi,kepalaku tiba-tiba pusing, dan ini sangat tidak biasa bagiku" kataku kepada kimoro.
setelah aku berkata demikian, tiba-tiba guru baru itu bertanya, siapakah di antara kalian yang bisa melihat keadaan teman kalian yang sekarang yang sedang memberontak.
dan saat itu juga aku menuju ke teman sekelasku yang sedang di rasuki roh lain, aku menutup mata temanku dengan tanganku. dan saat itu juga aku menatap mata kanan ku yang sedang sakit, aku melihat kimoro juga menutup mata kirinya.kemudian kimoro membuka matanya, aku sangat terkejut dengan warna matanya, yang berubah warna menjadi warna ungu kehijauan dan aku bertanya kepada kimoro.
" kimoro ada apa dengan matamu, matamu sekarang berubah warna" pukas dan sambil membuka mata kanan ku, yang aku tutup menggunakan tanganku.
" kimoro matamu juga,apa maksud semuanya ini." pukas kimoro.
kami berdua melihat ke pada teman di kelasku, ada seorang sosok yang merasuki tubuh temanku. dan kimoro juga memegang kepalanya dan menutup matanya setelah itu semuanya normal kembali.guru baru itu terkejut melihat kami berdua, dan bertanya kepada kami berdua.
" apakah kalian memilki tanda lahir di telapak tangan, tanda lahir itu berwarna hitam dan melingkar ditangan kalian." tanyanya.
__ADS_1
kimoro menjawabnya dengan cepat,
" aku memilikinya hanya saja tanda lahir itu ada di tangan kiriku" jawab kimoro dan dia memperlihatkan tangan nya.
aku langsung bertanya kepada guru baru tersebut.
" pak kalau boleh tahu, nama bapak siapa? dan kenapa bapak bisa bisa melihat sosok itu?" tanyaku.
" nama bapak rijuna, kalau soal pertanyaanmu yang terakir bapak tidak bisa menjelaskannya." setelah berkata demikian pak rijun pun pergi meninggalkan kami.
setelah itu aku kembali duduk di kursiku, dan aku melihat keluar jedela. aku melihat jino berjalan bersama temannya dan kemudian dia melihat ke arahku, tiba-tiba kepalaku pusing adan aku pun terjatuh, dan saat itu juga kimoro menolongku dan membantuku untuk duduk di kursiku.
" laudi ada apa denganmu, kenapa kau bisa terjatuh?" tanya kimoro
" aku tidak tahu, setiap kali aku menatap matanya tiba-tiba kepala ku pusing." jawabku
" jika kamu menatap matanya, aku minta kamu menutup mata kirimi." pukasnya.
" Bagaimana kamu tahu soal ini ?" tanyaku.
" kamu tidak melihat, waktu aku menatap mata teman kita itu, kepalaku tiba-tiba pusing. tapi saat mataku sudah berubah warna toska terjadi apa-apa.jadi aku menyimpulkan jika matamu yang berubah warna itu untuk menatapnya, aku yakin tidak akan terjadi apa-apa." pukas kimoro.
" aku ingin menyelidiki pak rijun, dan jino itu" pukasku.
ngomong-ngomong soal tadi malam, aku minta maaf kepadamu,aku terlalu kasar berbicara kepadamu dan kamu juga tidak pernah membalas dendam kepadaku, kau bahkan merawatku waktu aku sakit" kata kimoro dan menatapku.
" tidak apa, aku senang membantumu, lagian aku sudah menganggapmu sebagai saudaraku" pukasku.
" tunggu apakah kamu memiliki tanda lahir sepertiku" tanya kimoro.
" aku tidak memilikinya, tiba-tiba kimoro menarik tanganku dan aku menjerit kesakitan.argh.." kataku.
" tanganmu kenapa?" tanya kimoro.
tanganku tiba-tiba berdarah, aku langsung menariknya tapi kimoro menahan tarikan tanganku.
" ini karena gunting saat aku menggunting kain, tadi malam" jawabku dengan tersenyum.
" kenapa kamu tidak mengatakannya kepadaku" kata kimoro sambil mengelap tanganku dengan tisu.
" pelan-pelan kimoro, tanganku benar-benar sakit.
" iya maaf, luka tanganmu cukup dalam pasti ini sangat sakit." ujar kimoro.
__ADS_1
" benar katamu" jawabku.
setelah itu kami melanjutkan pelajaran kami, saat belajar juga, ada pemberitahuan oleh guru yang mengajar kami katanya,
" semuanya dengar, hari ini ada anak pindahan dan dia akan bergabung dengan kalian di kelas ini namanya taketori jino.
tiba-tiba dia datang ke kelasku dan memperkenalkan dirinya.
teman di kelasku sangat senang, bahkan saat dia duduk dia memilih duduk di depan kimoro.sebenarnya aku iri kepadanya ya mungkin karena dia terlihat keren bahkan aku melihatnya lumayan tanpan. setelah jam pembelajaran selesai kami di berikan waktu istirahat.di kelas para murid perempuan bergantian berfoto dengannya, setelah selesai dia mengajak kimoro berbicara, dan aku melihat kimoro lebih senang bercanda dengannya dan tidak jarang mereka saling tertawa bersama.aku melihat kimoro menatapnya tidak terjadi apa-apa, dalam hatiku mungkin dia tidak mau menyakiti kimoro.kimoro memanggilku dan memperkenalkanku kepadanya.tapi malah ada yang aneh kimoro tiba-tiba memegang kepalanya dan menutup mata kanannya.
saat jino menatapku dengan tatapan tajam aku langsung menatap mata kiriku. dan saat itu juga jino tiba-tiba terjatuh ke lantai, aku sangat heran dengan hal itu, kimoro berkata kepadaku.
" apa yang kau lakukan kepada jino? tanyanya.
dan benarkan apa yang aku katakan." pukas kimoro.
semua orang terkejut melihatnya jatuh ke lantai.aku dan kimoro membawanya ke UKS.
di UKS aku dan kimoro membicarakan apa yang terjadi kepada jino.
" kimoro kenapa kau sangat bahagia ketika bercanda dengannya ?" tanyaku dengan nada yang sedikit naik..
" aku belum pernah merasakan sebahagia ini bahkan kalau bisa, aku berharap aku bisa menjadi saudaranya dan jika tidak jadi sahabatnya saja aku sudah bangga" pukas kimoro dengan senyuman.
" oh jadi begitu" jawabku dengan nada pasrah sambil aku menundukkan kepala.
" maafkan kataku, bukan itu maksudku" jawab kimoro sambil melihat diriku, yang sedang merobek sebuah kertas kecil yang ada di sampingku.
" Tidak apa, jika itu yang terbaik untukmu, lakukan saja, aku tidak merasakan sakit hati,
jaga jino sampai dia menyadarkan diri, jangan tinggalkan jino sendirian di sini" pukasku sambil membuka pintu ruangan UKS dan saat itu juga kimoro bertanya kepadaku.
" laudi kamu mau kemana?" tanya kimoro.
aku minta jaga jino baik-baik, sebentar lagi dia sadar."pukasku sambil menutup pintu uks.
" laudi, laudi" panggil kimoro.
aku hanya mendengar saja, tapi aku malas untuk menjawabnya.aku menuju kelasku, setiba aku di kelas mereka bertanya kepadaku.bagaimana keadaan jino" tanya mereka dengan khawatir.
" dia baik-baik saja" jawabku dengan singkat dan aku membuka buku pelajaranku. mereka sangat heran dengan jawabanku, aku tidak peduli dengan ocehan mereka, yang terus aku pikirkan adalah guru baru dan jino.
berlanjut...
__ADS_1