My Sekertaris

My Sekertaris
Sekertaris kucing


__ADS_3

Hari ini, tepat satu minggu Hana menjadi sekertaris pribadi Rehan. tak ada yang spesial, hanya ada pekerjaan aneh, Rehan yang suka menyiksa Hana dengan dia yang tiba tiba menelepon Hana saat malam hari karena hal tak penting, Rehan yang marah tanpa sebab atau karena masalah kecil yang bahkan tak perlu di permasalahkan, maupun Rehan yang tidak makan siang dan membuat Hana mau tak mau harus tak makan juga.


"Tak apa, aku wanita kuat!" ucap Hana menguatkan diri nya demi gaji besar walau sekarang hati nya tengah menangis.


"Hana," ucap Ridwan menyapa Hana yang kebetulan mereka berpapasan.


"Ah, Selamat pagi pak Ridwan,"


"Ya selamat pagi. Jadi bagaimana kerja sebagai sekretaris? apakah berat menurut mu?"


"Tidak juga, saya sudah biasa lembur selama jadi karyawan biasa,"


"Bagus lah, kedepan nya kerja lebih keras dan semangat Hana!," ucap Ridwan memberi semangat. dia tahu pasti Hana sedang tersiksa karena dia yang paling mengerti dengan sikap sahabat nya itu dalam menguji setiap Sekretaris pribadi nya.


"Terima kasih, Pak!" jawab Hana memperlihatkan senyuman manis nya.


"Kalau begitu saya masuk dulu Hana,"


"Ah Baik Pak, Terima kasih," jawab Hana, mereka bertukaran senyuman lalu berpisah.


Hana sudah merasa lebih baik sekarang, dia merasa sedikit tenang dan senang dengan dukungan Ridwan. namun semua hancur lagi saat dia melihat Rehan sudah duduk di kursi nya sambil menyapa Hana.


"Muka nya tampan, tapi bukan nya menambah semangat malah membuat ku semakin malas masuk ke ruangan ini!" Gumam Hana namun tetap tersenyum.


"Selamat pagi, Pak Rehan."


"Ya selamat pagi. Hana, apakah file yang kemarin saya berikan sudah kamu siapkan?"


"Eh? bukankah bapak bilang saya bisa menyerahkan nya lusa? Saya belum menyelesaikan Pak. Saya kira..."


"Sudah sudah, jangan beralasan.sekarang kerjakan dan beri pada saya sebelum jam makan siang,"


"Sebelum jam makan siang?!!" Hana terkejut, lalu tersadar akan apa yang di lakukan nya.


"Ma.. Maaf Pak, saya hanya terkejut.."


"Ah..Kerjakan saja sekarang. kuping saya berdengung sekarang,"


"Ma.. Maafkan saya pak," ucap Hana lalu berlalu pergi ke kursi nya.


"Aku yakin tak akan ada yang bisa menyelesaikan ini dalam waktu dekat!! Memang nya dia sendiri bisa? huh!" Ucap Hana mengeluh dalam hati.


Sekitar 3 Jam sudah berlalu, tak ada suara di ruangan itu. Saat Rehan menoleh, ternyata Hana sedang tidur. Ya, TIDUR!


"Wanita ini.. dia sangat berani! dari semua sekertaris bahkan karyawan di sini, hanya dia yang berani melakukan ini!! mungkin dia bosan dan butuh sedikit pelajaran. karena aku atasan yang baik aku akan memberikan nya," Gumam Rehan tersenyum licik lalu mendekat ke arah Hana. selanjutnya hanya dia dan Tuhan yang tahu apa yang terjadi.

__ADS_1


Hana perlahan membuka mata nya, berusaha memfokuskan pandangan nya yang kabur akibat baru bangun. dan seketika Hana sadar akan apa yang di lakukan nya. segera dia bangun dan membersihkan wajah nya.


"Astaga apa yang ku lakukan? Matilah" Ucap Hana dalam hati mengutuk kebodohan nya.


"Sudah bangun?" tanya Rehan, Oh itu sangat sangat canggung!


"Ma... Maafkan saya pak," Hana menunduk.


"Hah.. mungkin kamu kelelahan, kali ini saya biarkan. Lain kali tolong jangan di ulangi, kamu adalah sekertaris CEO, jadi kamu harus disiplin, mengerti?"


"Ya, Pak!" jawab Hana yang masih merasa bersalah namun sedikit bersyukur karena ternyata Rehan tak marah, dia belum tahu saja apa yang di lakukan Rehan pada nya.


"Baiklah, kalau begitu ayo sekarang juga kita makan siang,"


"Tapi..apakah saya boleh toilet sebentar pak?"


"Hei, Hana.. Kamu sudah cantik. jadi apa yang akan kamu lakukan lagi di sana? Saya sudah lapar, Ayo."


"Hih.. dia ter dengar seperti pria mesum!" Gumam Hana dalam hati lalu mengikuti langkah Rehan sambil sedikit merapikan rambut nya.


sepanjang jalan semua orang melihat ke arah Hana, Hana tentu merasa bingung tapi dia berusaha untuk tak memperdulikan semua mata yang memandang nya. sampai akhirnya mereka tiba di dalam mobil.


"Perasaan ku tak enak, sebenarnya ada apa?" Gumam Hana dalam hati.


"APA INI!!!" Teriak Hana dalam hati.


Hana menatap tajam ke arah Rehan,seharusnya dia tak berharap bahwa Rehan akan dengan baik hati tidak mempermasalahkan tentang diri nya yang tertidur, toh itu juga terjadi karena Rehan terlalu kertas pada nya.


"Pria ini keterlaluan!!" teriak Hana dalam hati, dia sangat sangat kesal.


"Hana? ada apa?" tanya Rehan merasa tak bersalah.


"Ada orang gila yang kurang kerjaan mengerjai wajah saya, saya permisi sebentar Pak," jawab Hana dengan enteng. dia tahu pelaku nya adalah Rehan, tapi dia sangat kesal sampai sampai dengan lantang mengucapkan nya tanpa filter.


"Wah Hana sangat berani, aku yakin dia sudah tahu siapa pelaku nya, tapi dia tetap nekat!" Gumam Ridwan yang juga terkejut dengan kata kata Hana.


"O.. Orang Gila?!!!"Pekik Rehan, jangan marah, bukankah kamu sendiri yang melakukan nya?


" Saya permisi pak," ucap Hana lalu pergi meninggalkan Rehan yang merasa kesal dan Ridwan yang sedikit syok.bagaimana tidak?Semua sekertaris pribadi yang pernah bekerja dengan Rehan selalu berusaha menarik perhatian Rehan dan berusaha terlihat baik di mata nya, tapi Hana? dia baru saja mengatakan Rehan orang gila?? wah dia pemecah rekor!


"Kau merasa kesal? salahmu sendiri. siapa suruh kau mengerjai nya," ledek Ridwan.


"Kau membela nya? tentu itu salah nya karena dia tidur saat jam kerja!"


"Kau masih saja tak mau kalah,"

__ADS_1


"Dan kau masih saja membela gadis gadis di banding teman mu!"


"Hei, kenapa kau serius?Ya ya itu salah Hana, sekarang hapus air mata mu," ledek Ridwan lagi sambil merangkul bahu Rehan.


sedangkan di sisi lain Hana tengah sibuk menghapus coretan di wajah nya, kumis kucing itu sangat menganggu dan merusak penampilan saja.


"Jangan bilang dari tadi mereka semua menatapku karena kumis kucing ini? Aku akan membunuh pria itu, liat saja!!" kutuk Hana, ya jangan anggap serius. bagaimana Hana bisa membunuh Rehan? Gaji nya belum keluar!


"Oh, ternyata di sini ada Hana,"


"Ah, Selamat siang Risa," sapa Hana sambil tersenyum.


"Ada apa dengan wajah mu? apa itu make up?" ledek Risa.


"Ah ini? Pak Rehan yang melakukan nya. Karena tadi saya sedikit ceroboh,"


"Rehan?!!" Pekik Risa, dia sudah 2 tahun menjadi sekertaris pribadi Rehan tapi dia belum pernah di perlakukan seperti itu.


"Kenapa Ris?" Ucap Hana yang terkejut.


"Jadi kau merasa bangga dengan itu? asal kau tahu aku juga sering di perlakukan begitu! bahkan lebih!!" Ucap Risa lalu pergi.Hana merasa bingung ada apa dengan Risa. kenapa dia tiba tiba jadi marah?


"Hana~~ Akhirnya ketemu juga kan," Ucap Nadia yang tak sengaja berpapasan dengan Hana di pintu Toilet.


"Nanas~ Kangen!" lalu mereka berpelukan. Ya selama seminggu ini mereka tak bisa bertemu dan makan siang bersama seperti biasa,ya walau mereka sebenarnya sedikit lebay.


"Kenapa kamu di sini?"


"Si CEO gila itu mengerjai ku! dia membuat kumis kucing di wajah ku!"


"Oh? sekertaris kucing? Hahaha" Ledek Nadia yang merasa lucu.


"Jangan tertawa! Eh seperti nya aku sudah terlalu lama, aku dalam masalah!! Mas, aku deluan ya.." ucap Hana lalu memeluk Nadia sekilas dan berlari pergi.


**Hai~


Maaf ya author jarang update, soal nya ini juga buat ngisi waktu luang doang, jadi gak tentu kapan up nya. Author juga sibuk ujian soal nya, jadi maklum ya guys~


YUK YANG SULTAN KASIH TIP YUK😍


YANG BAIK KASIH LIKE ♡♡


YANG GABUTS COMEN COMEN YUKS><


SEE YOU NEXT TIME GUYS**~^^

__ADS_1


__ADS_2