My Sekertaris

My Sekertaris
Naik Jabatan


__ADS_3

Pagi yang indah, begitupun dengan apa yang akan terjadi nanti di kantor tempat kerja Hana, Hana dengan semangat bersiap siap untuk pergi ke kantor, dia menggunakan kemeja putih dan rok biru dongker selutut, menata rambut serta memakai sedikit make up, sarapan roti bakar dengan selai cokelat, dan menggunakan sepatu pansus berwarna hitam lalu berangkat ke kantor nya setelah merasa semua sudah rapi. Tak lupa Hana juga mengambil tas yang sudah di siapkan nya dari tadi malam.


"Astaga, rasanya aku sangat bahagia! Hari ini waktu nya naik jabatan~~" Gumam Hana dengan muka yang terlihat sangat senang, Ya dia hari ini akan naik pangkat. walau Hana masih belum mengetahui akan menjadi apa dia nanti, tapi tetap saja dia sudah senang.


Hana menebarkan senyuman manis nya pada semua karyawan yang di temui nya, dan memeluk sahabatnya bernama Nadia itu.


"Nadia~" Sapa Hana sambil memeluk sahabatnya, Nadia tak heran dengan sikap Hana karena dia tahu hari ini Hana naik pangkat.


"Tidak perlu berlebihan, Hana," Ucap Nadia yang melihat tingkah Hana.


"Nanas, kok aku gugup ya? lebih gugup dari pada waktu kita melamar pekerjaan," Ujar Hana yang memang sudah biasa memanggil teman nya dengan sebutan Nanas.


"kamu pikir cuma kamu doang? aku juga gugup tahu! padahal cuma kamu yang naik," sindir Nadia.


"Ah~ Nanas, jangan gitu dong. nanti kamu juga bakal naik kok,"


"Iya iya, tungguin aku ya," lalu mereka tertawa bersama.


Tak lama Hana di panggil seorang senior dan meminta nya untuk datang ke ruangan Sekertaris Tya yang akan mengurus akan kenaikan nya jabatan Hana.


Hana masuk lalu mereka berbicara, Dan akhirnya di tentukan bahwa Hana menjadi sekertaris pribadi CEO Grup Anggara.


"SEKERTARIS PRIBADI?!!" Hana terkejut sampai tak sadar akan apa yang di lakukan nya.


"Ah ma.. Maaf," ujar Hana merasa malu.


"Tenang saja Hana, Gaji mu akan naik 3 kali lipat dari gaji mu selama ini, tapi ya sesuai dengan gaji nya, kau harus bekerja keras. di mana bila CEO membutuhkan mu, kau harus siap 24 Jam, bila CEO tak pulang dari kantor maka kau juga tak pulang tak perduli bahkan bila ia tak pulang sampai pagi. Kau menerima nya?" tanya Sekertaris Tya setelah menjelaskan panjang lebar.


"Siap 24 Jam?" Hana merasa lemas mendengar nya, bagaimana mungkin dia bisa siap 24 jam setiap hari?


"Ya, 24 jam! tapi tenang saja, itu sangat jarang terjadi. Lagi pula bukan kah itu setimpal dengan gaji yang kau Terima nanti? Jadi apakah kau setuju?" tanya Tya.


"Ah.. baiklah, tapi.."


"Ya? apakah masih ada yang kurang jelas?"


"Bu.. Bukan, baiklah, kapan saya harus pindah ruangan?"


"Sekarang lebih baik, Risa juga sudah di pindahkan, ruangan sekertaris kosong sekarang, jadi lebih baik kamu pindah sekarang saja," Lalu Hana mengangguk dan pamit dari tempat itu. dia sangat senang sekarang dia adalah sekertaris CEO di mana banyak orang yang menginginkan nya. Tapi di sisi lain juga dia merasa khawatir, siap 24 jam?


"*Ayolah Hana, jangan mengeluh! perjuangan tak akan menghianati hasil, maka kamu harus semangat! semangat kumpulkan uang dan segera pergi ke London!" Gumam Hana menyemangati diri nya sendiri.


Hana memang sedang mengumpulkan uang untuk pergi ke london di mana kekasih nya sekarang berada di sana. Hana sudah menjalani hubungan jarak jauh itu selama 4 tahun sejak tahun terakhir masa kuliah nya, Pacar Hana yang bernama Endra Johan itu menjalankan bisnis orang tuanya di sana, maka dia tak bisa pulang kembali ke indonesia. dia hanya akan pulang untuk menemui Hana saat Lenggang dan dia juga tak bisa berlama lama karena sangat sibuk.


"Jadi gimana Hana?? Kamu sekarang jadi apa? kok muka kamu gitu? Ayo cerita dong!" Nadia menyambut sahabat nya itu dengan pertanyaan pertanyaan kepo nya.


"Sekarang aku jadi sekertaris pribadi CEO Nas,"


"Ih beruntung banget kamu, pasti gaji nya gede ya?"


"3 kali lipat dari yang sekarang,"


"Terus terus???" Nadia yang masih penasaran terus melempar pertanyaan.


"Sekarang aku harus pindah deh, tapi nanti waktu makan siang tunggu aku ya, jangan tinggalin!" ucap Hana memberi peringatan pada sahabatnya.


"Iya bawel, terus muka kamu kok gitu? ada masalah?"


"Gak ada masalah, cuma sekarang aku harus kerja lebih keras. 24 jam aku harus siap kapan pun Pak Rehan butuh. Hahh.." Hana menghela napas panjang sambil membereskan barang barang nya.

__ADS_1


"Tapi kan gaji nya gede Han, gak papa lah. semangat sayang~!" Ucap Nadia memberi semangat.


"Hei!! Kamu di suruh pindah ruangan kan? buruan! siapa yang suruh kamu ngobrol gitu?!! Kamu juga, kerjaan masih numpuk malah gosip! balik kerja!" Tegur seseorang yang tak lain adalah Risa, sekertaris lama Rehan.


"Maafkan kami," ucap mereka berdua bersamaan,


"Sirik banget sih, suka suka kita lah mau ngapain! orang kerjaan aku juga udah mau siap!" gerutu Nadia pelan.


"mungkin dia marah karena sekarang aku gantiin posisi dia,"


"Biarin, nenek lampir emang gak pantes jadi sekertaris, Lebih gak pantes lagi ada di Grup ini!"


"Nanas ih, yaudah aku keruangan aku dulu, bye bye~" ucap Hana berpamitan pada sahabat nya.


Hana segera menaiki lift dan menekan tombol 8 karena ruangan CEO ada di lantai 8.


"Permisi, saya sekertaris baru pak," ucap Hana dari luar sambil mengetuk pintu.


"Masuk," ucap seorang pria yang tak lain adalah Rehan, CEO dari Grup Anggara ini.


"Kamu orang nya?" Tanya Rehan menatap Hana.


"Benar Pak, nama saya Hana,"


"Ya saya sudah tahu," ucap Rehan lalu beralih ke dokumen di depan nya.


"Apasih, sok cool" Gumam Hana dalam hati namun tetap memperlihatkan senyum manis nya.


"Kamu boleh duduk, tempat duduk kamu di situ. sebelum itu, saya akan memberi tahu apa yang boleh dan apa yang tak boleh kamu lakukan sebagai sekertaris pribadi saya,"


"Baik, Pak!" jawab Hana masih dengan senyum palsu nya.


"salahku? yang bener aja!"


"Saya juga tak suka ada orang yang masuk keruangan ini kalau tidak penting. yang bebas keluar masuk hanya saya dan Ridwan, kamu tahu Ridwan kan?"


"Saya tahu pak,"


"Bagus, saya juga tak suka dengan orang yang lambat, kamu harus mengerjakan segala nya dengan cepat, terlebih lagi saat meeting,"


"Cerewet sekali, Sifat nya seperti wanita!"


"Baik itu saja, sekarang tolong kamu lihat dokumen ini. susun sesuai tanggal, sesuai alamat Grup, dan saya mau 2 jam lagi harus selesai! kerjakan sekarang," Ucap Rehan memberikan setumpuk Dokumen.


"Baik, saya permisi Pak," Hana tersenyum kecil.


"Matilah, CEO nya kejam!! kenapa Risa bisa bertahan? Sekarang aku mulai menyesal nerima tawaran itu. Hah.. sebanyak ini? hanya dua jam?! matilah," Hana berteriak dalam hati, bagaimana dia bisa mengerjakan dokumen sebanyak itu hanya dalam waktu 2 jam?


Hana tanpa basa basi langsung mengerjakan nya, dia ingin terlihat rajin di depan CEO itu, berfikir mungkin Rehan akan memberikan keringanan bila melihat kerja keras Hana.


sekitar satu jam setengah kemudian Hana sudah menyelesaikan Dokumen nya, Dia menyerahkan nya pada Rehan.


"Saya sudah menyelesaikan nya, Pak!" Ucap Hana dengan bangga karena ini belum 2 jam.


"Bukankah saya bilang 2 Jam?" tanya Rehan.


"Benar, apakah ada yang salah, pak?" Hana merasa bingung.


"Saya katakan 2 Jam, maka berikan pada saya 2 Jam lagi! kalau kamu menyerahkan nya sekarang, lihat? meja saya jadi penuh," ucap Rehan yang menurut Hana itu hanya alasan karena Rehan juga kaget dengan kecepatan Hana dalam mengerjakan pekerjaan.

__ADS_1


"Ih, padahal tinggal menerima saja! Bilang saja kalau kamu terkejut dengan kecepatan ku dalam mengerjakan pekerjaan!" Hana terus mengomel dalam hati nya lalu kembali ke tempat duduk nya. dia memijat tangan nya yang terasa mati rasa.


Kalau saja Hana tahu bahwa dokumen itu harus di serahkan tepat 2 jam, maka Hana taka akan mengerjakan nya dengan cepat seperti itu. sekarang rasa nya tangan Hana mati rasa.


"Gadis ini lumayan cepat juga," Gumam Rehan yang merasa bangga dengan sekertaris nya yang sekarang.


"apakah ada yang perlu saya kerjakan lagi, Pak?" tanya Hana saat tangan nya mulai kembali pulih.


"Kamu senggang?" tanya Rehan.


"Benar,"


"Kalau begitu tolong kamu katakan pada Ridwan bahwa siang ini kami akan makan bersama," ucap Rehan.


"Baik, saya permisi," ucap Hana lalu keluar untuk memberi tahu Ridwan.


*TOK TOK TOK*


sebuah ketukan terdengar di pintu ruangan Ridwan, Ridwan menoleh bertanya tanya siapa yang menemui nya jam segini.


"Masuk," jawab Ridwan.


"Permisi, Pak Ridwan, Pak Rehan berpesan bahwa ia ingin makan siang bersama siang ini," jelas Hana.


"Ah, baiklah. ngomong ngomong kamu sekertaris Rehan sekarang?"


"Benar pak,"


"Ah baik, semangat dan hati hati dalam berkerja oke?"


"Baik Pak," jawab Hana dengan senyum nya.


"Rehan Rehan, padahal kita sudah membicarakan soal ini. tapi kau masih saja mengerjai wanita ini. Rehan tak berubah." Gumam Ridwan dengan tersenyum kecil.


"Kalau begitu saya permisi, Pak,"


"Ah silahkan," jawab Ridwan.


*


Rehan : Rehan Anggara, CEO Grup Anggara


Hana : Hana Angel Putri


Ridwan : Ridwan Kusuma, Sahabat Rehan.


Nadia : Nadia Fitri, Sahabat Hana.


Endra Johendra : Pacar Hana, di London.


!!


Hai~


MAKASIH SUDAH MAMPIR, TOLONG BERIKAN SEDIKIT DUKUNGAN DENGAN LIKE, DAN ALANGKAH BAHAGIA NYA AUTHOR KALAU KALIAN DENGAN SENANG HATI MEMBERIKAN TIPS 😍


TERIMA KASIH~


JANGAN LUPA KOMEN DAN SENYUM :)

__ADS_1


__ADS_2