My Sekertaris

My Sekertaris
Canggung


__ADS_3

Sekarang dua manusia itu sedang berada dalam mobil menuju ke kantor. Kedua nya hanya diam tanpa berbicara apapun, hanya ada suara pelan mesin mobil dan musik yang terdengar.


"Apa aku harus mengajak nya bicara?" Gumam Hana dalam hati merasa canggung.


"Sial, aku tak bisa melupakan nya," Gumam Rehan dalam hati yang tak bisa melupakan kejadian malam tadi.


"Pak, sekali lagi saya minta maaf.. Saya sudah menuduh bapak yang tidak tidak.." Ucap Hana merasa canggung dan bersalah setelah mendengar penjelasan Rehan.


"Em, tidak perlu khawatir, saya sudah melupakan nya. yang perlu kamu ingat adalah, saya tak tertarik dengan wanita seperti mu,"


"Tidak tertarik pada wanita?!!!!" ucap Hana terkejut, lalu dia tersenyum menatap Rehan.


"Hei, berapa kali saya bilang, saya ini atasan mu! lagipula saya katakan saya tidak tertarik pada wanita seperti mu, bukan tak tertarik pada wanita,"


"Ah.. saya kira bapak.." ucap Hana dengan muka tak berdosa.


"Sial, aku kira dia mungkin memiliki HUBUNGAN dengan pak Ridwan". Gumam Hana.


"Dari kemarin aku bertanya tanya, ada dengan mu dan pacar mu itu?"


"Em? Oh Endra.."


"ENDRA?!!" Ucap Rehan mengerem mobil nya tiba tiba.


"ada apa pak?" ucap Hana yang terkejut.


"Siapa nama nya? Endra?"


"Ya, bapak mengenalnya?"


"Endra Candra??"


"Emm.. ada apa pak?" ucap Hana bingung dan penasaran.


"Tidak, lupakan.." ucap Rehan lalu menjalankan kembali mobil nya.


"kenapa harus Endra?" Gumam Rehan.


*Di kantor


Setelah perbincangan di mobil tadi, Sampai sekarang Rehan masih menunjukan muka kusut nya. Hana bingung ada apa dengan Rehan, tapi di banding itu dia lebih khawatir dengan hubungan nya dengan Endra setelah pertengkaran nya tadi malam.


"Apa aku terlalu emosional?" Gumam nya mengingat kejadian itu.


.


.


.


sedangkan di tempat lain, Endra sedang berada di rumah besar besar keluarga Anggara, Ya itu adalah rumah Rehan.


"Kapan kamu pulang ke Indonesia Endra? Maaf tante ngak bisa jemput kamu, ya kaya yang kamu liat, tante kurang sehat," ucap nyonya Anggara, ibu Rehan.


"Ngak apa apa tante, lagi pula aku cuma ingin bertemu dengan pacar ku. Dan menjenguk tante pasti nya,"


"Kamu di beri cuti seminggu langsung terbang ke Indonesia untuk pacar mu? Dasar anak muda~"


"Hahaha, kami sudah berpisah lama. ngomong ngomong jam berapa Rehan akan pulang tante?"


"Em.. mungkin pukul 5 sore, tapi dia ngak pulang ke mari, dia bakal pulang hari sabtu saja. perlu tante telfon?"


"Ah ngak perlu tante, kalau begitu aku permisi dulu tante.. Ada sedikit urusan yang harus ku urus,"


"Eh? sekarang? kamu baru saja sampai.."


"Maaf tante, nanti aku akan sering sering kemari,"


"Ya sudah, hati hati Nak.."

__ADS_1


"Iyaa tante, aku permisi.." ucap Endra berpamitan


*


*


*


"Hana, gimana kemarin?"


"kemarin apa nya?" tanya Hana.


"Aish, kau dan Endra! pura pura bodoh kah?"


"Ohh, tidak ada yang lain selain bertengkar dan terjadi hal yang memalukan."


"Apa?!! kalian bertengkar?!! Gila ya? padahal kalian baru saja bertemu setelah berpisah selama ini," Pekik Nadia.


"Ish apaan sih, lebay banget sampe teriak gitu. iya kita berantem, salain dia yang udah nggak jumpa lama banget, eh pas jumpa malah ngomongin cewek lain,"


"Serius? dia ngomongin siapa?" tanya Nadia yang kepo.


"Udah ah Nas, ngapain juga di bahas ih,"


"Dih yaudah, " Ucap Nadia kecewa karena rasa penasaran dan kepo nya yang tak bisa di lanjutkan.


"Eh btw, Hal memalukan apa yang terjadi kemarin?" tanya Nadia yang trnyata masih kepo.


"Tanya aja sama rumput hijau," ucap Hana lalu pergi.


"Eh mau kemana? Yang bayar aku lagi?! dasar! percuma jadi sekertaris pribadi CEO kalau bayarin kopi gini aja nggak bisa," kesal Nadia.


*


*


*


"Lo kenapa sih? perasaan dari tadi cemberut gitu." ucap Ridwan melihat muka sahabat nya yang seakan akan ingin memakan orang hidup hidup.


"Endra, dia balik lagi setelah perjanjian dulu. Emang dasar si s*alan itu omongan nya nggak pernah bisa di pegang."


"Gue dah bilang kan? dari dulu emang dia kayak gitu. ngapain juga lo percaya,"


"S*alan! "


"Santai dong, lagi pula dia nggak berulah kan? yaudah sih pantau aja dulu."


"Gatau deh," ucap Rehan lalu menyenderkan kepalanya di kursi.


*


*


*


PESAN :


-Endra


Masi marah?


^^^ ^^^


-Hana


nggak, kan kamu nggak salah juga.


-Endra

__ADS_1


Maafin aku ya sayang~ kamu kan tahu aku juga pulang ke indo karena aku ada kerja. Lain kali juga kamu nggak perlu terlalu curiga gitu, aku sayang sama kamu


-Hana


Iya aku tahu kok kamu sayang sama aku, keliatan dari cara kamu ninggalin aku di jalan malem malem cuma karena aku bilang pengen makan malam bareng kamu


-Endra


Jadi sayang aku masih marah? maaf sayang~


-Hana


terserah kamu aja, aku capek mau tidur aja.


-Chat And-


"huh.. Aku berlebihan banget ya? tapi waktu itu aku bener bener kesal. aku udah tolak ajakan bos aku demi dia, tapi liat apa yang dia lakuin? dia milih.. ah bodo ah!! nggak mau mikirin itu lagi!"


-Rehan


Hana, Bisa datang ke kantor? ada beberapa berkas yang bermasalah.


-Hana


Baik Pak, saya segera kesana


"Iya, kerja aja. nggak usah di pikirin!" Ucap Hana lalu bersiap.


*


*


*


"Permisi Pak Rehan?"


"Kamu sudah di sini? silakan masuk,"


"Berkas mana yang bermasalah Pak?"


"Berkas dari perusahaan WEQ Ini, coba kamu periksa. Maaf merepotkan mu malam malam seperti ini, tapi saya yakin kamu sudah tahu kalau perusahaan WEQ adalah perusahaan paling berpengaruh kan,"


"Ya saya mengerti Pak, ini juga sudah menjadi kewajiban saya,"


"Ya silahkan kamu cek,"


"Baik Pak," Ucap Hana membawa berkas yang di berikan Rehan ke meja nya.


Rehan juga mengerjakan beberapa perkejaan, tapi entah kenapa dia lebih tertarik untuk menatap mata gadis yang sedang berada gak jauh dari nya saat ini.


Mata kecoklatan nya, rambut nya yang terurai dan Bergelombang kecil, pipi nya yang memerah karena dingin, semua.m semua yang ada di gadis itu seakan menarik semua perhatian seorang Rehan Anggara.


"Bagaimana kamu bisa begitu sempurna?" ucap Rehan tanpa di sadari oleh dirinya sendiri.


"Hemm? bapak bilang apa?" tanya Hana yang sibuk mengerjakan dokumen.


"Ah tidak, lanjutkan saja. saya hanya bergumam,"


"Ah.. baik," ucap Hana kembali fokus pada kertas di hadapan nya.


"Bodoh!"


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


**Hai Guys, jadi aku mau cerita sedikit..


kayak yang kalian liat, aku up nya lamaaaa banget, bisa 1 bulan cuma 1-3 Chap doang..


Aku mau minta maaf, plis jangan bosen ya.. aku jarang up karena aku kuliah, Edit youtube, dan lain lain.. Maaf ya.. Semoga kalian tetap setia baca cerita nya.. Makasih guys❤**

__ADS_1


__ADS_2