My Sekertaris

My Sekertaris
HOTEL?!!!


__ADS_3

"Hana?" panggil Endra yang sedari tadi terlihat cemas dan termenung.


"em? kamu manggil aku?" tanya Hana.


"Kamu kenapa? kamu gak senang makan dengan ku?"


"I-itu.. Bagaimana mungkin aku tak senang. aku sangattt senang, aku sudah menunggu ini begitu lama,"


"Lalu kenapa kamu melamun? ada masalah di kantor?"


"Nggak, Cuman.. Aku mikirin bos aku,"


"Loh? Si Rehan? kenapa?" tanya Endra yang terlihat tak suka.


"Bukan, bukan seperti yang kamu pikirkan. Hanya saja tadi dia mengajak ku makan, mungkin ada hal penting. dia bahkan membatalkan meeting penting untuk itu. Tapi aku bilang pada nya aku ada janji sama kamu"


"Dia terlihat sedikit kecewa, tapi aku tak punya pilihan lain kan? Apa aku salah? apa dia akan marah pada ku? tapi aku juga kangen kamu," Sambung Hana.


"Ah ternyata begitu, sudah. itu bukan salah mu. Kamu hanya mencoba jujur. Emm Tidak apa apa, sekarang jangan pikirkan lagi, oke? sekarang kan kamu sedang bersama ku,"


"Emm, Okee," jawab Hana tersenyum lembut menatap pria yang di cintai nya.


sedangkan di sisi lain, Rehan sedang cemberut dengan makanan yang sudah dingin di depan nya. Ya dia benar benar berniat mengajak Hana makan malam bersama, dia tak tahu mengapa dia melakukan nya tapi yang pasti dia ingin makan malam dengan wanita itu.


tapi ternyata dia sudah memiliki janji dengan pacar nya, Yah Rehan tak bisa menahan Hana kan? lagipula dia gak punya hal penting yang bisa menahan Hana untuk tak pergi.


"Lupakan, " Ucap Rehan lalu berdiri dari tempat duduk nya, dia menatap makanan dingin itu dengan lesu.


"Hah.. Kamu sangat bodoh Rehan," ucap Rehan pada diri nya sendiri.


Lalu Rehan beranjak dari tempat duduk nya menuju parkiran di mana mobil nya berada. tepat saat Rehan masuk, ada sebuah panggilan masuk ke ponsel nya dan itu dari Hana. ada apa ini?


"Halo?" ucap Rehan.


"Nanas.. Datang ke bar sekarang! Endra si pria brengsek itu! Aku membenci nya, sambat membenci nya! datang sekarang atau kamu juga akan aku benci!" Ucap Hana dari seberang sana, dia seperti nya mabuk dan sedang menangis.


Rehan bingung, tapi dia tetap pergi. awal nya dia bingung kemana dia harus pergi, tapi dia ingat Hana berkata dia akan pergi kencan ke Restauran Seafood, dan Rehan bergegas pergi ke semua Bar yang mungkin dekat dengan restauran itu.


setelah sekitar 30 menit berkeliaran, keluar masuk Bar, akhirnya Rehan menemukan Hana dalam keadaan mabuk dan tertidur.


"Hana?.. Hana bangun.. Hana?" Ucap Rehan sambil menggoyang goyang kan tubuh Hana.


"Kamu pria brengsek! Kamu marah pada ku Ha?! Kamu tahu aku sudah menolak bos ku demi kamu, tapi kamu tega meninggalkan ku?" Ujar Hana yang sudah jelas dia tak sadar mengatakan itu, dia mabuk berat.


"Emm.. maafkan aku karena terlambat. sekarang ayo kita pergi," ucap Rehan membopong Hana menuju mobil nya.

__ADS_1


"Kamu berat," keluh Rehan.


"Kalau aku tahu ini akan terjadi, lebih baik aku pergi dengan Rehan saja!"


"Haha.. kamu berani memanggil nama ku ternyata,"


"Rehan, dia lebih baik dari pada mu! liat saja, aku akan berselingkuh dengan Rehan! jangan memohon untuk berbaikan dengan ku bila itu terjadi brengsek!" ucap Hana menarik kerabat baju Rehan.


"Kamu sangat berisik saat mabuk,"


"Endra, kamu harus tahu.. Hanya kamu.. hanya kamu yang aku punya.. kenapa kamu.. kenapa.." Hana menangis di dada bidang Rehan saat Rehan mendudukkan nya di kursi mobil.


"Cup cup, Diamlah.. aku akan mengantar mu pulang,"


"Tidak jangan pergi! Kamu tidak boleh pergi!"


"tidak aku tak pergi, aku hanya---" ucapan Rehan terhenti, mata nya melebar, dan dada nya seakan berhenti berdetak.


Hana dengan tiba tiba mencium bibir nya, dalam dan semakin dalam. Rehan sangat terkejut dan bingung.


"apa.. apa ini? Kenapa... apa yang terjadi" Gumamnya Rehan masih terkejut.


"Kamu puas? ini firs kiss ku, aku menjaga nya untuk mu kamu tahu!"


"Ini hanya karena dia mabuk," Ucap Rehan berusaha meyakinkan diri nya.


Rehan masuk ke mobil, duduk di sebelah Hana dan melihat Hana belum memakai sabuk pengaman nya. Rehan mendekat namun lagi lagi wajah Hana bergerak dan membuat bibir mereka sangat dekat, bahkan udara yang Rehan hirup adalah udara dari hidung dan bibir Hana yang masih pekat dengan bau alkohol.


seketika pikiran Rehan mulai kacau dan yang dia inginkan hanyalah sekali lagi mencium bibir gadis ini.


Rehan mendekat, semakin dekat, dan akhirnya dengan sedikit ragu dia mulai mencium bibir cantik Hana.


mulai menggerakkan bibir nya dan semakin tenggelam dalam kenyaman itu. Dia seakan tak ingin lepas, benda ini begitu candu. dia ingin terus berada di sini.


sampai ada sebuah panggilan di ponsel Hana membuat nya tersadar dan segera menjauhkan diri nya.


"Apa yang ku lakukan? kenapa aku melakukan itu?" Rehan sendiri syok dengan apa yang di lakukan nya. Ini juga merupakan ciuman pertama nya!


"Hah.. lupakan saja, sekarang antar dia pulang dan semua selesai," ucap Rehan menenangkan diri.


namun baru menghidupkan mesin mobil, dia teringat bahwa dia tak tahu di mana rumah Hana, lalu sekarang kemana dia harus mengantar Hana?


"Wanita ini sangat merepotkan," ucap Rehan lalu membawa Hana kesebuah tempat.


.

__ADS_1


.


.


"emm? di mana aku? sss... kepala pusing," desis Hana merasa kepala nya yang terasa sangat pusing dan berdenyut denyut.


"Tunggu, ini di... HOTEL?!!!" Teriak Hana merasa terkejut.


"Bagaimana aku bisa berakhir di sini? apa yang... " perlahan dia mulai mengingat.


Dia sedang bertengkar dengan Endra dan dia turun, lalu dia pergi ke Bar, setelah itu.... Gawat, dia tak ingat apapun!


"Bagaimana ini? siapa yang membawa ku kemari? Atau... Mungkin pria buncit mesum?" Ujar Hana menebak nebak dengan marah yang mulai berkaca kaca siap meneteskan air mata.


apa yang harus di lakukan nya jika memang dia sudah di bawa oleh pria mesum dengan perut buncit?


"Tidak, ini tidak mungkin..." Ujar Hana terus mengelak dan tanpa di sadari nya air mata nya mulai jatuh.


"ada apa? kepala mu sakit?" tanya Regan yang keluar dari kamar mandi.


"Hiks... I-itu... hah? KAMU?!!!" Hana terkejut melihat sosok Rehan di sana.


"Apa? ada apa?" ucap Rehan yang juga panik.


"Kenapa aku bisa di sini?? dan.. kenapa kamu.." Hana memalingkan wajahnya.


Rehan menoleh ke bawah, ternyata dia sedang bertelanjang dada *aww><


"Ku kira kamu kenapa napa, teryata hanya sebuah pikiran mesin di pagi hari."


"Apa maksudmu?!! "


"Hei, aku bos mu," ucap Rehan mendekat ke arah Hana dengan muka dingin.


"S-saya minta maaf, itu karena bapak.. Tunggu, aku belum tahu kenapa aku bisa di sini dengan bapak!" ucap Hana.


"Menurut mu kenapa lagi? Yang jelas itu karena seorang wanita yang terus merangkul ku dan memohon untuk tak meninggalkan nya." ucap Rehan menohok.


"tidak mungkin... tidak mungkin wanita itu aku kan?!!"


🥕🥕🥕🥕🥕🥕🥕🥕🥕🥕🥕🥕🥕🥕🥕🥕


**Hai guys, gak tahu kenapa belakangan aouthor ngerasa kayak cerita nya gak nyambung kan? kayak kata kata nya tuh ribet, Author minta maaf🙏


Author gak terlalu paham dan masih belajar, mohon di maklumin ya🙏❤**

__ADS_1


__ADS_2