
"Di mana dia," Hana melihat sekeliling dengan dada berdegup kencang, dia mencari di mana sosok pria yang sangat di cintai nya itu.
"Hana," seorang dengan suara yang familiar menepuk pundak Hana.
"E.. Endra.." mata Hana berkaca kaca, akhirnya setelah sekian lama Endra tak bisa datang ke Indonesia, Hana memeluk nya erat melepas kerinduan nya.
"Kamu masih saja cengeng,"
"Kamu juga masih saja suka membuatku merindukan mu!" Hana mengeratkan pelukan nya.
"Baiklah baiklah, Ayo kita pulang. aku lelah ingin istirahat,"
"Emm.. aku tidak bisa, aku harus kembali ke kantor karena masih banyak pekerjaan. Setelah mengantar mu aku akan pergi,"
"Wah~ Pacar ku sangat bersemangat mengumpulkan uang!"
"Kamu harus tahu apa yang ku lalui! Bos kejam, pekerjaan berat, dan kadang aku tidak makan dan tidur secara teratur!"
"Ah, bicara soal bos, bukankah Bos mu bernama Rehan Anggara?"
"Kenapa kamu bisa tahu? bahkan marga nya,"
"Aku hanya punya teman yang memiliki kenalan bekerja di perusahaan Anggara, dan soal marga bukankah marga nya adalah nama perusahaan? tentu aku tahu,"
"Em.. ku kira kamu mungkin mengenal nya,"
"Dunia sangat kecil, sekarang pacar ku harus berurusan dengan nya," Gumam Endra dalam hati.
"Aku masih memiliki sedikit waktu, kita makan?" tanya Hana.
"Maaf sayang, tapi seperti nya tidak bisa. Aku harus segera ke rumah tante Weny untuk mengurus sesuatu. Kan aku juga ke indonesia untuk mengurus itu," ucap Endra sambil mengelus rambut Hana.
"Yah.. padahal udah lama kita gak makan bareng," Hana cemberut.
"Maaf.. Lain kali kita makan ya,"
"Iya deh iyaa, kamu semangat ya kerja nya tapi juga jangan terlalu di paksain. nanti sakit!"
"Iya iya, masih bawel aja nih pacar aku,"
"Yaudah aku turun di sini aja, Aku langsung ke kantor kalau gitu,"
"Di sini? Okee.." ucap Endra menepikan mobil nya.
Hana keluar lalu melambaikan tangan pada Endra yang mulai malajukan mobil nya.
"Sejak kapan perusahaan nya berurusan dengan tante Weny?" gumam Hana.
Hana melanjutkan perjalanan dengan taksi dengan perasaan campur aduk, Sedih karena dia tak bisa makan siang bersama Endra, tapi juga bahagia karena akhirnya kekasih yang sangat dia rindukan sudah pulang.
sedangkan di sisi lain Rehan sedang kesal di kantor, Dia bertanya tanya kemana Hana. Sekarang sudah jam 12:48 tapi batang hidung nya belum terlihat. Ya belum terlalu lama Hana pergi, hanya saja Rehan sudah kesal karena dia baru ingat ternyata Hana menjemput pacar nya, kenapa Rehan baru sadar?
"kalau aku tahu dia pergi untuk pacar nya tak akan ku biar kan dia pergi!" gerutu Rehan.
"Rehan? kenapa kamu terlihat seperti akan terbakar?" tanya Ridwan.
"Bukan urusan mu!" Jawab Rehan ketus, ya begitulah Rehan. kalau ada yang salah, pasti semua orang menjadi salah di mata nya.
"Permisi, Em? Oh selamat siang Pak Ridwan," Sapa Hana.
"Selamat siang Hana," ucap Ridwan membalas sapaan Hana.
"Hanya Ridwan?" Tanya Rehan masih ketus.
__ADS_1
Hana melirik Rehan sedikit lalu memberi kode pada Ridwan seakan bertanya ada apa dengan Rehan, apa yang salah dengan pria itu. Ridwan yang juga tak mengerti hanya menggeleng geleng kepala nya.
"Selamat siang Pak Rehan," ucap Hana menyapa Rehan dengan canggung.
"Ya selamat siang, sekarang kau bisa duduk dan kau Ridwan, keluar dari sini!" Ucap Rehan mengusir sahabat nya.Ridwan hanya menuruti dengan bingung.
"Ada apa lagi dengan pria ini," Gumam Hana bertanya tanya dan waspada.
"Kemana kau tadi?" tanya Rehan mendekat.
"Sa.. Saya hanya menjemput pacar saya ke
bandara."
"Oh.. menjeput pacar saat jam kerja? sangat bagus! bahkan tip yang ku berikan belum berkurang dan kau sudah sesuka mu?"
"T-tapi bapak yang mengizinkan saya, dan tip yang bapak berikan, bukankah bapak susah memakanz setengah nya?"
"Kau menjawab?!"
"dia hanya mencari cari kesalahan ku!"
" Lupakan! sekarang kembali bekerja!! kerjakan ini," ucap Rehan memberikan setumpuk berkas pada Hana.
"Pria ini gila! Ada apa dengan nya? aku akan membunuh nya, liat saja!! Eh? tunggu, bukankah ini dokumen lama? 2016?!!! apa apaan!"
"Pak? bukankah ini dokumen lama?"
"Saya bilang kerjakan,"
"Tapi ini sudah 2021 dan bapak meminta saya mengerjakan dokumen 2016?! yang bahkan saat itu saya masih belum bekerja di sini?"
"2016? coba saya lihat," ucap Rehan mendekat.
"kalau begitu singkirkan untuk ku,"
"Hei,!" Teriak Hana yang kesal, jelas itu bukan tugas nya untuk menyimpan dokumen lama ini.
"Sekarang kamu sudah berani berkata kasar? ini masih sebulan Hana,"
"Ma-maaf.." Lalu Hana pergi membawa dokumen itu.
"Kemana dia ingin aku menyimpan ini? apakah ku buang? lalu bagaimana kalau suatu saat ini di butuhkan? Dasar baj*ngan!" Kutuk Hana dalam hati yang merasa bingung dan kesal.
alhasil Hana meminta bantuan Nadia. Tak tahu juga kemana Nadia menyimpan benda itu, tapi yang pasti Hana sudah tak perlu repot lagi.
"Terima kasih Nanas~ Kamu yang terbaik-!"
"Jangan menggoda ku, Oh ya, bagaimana kamu bisa berurusan dengan dokumen busuk itu?"
"Kamu tahu jawaban nya," Ucap Hana yang memang Nadia sudah tahu, itu pasti adalah Rehan.
"Hana, bagaimana kalau malam ini kita makan? Sudah lama kita tak keluar, kita juga harus menghabiskan gaji mu bukan?" Goda Nadia.
"Tidak bisa, aku akan pacaran malam ini~"
"Apa? Endra datang ke indonesia?"
"Heem," jawab Hana dengan senyuman.
"Uuuu~ Dasar bucin. Kalau begitu lusa, tak ada penolakan,"
"Iya iya, maaf aku tak bisa malam ini,"
__ADS_1
"Emm.. aku mengerti. Kamu pasti ingin bermesraan dengan nya malam ini kan,"
"Aaa~ Nanas,"
"Kalian berdua! ini sudah jam bekerja! kenapa masih mengobrol di situ?!" Sentak Risa.
"Maaf, kami akan kembali bekerja sekarang," ucap Nadia dengan malas.
"Nenek itu sudah marah, sekarang kembali ke ruangan mu,"
"Emm, kalau begitu aku pergi, Bye Nanas~" ucap Hana melambaikan tangan.
"Menyingkirkan dokumen selama itu?!" Ucap Rehan yang kebetulan berpapasan dengan Hana, ya atau mungkin tak kebetulan.
"Eh? maafkan saya.."
"Lupakan, Kita ada rapat sore ini kan?"
"Itu.. Ya pukul 15:25 tepat nya," ucap Hana melihat catatan di HP nya.
"Batalkan,"
"Baik, eh tunggu.. BATALKAN?!" Hana terkejut dan lagi lagi berteriak.
"Jangan terlalu heboh,"
"Tapi.. ini Meeting dengan klien penting,"
"Saya bilang batalkan,"
"Itu.. Bapak serius?"
"Tidak, saya bercanda,"
"Hem?" Hana merasa bingung.
"Tentu saja serius Hana!"
"Ba-baik.. kalau begitu saya akan batalkan.."
"Katakan aku sedang sibuk,"
"Baik,"
"Kalau kamu sudah siap membatalkan nya, Ayo keluar,"
"Keluar? tapi setahu saya tak ada klien pe tinggi lain," ucap Hana kembali memeriksa catatan nya.
"Bukan kerjaan, tapi ayo temani aku makan,"
"Ha? makan? Membatalkan meeting untuk makan?"
"Bodoh," lalu Regan meraik tangan Hana lalu berjalan pergi ke parkiran.
π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯π₯
**Maaciww ^^
Maaf ya, udah jaraaaaaang banget up, soal nya sibuk rebahan bgt, byasalah ya :>
Yaudah sampai jumpa di CP selanjutnya yaww~
LOVE YOU ALLβ€**
__ADS_1