My Secret In The Dark

My Secret In The Dark
keputusanku


__ADS_3

Saat aku sampai di rumah, akupun membereskan pakaian dan buku-buku ku yang aku gunakan di sekolah hari ini.setelah aku membereskan semua peralatan yang aku gunakan, aku pun menuju ke kamar mandi.


saat aku di kamar mandi, aku merasakan adanya angin sejuk yang masuk ke dalam rumahku.saat aku sedang enak-enaknya mandi, desuan angin itu tiba-tiba seperti mendorong pintu kamarku. bagai mana ini, apa yang harus aku lakukan?" pikirku dalam hati dan aku berusaha untuk tidak memperdulikan apa yang terjadi saat itu.


pintu kamar mandiku terus bergerak seperti ada yang ingin memaksakan diri untuk masuk, sampai saat itu pun aku tidak memeperdulikannya.namun saat aku membalik badanku ke arah belakang, betapa terkejutnya aku dan hampir berteriak, aku melihat sosok hitam tiba-tiba berdiri di hadapanku dan aku tidak mampu menahan badanku, aku pun merasa seperti mau pingsan tapi untung saja aku masih mampu bertahan, sehingga aku tidak pingsan di kamar mandi.


tiba-tiba aku merasakan tangan ku kembali sakit dan malahan terasa seperti terkena minyak panas.dalam hatiku aku pun berpikir, mungkinkah ini yang dikatakannya( sosok hitam itu) " kalau tidak mau terkena masalah lakukan saja perintahku" pikirku dalam hati.


" aku tidak boleh menyerahkan kunci itu, bagaimana pun caranya, aku harus berusaha" pikirku dalam hati, dan akupun bertanya apa maksud mu datang kemari dan apa maumu?


"ooh apakah kamu lupa perjanjian kita, tentang kunci itu. bukanya kau sudah berjanji akan memberikan kunci itu untukku" jawabnya.


"ooh jadi itu maumu, apa hu ungannya dengan ku" pukasku.


" cepat serahkan kunci itu?atau aku akan membuat dirimu menderita" katanya.


"tidak semudah yang kau ucapkan,kau kira aku peduli dengan ucapanmu, bagaimana pun caranya aku tidak akan menyerahkan kunci itu" jawabku dengan sedikit kencang.


"jangan pernah bermain-main denganku" pukasnya.


"ahh kenapa tanganku kembali sakit" apa yang kau lakukan, aagghhh" rintihku.


" bagaimana menurutmu, sakit atau tidak" tanyanya dengan suara yang senang alias tertawa.


" ini belum seberapa bagiku" jawabku, walaupun sebenarnya aku tidak mampu menahan sakit itu.


"itu masih biasa bagi mu ? ternyata kamu memang kuat,tapi kau rasakan sakit yang sesungguhnya dariku. rasakan ini" pukasnya dengan suara geram.


belum beberapa lama setelah itu, aku masih memegang tanganku yang sakit itu, sosok itu kemudian maju kearahku dan menarik rambutku serta menenggelamkan kepalaku kedalam bak mandi. aku berusaha untuk mengangkat kepalaku lagi tetapi tangannya terus menahan kepalaku sehingga aku hampir ke habisan napas, setelah itu dia ( sosok hitam itu ) menarik aku keluar dari bak itu, aku pun terus merintih, karena sosok itu masih menarik rambutku.aku menghela napas panjang.

__ADS_1


" bagai mana menurutmu apakah kamu mau menyerahkan kunci itu? " tanyanya.


" aku tidak peduli dengan paksaan dan siksaanmu ini, bagaimanapun bahkan sampai aku matipun aku tidak akan meyerahkan, aagghhhhh" rintihku lagi. sosok itu kembali menarik rambutku dan menenggelamkan kembali aku ke dalam bak.kali ini aku hampir pingsan karena sosok itu menahan kepalaku dan memukul kepalaku dengan tangannya dan kali ini aku hanya pasrah.


belum beberapa lama setelah itu aku pun mengangkat tanganku dan aku pun menyerah dan aku pun memutuskan untuk menyerahkan kunci itu. stelah aku mengangkat tanganku sosok itu menarik kepalaku kembali, dia pun melepaskan tangannya dari rambutku.


" ampun, ampun maafkan aku, aku akan menyerahkan kunci itu" kataku kepadanya.


" memang sepantasnya seperti itu, jika kau tidak menyerahkan kunci itu, aku tidak segan-segan membunuhmu di sini." pukasnya dengan suara tertawa.


"tunggu aku sebentar, aku akan mengambilnya kekamarku dan aku juga mau berganti pakaian, kamu bisa menunggu di ruangan atas." kataku kepadanya.


sambil menuju ke kamar.


" baiklah, satu hal yang kau harus ingat kau tidak boleh mempermainkan ku lagi." pukasnya dengan suara marah.


Saat aku sedang menaiki tangga, banyak pertanyaan yang terus menggangguku, dalam hati ku banyak pertanyaan yang muncul bahkan aku sampai menitikkan air mata, aku tidak mau ada yang terluka karena hari ini. mungkin aku harus memberikan pertanyaan kepadanya.belum beberapa lama setelah itu, akupun mengambil kunci itu dalam tas ku dan tidak lupa aku juga membawakan kotak itu kepadanya.


setibanya aku di situ, aku melihat dia duduk di depan lukisan abstrak yang ada di ruangan itu


aku pun mengingat sesuatu yang pernah aku alami, setelah itu aku berkata dalam hatiku.


" tunggu bukankah ini sama dengan yang aku lihat di ruangan apartemen, tempat kimoro menyayat tangannya dan dia seperti memberikan darahnya ke dalam kotak itu.


aku pun memberikan pertanyaan kepadanya.


" apa yang kau mau dari kotak dan kunci ini,aku tidak akan menyerahkannya sebelum kau menjelaskan semuanya" pukasku.


"aku tidak peduli dengan ancamanmu" " jawabnya.

__ADS_1


" baiklah, akan aku bakar kunci ini. aku tahu jika kunci ini terkena api,maka kunci ini tidak akan berguna lagi, bukankah begitu" sambil menghidupkan korek api.


" baiklah aku akan mengatakannya, tapi kau harus memberikan kunci itu kepadamu"jawabnya.


" aku akan memberikan kunci itu, tapi aku akan menggantikan pertanyaanku yang tadi.


apakah ada masalah jika aku memberikan ini kepadamu, jika iya bagaimana cara supaya aku terhindar dari ancaman dan masalah ini?" tanyaku.


" tidak ada masalah, tapi kau bisa memberikan setetes darahmu setiap jam 12 malam, itu hanya syaratnya" jawabnya.


" apakah ini berpengaruh terhadap orang lain di sekitarku? dan apakah kau akan menyakiti orang yang dekat denganku, dan jika aku memberitahukan rahasia ini apakah aku akan terkena musibah? tanyaku.


" ingat jika kamu mebuka rahasia ini, maka orang yang telah mengetahui rahasia ini dan kamu mengatakan ini kepadanya, orang itu akan menerima akibatnya." jawabnya dengan suara yang sedikit kencang.


" aku hanya minta kepadamu, jangan pernah menyakiti orang yang aku kenal dan aku sayangi. ingat kata-kataku jika kamu melanggar perjanjian kita maka aku akan membakar semua ini." pukasku dengan suara yang penuh dengan tangisan.


" aku akan menempati janji ini, dan kamu juga harus ingat janji di antara kita." jawabnya.


" cepat keluarkan darahmu dan kamu harus mengoleskannya ke lukisan dan kotak itu." perintahnya.


Aku kemudian menuruti perintah yang dia berikan, aku kemudian mengambil pisau kecil dan melukai tanganku sendiri, setelah darah itu keluar aku mengoleskan darah itu sesuai dengan perintahnya.setelah semuanya selesai.


" aku berterima kasih kepada mu untuk semua ini, jangan pernah melupakan perjanjian kita, dan ingat kamu harus memberikan darah mu setiap malam untukku." katanya.


" Aku akan menempatinya" jawabku.


setelah aku mengatakan jawabku, sosok itu tiba-tiba menghilang begitu saja.


aku hanya bisa termenung dengan keadaanku saat itu.

__ADS_1


aku pun kembali ke aktivitasku seperti biasa aku membereskan semua pekerjaan rumah, karena besok kimoro akan tinggal bersamaku.


berlanjut...


__ADS_2