My Sekertaris

My Sekertaris
Dia pacarku sekarang


__ADS_3

"Kenapa jadi seperti ini Hanna.." Ucap Rehan sembari mengobati kepala Hanna dengan P3K.


"Kami hanya bertengkar kecil.." jawab Hanna menahan perih.


"Mungkin sebaik nya kita ke dokter Hanna, Aku tak yakin apakah ini cukup baik,"


"Ini bukan apa apa.. bapak tak perlu khawatir. Ini tak sakit," jawab Hanna berbohong.


"Benarkah?"


"Ehm.. aku bukan wanita lemah,"


"Kalau begini?" tanya Rehan sembari sedikit menekan luka Hanna.


"Ouch..! Itu sakit!"


"Lain kali jangan berbohong! bilang saja kalau sakit," Ucap Rehan mengelus kecil pucuk kepala Hanna.


"Terima kasih banyak Pak, hari ini saya sudah sangat merepotkan,"


"Bicara formal saja, hanya kita di sini dan ini di luar jam kerja,"


"Bapak mau minum?" tanya Hanna.


"Tidak perlu, kamu istirahat lah.. Saya akan pulang sebentar lagi," jawab Rehan.


Hanna tak mengatakan apapun, tapi jujur saja dalam hati nya dia seakan kecewa mendengar Rehan akan pulang.


.


.


.


"Kamu sudah baikan kan? aku pulang sekarang,"


"Tapi ini sudah larut, Bapak yakin akan pulang?"


"Aku ini pria, tak masalah." Ucap Rehan mengelus kecil lagi kepala Hanna.


"kalau begitu aku antarkan sampai depan,"


Mereka berjalan bersama menuju pintu, lalu Hanna membukakan pintu untuk Rehan. Ya akhirnya dia akan pulang.


"Kalau dia kembali telfon aku, aku selalu siap," ucap Rehan memastikan Hanna bahwa dia bisa di andalkan.


"Ya aku tahu.. Terima kasih banyak Pak,"


"Kalau begitu aku pergi, tidurlah,"

__ADS_1


"Emm, tentu.." jawab Hanna dan mereka bertukar senyum.


belum jauh Rehan berjalan meninggalkan rumah itu, Tiba tiba saja dia mendengar suara teriakan Hanna, lagi!


"Apa lagi kali ini!!" Gumam Rehan khawatir lalu berlari kembali kerumah Hanna.


"Ada apa Hanna? Endra? kenapa kamu masih di sini!" Teriak Rehan melihat Rehan yang menggenggam erat tangan Hanna, Hanna terlihat kesakitan dan tak nyaman.


"Bukan urusan mu, dia pacar ku," jawab Endra dengan muka dingin.


"Endra.. ada apa dengan mu? Kita sudah berpacaran 4 tahun lebih.. ini pertama kali nya kamu kasar seperti ini.." Gumam Hanna kecewa dengan Endra.


"Lepaskan, Bagaimana kalau aku bilang kita putus?! Aku sudah berpacaran dengan Pak Rehan," Jawab Hanna sepontan yang membuat Rehan, Endra, bahkan diri nya sendiri terkejut.


"sial! apa yang aku katakan," Gumam Hanna mengutuk kebodohan nya.


"Kamu sudah dengarkan? lepaskan tangan pacar ku," ucap Rehan yang dengan cepat mengerti arti ucapan Hana.


"S*alan kamu pacaran dengan nya saat kita masih pacaran?"


"Kenapa tidak? Kamu berubah sekarang!" ucap Hana menghempaskan tangan Endra dan berlindung di belakang bahu lebar Rehan.


"Kemari! Kenapa kamu berlindung pada nya s*alan!!" Teriak Endra terus berusaha menarik Hana, tapi Rehan menjaganya.


"Jauhkan tangan mu, dia pacar ku sekarang." ucap Rehan dingin dengan tatapan dingin yang mematikan.


*


*


*


Hana dan Rehan sudah berada di dalam lagi, kali ini Rehan tak berniat pergi lagi karena takut pria gila itu akan kembali. dia akan menemani Hana malam ini.


Suasana sangat canggung dan terasa sangat panas di sana, kedua nya merasa canggung karena pernyataan mereka soal hubungan mereka saat ini.


"Sial kenapa di sini panas sekali," Gumam Rehan dalam hati.


"seharusnya aku tak bilang begitu tadi, dasar bodoh! " Gumam Hana yang ternyata juga tak kalah malu.


"Ehm.. aku akan membersihkan kamar tamu untuk bapak," ucap Hana pergi.


"ah...I-iya.." Ucap Rehan sangat pelan.


"Hari ini.. terlalu indah.." Gumam Rehan sambil tersenyum dan memejamkan mata nya.


Entahlah, dari sikap Rehan yang biasa nya selalu dingin, terutama terhadap wanita karena dia merasa mereka mungkin memanfaat nya, Hana terlihat tak kesusahan membuat Rehan tersenyum dan berdebar seperti ini.


Mereka baru bekerja selama hampir dua bulan, tapi Rehan sudah memperlihatkan sikap hangat nya pada Hana walau masih samar samar. Bertapa manis nya.

__ADS_1


Tidak seperti Risa, Dulu Risa adalah sekretaris Rehan juga. Namun baru sekitar 3 bulan Rehan sudah tak tahan dengan sikap wanita itu, dia selalu mencoba menggoda dan mendekati Rehan.


Saat ada kesempatan, dia akan datang dan menggoda Rehan. Dan Rehan adalah tipikal pria yang dingin pada wanita seperti itu, Rehan langsung mengganti sekertaris nya, bahkan sebenarnya dia ingin memecat nya saja, tapi Risa cukup ahli dalam pekerjaan nya, maka Rehan tak menyia-nyiakan nya.


Berbeda dengan Hana, Yang membuat Rehan tertarik dan hangat pada wanita ini adalah karena sikap nya yang seakan tak perduli bahwa Rehan adalah seorang CEO yang di rebut kan banyak wanita di kantor.


dia lebih menganggap Rehan itu bos nya, bahkan terkadang seperti teman nya. Hal itu membuat Rehan yakin bahwa Hana berbeda dengan orang lain, dia wanita yang tulus.


.


.


.


.


"Pak, kamarnya sudah saya... Eh? sudah tidur?" ucap Hana melihat Rehan yang tertidur di sofa.


"Sebaiknya ku bangun kan atau tidak?" Gumam Hana bingung menggaruk tengkuk nya yang tak gatal.


"Tapi kalau di lihat lihat.. dia tampan juga, ish! biacara apa aku ini?! tidak aku tak bicara, maksudku berfikir apa aku ini! dia adalah bos yang selalu menyiksa ku, haruskah ku bunuh dia sekarang?" Gumam Hana bertarung dengan pikiran nya sendiri.


"Pak?.. Pak Rehan.." Hana mengguncang pelan tubuh Rehan, tak butuh waktu lama Rehan bangun.


"Em?.." Jawa Rehan masih setengah sadar.


"Silahkan bapak pindah ke kamar tamu sebelah Sana," ucap Hana menunjuk sebuah pintu kamar.


"Oke, maaf merepotkan mu Hana,"


"Tak masalah Pak," ucap Hana tersenyum dan di balas senyuman juga oleh Rehan kalau Rehan mulai berjalan ke kamar itu setelah dia mengelus rambut Hana.


"Apa apaan, dia suka sekali memegang rambut ku!" Gumam Hana kesal, ya sikap Rehan yang suka mengusap rambut memang terlihat agak cabul bila di lihat dari hubungan mereka yang hanya sekertaris dan bos.


Hana mematikan lampu lalu pergi ke kamar nya, tapi tak lama dia sadar dia tak bisa tidur, padahal jam sudah hampir menunjukkan pukul 2 pagi dan besok dia harus bekerja.


"Ayo tidur lah Hana!!" Gumam nya.


Tapi terus saja dia berfikir, kenapa bisa Endra bersikap seperti itu. hampir 5 tahun mereka pacaran, tapi ini pertama kali nya Endra bersikap kasar bahkan menunggu sampai Rehan pulang dan kembali mengasari nya.


"Kenapa dengan nya.. dia tak pernah seperti itu sebelum nya," Gumam Hana.


"*Aku jadi tak bisa tidur memikirkan nya!!!"


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Sekian untuk Chapter ini, Terima kasih udah setia baca ~~


Jangan lupa like, komen, follow juga supaya ngak ketinggalan cerita baru yaa*~~

__ADS_1


__ADS_2