
Sekarang sudah satu bulan, Dan hari ini adalah hari di mama Hana akhirnya mendapatkan gaji nya.
"Wah tak terasa sudah satu bulan, Akhirnya kesabaran ku selama ini membuahkan hasil~" Gumam Hana dalam hati merasa sangat bahagia. Bagaimana tidak? selama ini dia sudah cukup bersabar dengan semua sikap Rehan yang aneh tak seperti CEO perusahaan lain nya.
Di balik wajah tampan Rehan, ternyata dia adalah seorang pria yang cerewet dan banyak mau nya. Siapapun pasti akan terkecoh dan tak menyangka karena muka dingin nya yang tampan.
Dia selalu meminta Hana melakukan sesuatu yang di luar kewajiban nya sebagai sekertaris pribadi. Seperti kadang membersihkan ruangan, Membeli makanan, dan banyak hal aneh lain nya. Tapi kadang dia juga melarang Hana melakukan sesuatu yang bukan atas perintah nya, contoh nya saat ada karyawan lain yang meminta nya melakukan sesuatu, Rehan tak akan mengizinkan nya dengan alasan
"Dia sekertaris PRIBADI ku," menekan kata pribadi yang menandakan hanya dia yang boleh menyuruh Hana, yang lain nya tak boleh! termasuk Ridwan.
Kembali ke cerita, Sekarang Hana sudah berada di meja nya. dia duduk di sama menatap layar laptop nya dengan senyuman dan seperti cahaya dan bunga bunga mengelilingi nya. apakah perlu sampai begitu?
"Selamat pagi," ucap Rehan masuk
"Selamat pagi, Pak!"
"Ada apa? kenapa kau terlihat bersemangat?"
"Eh? Ah tidak, hanya saja.. Saya sedang merasa senang. Saya akan membuatkan kopi untuk anda" Ucap Hana lalu keluar dengan senandung kecil.
"Apakah aku terlalu keras sampai dia menjadi gila?" Tanya Rehan melihat sikap sekertaris nya yang mencurigakan, biasa nya dia tak membuat kopi sebelum di suruh.
"Ini kopi nya, Pak~" Ucap Hana membawa secangkir kopi.
"Sekarang saya tahu kenapa. apakah kamu terlalu senang karena hari ini kamu mendapat gaji?"
"I..itu.. saya hanya sedang senang, jadi saya memberikan ini," jawab Hana masih dengan senyum lalu kembali ke tempat duduk nya.
"Dasar wanita aneh," Gumam Rehan lalu tersenyum kecil.
sekitar pukul 10:25 uang telah di transfer ke rekening Hana, ya itu gaji nya. (Maaf, tapi author gak tahu gaji sekertaris itu di transfer apa kasih cash, jadi di sini kita buat transfer aja ya :'))
"ASTAGA!!! APAKAH.. APAKAH MEMANG SEBANYAK INI?!!" Mata Hana terkejut melihat Angka di rekening nya, wah mungkin dia akan segera bertemu dengan pacar nya.
"Hana, Ayo makan siang," ucap Rehan lalu berjalan.
"Eh? tapi ini belum jam makan siang Pak,"
"Memang nya kenapa? Sudah lah ayo, saya lapar." Ucap Rehan lalu berjalan, dia tersenyum lagi.
Hana mengikuti dari belakang sambil tersenyum mengingat angka tadi, wah dia sudah tak sabar!
"Pak? Pak Ridwan tidak ikut?"
__ADS_1
"Dia juga bekerja di sini, bagaimana mungkin dia keluar jam segini?"
"Ah.. Baik.." ucap Hana lalu mereka masuk ke mobil.
"Kamu selalu tersenyum seperti itu setiap mendapat uang?" Ucap Rehan memecahkan keheningan.
"Em? ah, Apakah saya terlihat konyol," Ucap Hana mengelus pipi nya.
"Kapan kamu tidak terlibat konyol? Dan ini, ambil lah," ucap Rehan memberikan sebuah amplop coklat.
"Apa ini pak?"
"Buka saja,"
"Eh? UANG?!!" Hana terkejut melihat isi nya. di sana ada uang yang cukup banyak, untuk apa?
"A.. apa maksudnya pak?"
"itu Tip mu, lalu mulai sekarang kamu harus tersenyum saat bekerja, Bukanlah kamu akan tersenyum dengan itu?"
Hana hanya diam, apakah Rehan menganggap nya murahan? dia pikir Hana ini apa?
"Maaf, tapi saya bukan wanita yang seperti itu. ambil saja, saya tidak butuh,"
"SAYA TEGASKAN SAYA BUKAN WANITA MURAHAN YANG AKAN LULUH DENGAN UANG!" Seketika Rehan mengerem mobil nya.
"Apa yang kamu pikirkan? apakah.. apakah kamu pikir saya menjadikan mu simpanan?"
"Lalu kalau bukan apa maksud uang ini?!" ucap Hana yang juga merasa kesal.
"Hei, aku tak tertarik dengan wanita seperti mu. Selera ku tak serendah itu,"
"Ta.. tapi bapak menyuruh saya nerima uang ini dan selalu tersenyum, itu.. itu seperti orang mesum," ucap Hana mengalihkan muka nya merasa malu karena berpikiran buruk.
"MESUM?!!" Ucap Rehan lalu mengerem mobil nya mendadak.
Hana tak melihat dia hanya tersenyum kecil dan Rehan tak menyadari nya,Sampai Hana terkejut tiba tiba Rehan menarik dagu nya dan mendekatkan wajah nya, mata Hana terbelalak. apa yang di lakukan Rehan?
"P-Pak.." Hana masih terkejut.
"Em? ada apa? bukankah kamu bilang kalau saya pria MESUM?" tanya Rehan semakin mendekatkan wajah nya.
"M.. Maafkan saya.. Bapak bukan pria mesum, bapak pria pandai, tampan, baik, dan juga rendah hati.. Se.. sekarang bapak bisa lepaskan saya?" Hana membuat mata kucing nya untuk memohon pada Rehan, mata nya yang bersinar dan sedikit kerkaca kaca.
__ADS_1
"Kamu karyawan pertama yang berani seperti itu," Ucap Rehan memalingkan wajah nya dan menjauh.
Perjalanan berlanjut dengan sepi. di sela sela kesepian Rehan tersenyum kecil dan kuping nya memerah malu mengingat wajah imut Hana dan juga akan apa yang di lakukan nya.
"Aku akan gila karena wanita ini," Gumam Rehan dalam hati masih tersenyum dan kuping nya semakin memerah.
Singkat cerita sekarang mereka susah sampai dan sudah selesai makan. Di kasir Hana terlihat kesal karena tip yang di berikan Rehan pada nya hampir habis karena dia yang membayar.
"Sebenarnya apa tujuan nya memberi ku tip kalau dia langsung menghabiskan nya? dasar!" Gumam Hana kesal, biasa nya Rehan yang membayar, sekarang dengan alasan Hana yang baru gajian Rehan meminta nya mentraktir.
"Sudah selesai? Ayo," ucap Rehan dengan rasa tak bersalah. dia tak tahu saja bagaimana Hana mengutuk nya dalam hati.
"Kau mempermainkan ku? lihat saja dasar pria licik!" Gumam Hana lalu berjalan mengikuti Rehan.
Tak lama ada sebuah panggilan di HP Hana, ya itu adalah Endra.
"Halo?" Ucap Hana dengan gugup, dia sangat merindukan Endra yang jarang memberi nya kabar dengan alasan sibuk.
"Hana?maaf aku tak sempat memberi kabar,tapi sekarang aku sudah di indonesia, aku sedang di bandara. Apakah kamu sibuk?," Ucap Endra, Hana melirik ke arah Rehan memberi kode, apakah dia boleh pergi menjemput Endra?
"I.. Itu.. Aku sedang bekerja..ku rasa aku--"
"Pergilah," Ucap Rehan yang ternyata dia mengerti kode dari Hana.
"Benarkah??" Tanya Hana sontak dengan gembira nya.
"Hemm.. Tapi kau harus tiba di kantor sebelum jam malam siang selesai,"
"Sekarang masih jam 11, jam makan siang berakhir jam 13:15" gumam Hana menghitung berapa banyak waktu yang di miliki nya.
"Baik itu cukup! Terima kasih, Pak!" jawab Hana menggenggam tangan Rehan dengan wajah yang sangat gembira.
Setelah itu Hana turun lalu lanjut naik taksi ke bendara, Rehan yang awal nya bermuka datar mulai tersenyum membayangkan wajah bahagia Hana. Dia menatap tangan nya yang di genggam Hana, mengingat berapa hangat dan nyaman tangan itu. Andai kalian bisa melihat bagaimana merah nya kuping Rehan saat ini.
"Wanita itu membuat ku gila,"
**Hai~
Maaf author jarang up, udah lama bgt kan? maap yaaa~
Author lagi sibuk rebahan soal nya, jadi jarang up deh•^•
Jumpa di Chapter selanjutnya yaa~
__ADS_1
Beri dukungan dengan LIKE, FOLLOW^^