
Sekarang Dua sejoli itu, Hana dan Rehan tengah sarapan bersama. mereka sepakat untuk tak terlalu memikirkan soal HUBUNGAN yang mereka nyatakan tadi malam dan sepakat untuk tetap bersandiwara saja.
"Silahkan Pak," ucap Hana memberikan secangkir Susu putih dan sepiring nasi goreng yang mereka buat bersama.
Ya mereka memasak nya bersama karena Rehan tak enak kalau membiarkan Hana bekerja sendiri sedangkan dia yang menumpang hanya menunggu dan tinggal makan. Walaupun Rehan hanya membantu memotong bawang cabai dan menyiapkan piring saja, setidak nya dia sedikit membantu.
"Terima kasih Hana," ucap Rehan tersenyum lalu di balas senyuman juga oleh Hana.
"Seperti pasangan yang baru menikah saja," Gumam Rehan dengan telinga memerah dan tersenyum. [Bisa aje ni CEO satu :v]
setelah siap sarapan mereka merapikan kembali piring piring dan berangkat. Hana sudah rapi sejak tadi sedangkan Rehan masih menggunakan baju kemarin dan sudah memerintahkan Ridwan membawakan nya pakaian ganti di kantor nanti.
.
.
.
.
Sesampainya di parkiran, Hana turun bertepatan dengan Ridwan yang juga baru datang. seketika Jiwa kepo nya menggelegar dan segera keluar dari mobil nya.
"Hei kenapa kamu bisa berangkat dengan Hana?" Tanya Ridwan pada Rehan.
"Itu terserah pada ku, kenapa kamu kepo sekali," Jawab Rehan.
"Hoi, jujur saja padaku teman," Goda Ridwan membuat Rehan malu.
"Saat bekerja Pak Ridwan sangat prefisional, tapi saat dengan Pak Rehan dia adalah teman yang hangat, aku merindukan Nanas~" Gumam Hana yang senang dengan pertemanan mereka.
"Sudah sudah, Ayo masuk. Ingat aku atasan mu," ucap Rehan dengan telinga merah memperingati Ridwan untuk sopan.
"Ayo Hana," Ajak Ridwan lalu mereka masuk bersama.
"Kamu tak tahu apa yang terjadi kemarin," Gumam Rehan tersenyum tipis.
.
.
.
.
"Rehan, Ayo kita makan malam bersama,"
"Em, tentu." jawab Rehan enteng.
"Apa apaan, mereka terdengar seperti pasangan! Rehan, Ayo kita makan malam~ Tentu Ridwan. aku tak mungkin menolak~" Hana mulai memikirkan beberapa perbincangan MANIS bahkan adegan sedikit tak normal sekarang.
"Hana, Ayo kamu ikut," Ajak Ridwan.
"Ah tidak perlu Pak, Bapak silahkan bersenang senang," ucap Hana menolak dengan sopan.
"Aku tak mungkin menganggu makan malam kalian, xixixi"
"Hei ayolah, Ajak teman mu itu juga, " ucap Rehan yang tahu Hana mungkin merindukanmu sahabat nya itu dan juga Hana pasti tak enak ikut bila dia wanita sendiri di antara dua pria itu.
"Bolehkah? " Ucap Hana dengan gembira.
"Hemm, hubungi dia cepat dan suruh ke parkiran, kita ke parkiran sekarang." Balas Rehan.
"aku mengajak mu tapi kamu menolak, begitu Rehan yang mengajak langsung setuju?" Goda Ridwan.
"Dia sekertaris ku, wajar dia mengikuti perintah ku,"
"Hanya Sekertaris?" bisik Ridwan.
"Diamlah!"
__ADS_1
*Pesan
Hana
Nanas, ikut makan malam dengan pria tampan?
Nadia
Jangan tanya, kapan dan di mana?
Hana
Ke parkiran saja sekarang, kami menunggu mu
Nadia
Otw Sahabatku!
*Pesan Off.
"Bagaimana?" tanya Rehan.
"Dia segera kesini," jawab Hana.
sekitar 5 menit kemudian Nadia datang dengan penampilan yang cantik, yang pasti dia sempatkan diri untuk touch up dulu sebelum kesini, tak mungkin dia mau berpenampilan jelek di depan PRIA TAMPAN itu.
"E-eh? ini kan pak Ridwan dan Pak Rehan?!!!!" Nadia terkejut seketika menghentikan langkah nya.
"Nanas? kenapa?" tanya Hana merasa aneh.
"Nanas?" Ridwan merasa aneh dengan panggilan itu.
"Ah, nama nya Nadia Pak, sahabat saja sejak SMA. saya terbiasa memanggilnya begitu," Hana menggaruk tengkuk nya yang tak gatal, Regan hanya tertawa kecil melihat tingkah Hana.
"Sudah sudah, Ayo kita berangkat. Nadia kamu bisa ikut mobil Ridwan, Hana dengan saya," Rehan menyarankan.
"Kenapa? kamu takut pada saya?" ucap Ridwan bercanda.
"Ti-tidak.. hanya saja.. apakah boleh?" tanya Nadia mengundang tawa bagi Ridwan dan Rehan.
"Nadia kamu sangat polos, masuk saja tidak apa apa," ucap Ridwan.
"Kalau begitu Ayo berangkat," ucap Rehan membukakan pintu depan untuk Hana.
"Pintu Depan?!!" Nadia terkejut. apakah sekertaris seperti Hana boleh duduk di sebelah Rehan. Benar juga, Hana itu sekertaris Rehan.
"Jangan hanya bengong. Ayo masuk Nadia," ajak Ridwan yang ternyata juga membukakan pintu depan.
"Saya duduk di depan?"
"Tentu, saya bukan supir mu sehingga saya menyetir dan kamu di belakang." gurau Ridwan.
"Maaf.." ucap Nadia lalu masuk dengan enggan.
.
.
.
.
***Pesan
Nadia**
Hana! kenapa gak bilang kalau PRIA TAMPAN itu pak Rehan dan Pak Ridwan?!
Hana
__ADS_1
Karena kalau aku bilang kamu pasti tidak mau ikut. iyakan?
Nadia
Siapa juga yang mau makan dengan atasan seperti mereka dasar bodoh! kalau kamu iyalah karena kamu sekertaris pak Rehan. aku? Bisa gila aku!
Hana
Hei tenanglah, mereka juga orang yang santai. kamu jangan terlalu gugup!
Nadia
Gugup gigi mu! lihat saja kau Hana!
*Pesan Off
"Nadia, Apakah kamu kepanasan?" tanya Ridwan ketika menyadari wajah wanita di sebelahnya memerah.
"Ti-tidak Pak, saya baik baik saja.." Jawab Nadia.
"buka saja kaca nya kalau kamu kepanasan," ucap Ridwan sambil mendekat ke arah Nadia. Nadia terkejut lantas menutupi dirinya dengan tas.
"Ada apa? kamu takut pada saya? haha.. jangan bilang wajah mu juga karena itu?" Ledek Ridwan tertawa.
"Tidak! sebenarnya ini memang cukup panas," Elak Nadia kemudian memalingkan wajah nya ke luar melihat tiang tiang listrik dan lampu jalan yang tertinggal.
"Kamu sangat manis," ucap Ridwan lalu mengelus kecil rambut Nadia.
Entah kenapa dengan Ridwan dan Rehan, mereka suka memegang kepala dan rambut Hana dan Nadia. Entah bagian mana sari rambut itu yang menjadi candu bagi kedua nya.
memang Ridwan baru pertama kali mengelus rambut Nadia, tapi sekarang seakan dia ingin mengelus nya lagi dan gak berhenti, rambut itu wangi dan halus.
Sementara itu di mobil Rehan..
"Hana, kenapa kamu hanya fokus pada ponsel mu?"
"Memang nya aku harus apa lagi kalau tidak fokus pada ponsel ku? aku juga tidak tahu kemana Bapak akan membawa ku." jawab Hana dengan bahasa formal.
"Wah bahasa mu sudah semakin formal saja. tapi tak apa, itu lucu. selain Ridwan kamu yang pertama '' ucap Rehan tersenyum.
" Kalau begitu seterusnya akan begitu. mungkin kita bisa lebih dekat dan mejadi teman?" ucap Hana membuat Rehan sedikit terkejut.
"Aku lupa, aku pacar palsu nya. sial aku menganggap itu serius,". Gumam Ridwan.
" Pak?"
"Hem?"
"ada apa?"
"Tidak ada, hanya sedikit lelah,"
"Benarkah? Ini mungkin akan membantu," ujar Hana memberikan sebungkus permen rasa anggur.
"Ayolah, aku bukan anak kecil,"
"Coba saja!" Paksa Hana kemudian membukakan kemasan nya dan menyuapi Rehan, ya dia mengemudi jadi Hana hanya membantu.
"Manis" Gumam Rehan menyembunyikan senyum nya, tidak bukan permen itu yang manis, tapi Hana.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
**YOOO
TERIMA KASIH SUDAH MAU MAMPIR DAN MEMBACA, JANGAN LUPA LIKE, KOMEN, DAN FOLLOW JUGA BIAR NGK KETINGGALAN KALAU UP YA!
>KALAU BISA KASIH TIP NYA KAKA**~~
^^
__ADS_1