
"Ini Pak, semua sudah saya perbaiki. maaf atas semua masalah nya Pak,"
"Ya itu sudah biasa terjadi. Jadi, apakah kamu sudah sudah makan?"
"Em.. belum.. saya datang pukul 19:23.. belum waktu makan malam saya.."
"Tapi sekarang pukul 23:43. ayo kita makan sebentar lalu saya akan antarkan kamu pulang"
"Ah tidak perlu Pak, saya bisa mengurus diri saya.."
"Bukan apa apa, Ayo. ini juga bagian dari perintah saya,"
"Kalau begitu maaf merepotkan bapak,"
"Ayo," ucap Rehan. Hana mengekor di belakang setelah mematikan lampu ruangan.
"Kamu ingin makan apa?" Tanya Rehan sembari menjalankan mobil nya pelan.
"Terserah bapak saja, saya ikut saja,"
"Saya lupa kamu juga wanita,"
"Itu.. Hanya kurang sopan kalau saya yang menyatakan makan pada atasan saya,"
"Ini di luar jam kerja, lakukan apapun yang ingin kamu lakukan,"
"Boleh?" tanya Hana menatap Rehan dengan puppy eyes membuat Rehan seketika merasa perut nya berterbangan kupu kupu (bukan Song Kang ya🙂)
"I-iya.. katakan saja kamu ingin makan di mana,"
"Ayo kita makan Mie di dekat gang Rumah saya. Di sana mie nya tak kalah lezat dan juga bapak tak perlu mengantarkan saya lagi,"
"Bicara apa kamu, mengantar mu harus tetap! bagaimana kalian ada orang jahat datang?"
"Ayolah, itu rumah yang ku tinggalin selama 8 tahun! bapak tak perlu khawatir,"
"Tidak, lagipula perjanjian nya kita makan lalu kamu saya antar pulang,"
"Ya ya terserah bapak CEO Anggara saja." Jawab Hana membuat Rehan tersenyum kecil.
*
*
*
Atas arahan dari Hana, akhirnya mereka sampai di sebuah warung kecil yang tak terlalu ramai, terlihat sederhana, namun indah dengan lalu lampu kecil dan posisi nya yang berasa di pinggir jalan.
"Bibi, 2 mangkuk Mie Sop, yang satu tanpa sayur dan satu nya.. Bapak bagaimana?"
"Em.. saya belum pernah makan seperti itu, kamu pilih saja,"
"Satu nya dengan banyak sayuran." ucap Hana tersenyum jahat."
__ADS_1
"Tunggu sebenar Ya Hanna,"
"Siapp Bi.." ucap Hana yang terlihat akrab dengan pemilik warung itu.
"Seperti apa Mie sop itu?"
"Ya.. Mie.. apalagi memang nya?"
"Dasar! Aku tahu itu pasti Mie. maksudku bagaimana rasa nya?"
"pesanan kita belum datang Pak,"
"Sudahlah, aku lelah bicara dengan mu," Hana hanya tersenyum kecil melihat wajah lucu Rehan yang ngambek.
tak lama, pesanan mereka datang, Alangkah terkejutnya Rehan setelah melihat miliknya yang penuh dengan sayuran sedangkan Hana tidak, itu terlihat lebih lezat.
"Hei, kau sengaja kan?"
"Hem? Tidak. sengaja apanya?" ucap Hana mengajar tawa.
"Kenapa ini di penuhi daun? ganti dengan milik mu!"
"Enak saja! Aku sudah memakan ini," ucap Hanna lalu memakan Mie nya.
"Tidak masalah, aku tak suka warna hijau mulai sekarang," ucap Rehan menarik milik Hana, tai perduli bahwa itu sudah di makan okeh wanita itu, bahkan samar samar lipstik Hanna menempel di sumut besi itu.
Mereka tertawa bersama, ya akhirnya Hana harus memakan milik Rehan dengan banyak sayur yang harus di buang nya. Mereka sama sama benci sayur ternyata.
*
*
*
"Lumayan, itu pengalaman pertama untuk ku. Aku belum pernah memakan yang sepeti itu,"
"Serius? Wah bapak luar biasa! Aku penasaran rasa nya," ucap Hana yang membayangkan betapa indah nya bila setiap saat hanya memakan makanan lezat dan mahal. akan segemuk apa dia.
"itu membosankan, tapi makan seperti ini terasa sangat menyenangkan.." ucap Rehan.
"Itu biasa saja menurut ku, aku sudah sepeti itu sejak dulu. aku tak merasa itu spesial," ucap hana
"Kamu beruntung, kamu bebas memilih apa yang ingin kamu makan, kamu bisa melakukan apa saja,"
"aku menghabiskan masa kecil dan remaja ku dengan peraturan ketat dan pelajaran pelajaran yang harus ku pelajari sampai otak ku terasa akan meledak," sambung Rehan.
"Separah itu? Baiklah lah!! mulai sekarang aku akan menemani bapak untuk melakukan banyak Hal, Bapak ingin mulai dari mana?"
".. mungkin dari.. taman hiburan?"
"Apa? jangan bilang bapak tak pernah ke sana,"
"Tidak, mereka memintaaku bermain di rumah dan berkeliling di mall alih alih membiarkan ku bermain di taman bermain dengan teman teman,"
__ADS_1
"Ouh.. betapa malang nya.. Ini hati kamis... bagaimana kalau harus Sabtu kita pergi??? Aku akan membuat bapak bahagia!" Rehan hanya tersenyum melihat keimutan dan kepolosan Hanna.
"Ehm..tentu.. "
"Tidak terasa sudah sampai rumah, Bapak mau mampir?"
"Tidak, masuklah. aku akan melihatmu dari sini,"
"aku merasa tak enak, aku berbicara formal, membuat bapak membayar Mie, mengantar ku dan harus pulang sendiri tengah malam sendiri.. Terima kasih banyak untuk malam ini dan maaf..." ucap Hana.
"Ehm.. bukan apa apa, masuklah di luar dingin." Ucap Rehan dengan tersenyum.
"Tampan sekali," Gumam Hana dalam hati melihat ketampanan Rehan.
"Kalau begitu selamat malam Pak, Terima kasih banyak untuk hari ini.."
"Ya saya juga berterima kasih," ucap Rehan.
laku mereka saling bertukar senyuman lalu Hanna pun berjalan ke Rumah nya. Rehan menatap lekat punggung wanita itu yang kian menjauh, seakan dia tak rela untuk berpisah.
"Aku yang berterima kasih pada mu Hanna," Gumam Rehan menatap lekat dengan senyuman.
.
.
.
"Kenapa kamu pulang dengan pria lain?" tanya Endra dengan muka ketus pada Hanna.
"Bukan urusan mu,"
"Hanna!! Aku masih pacarmu! aku menunggu lama di sini sedangkan kamu berjalan dengan pria lain? apa maksud Mu Hanna?!"
"Endra!! jangan gila! Dia itu Bos ku! Lagi pula kenapa kalau aku jalan dengan pria lain, kamu bisa membatalkan makan malam kita dan meninggalkan ku sendirian, kenapa aku nggak bisa makan dengan pria lain saat kamu sibuk dengan wanita mu?!"
"Berapa kali ku bilang itu hanya keperluan bisnis! kamu bilang pria itu Bos mu? kamu tersenyum seperti itu pada Bos mu? Hah!!"
"Lupakan aku lelah, sekarang kamu pulang sana!" ucap Hanna sembari membuka pintu, tapi Endra menarik tangan nya.
"Hanna!"
"Akh!!" Hana tertarik membuat nya jatuh dan kepala nya mengenai pot bunga, dia tak pingsan hanya saja keluar darah dari kepala nya.
Beruntung Rehan tak cukup jauh dari sana dan berlari melihat apa yang terjadi, di sanalah dia bertemu dengan Endra, Sepupu sekaligus Musuh abadi nya.
"Endra?!!!"
"Rehan?!" Mereka sama sama terkejut, tak menyangka bertemu satu sama lain dalam keadaan seperti ini.
"kalau dia kenapa napa kamu akan membayarnya!" ucap Rehan membawa Hana masuk ke dalam dak menguatkan Endra dengan terkejut di luar. dia tahu Bos Hanna itu adalah Rehan, tapi dia tak menyangka akan bertemu dalam keadaan seperti ini.
"S*alan kamu Rehan!"
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Aku kasih banus malam ini, ada dua Chap ya.. selamat membaca dan tolong bantu like ya guys~~❤