
setelah menempuh perjalanan kurang lebih 40 menit dari kantor, akhirnya mereka sampai di sebuah restoran yang terlihat mewah dengan lampu lampu kecil berwarna kekuningan yang menambah kesan elegan restoran tersebut.
"Sial, aku ingin kabur saja!" Nadia semakin gugup setelah melihat restoran yang begitu mewah.
"Ayo," ucap Ridwan sembari membukakan pintu mobil.
Nadia hanya tersenyum, ingin rasanya dia teriak dan lari saja dari tempat ini. dan ternyata tak sia sia dia touch up tadi, setidaknya dia tak terlihat seperti gembel.
"Aku akan membunuh mu Hana!!" Geram Nadia dalam hati.
"Ayo," ajak Ridwan sembari membukakan pintu untuk Nadia, Nadia tersenyum kikuk lalu keluar dari mobil berwarna putih itu.
Mereka berempat masuk, Hana terlihat kaget karena dia tak menyangka akan makan di tempat mewah seperti ini, dia pikir mereka akan makan di restoran atau bahkan cafe biasa saja.
"Kenapa harus ketempat semewah ini?" tanya Hana pada Rehan.
"Bukan apa apa, Hanya tempat ini yang terpikirkan oleh ku." jawab Rehan lalu berhenti di sebuah meja yang sudah di booking nya.
Meja itu di booking karena posisi nya yang dekat dengan kaca depan yang memungkinkan mereka makan sambil melihat jalanan kota yang indah dengan lampu jalan yang menghiasi nya, Rehan takut itu akan di tempati oleh orang lain maka dia membooking nya.
lagi pula dia itu CEO Anggara yang merupakan salah satu perusahaan terbesar di indonesia, dia bebas melalukan apapun dengan uang nya yang berlimpah itu.
"ada yang ingin di pesan Tuan?" tanya seorang pelayan datang melayani.
"hem.. Aku ingin steak sapi, dan Citrus Squash. kamu?" tanya Rehan pada Hana.
"Gila minuman apa itu?!! apa yang harus ku jawab?" Gumam Hana gugup.
"aku ingin... Sushi dan Iced Taro latte" jawab Hana membaca yang paling mudah saja.
"Tolong Steak Ayam dan Citrus Squash. Saya ingin Steak Ayam nya sepenuh nya matang. Nadia kamu ingin apa?"
" Tolong Kiwi Punch Soda saja, " jawab Nadia.
"Kalau begitu Steak Ayam nya dua," jawab Ridwan spontan.
"Baik itu saja?"
"Ya, hanya itu." jawab Regan tersenyum.
"Kalau begitu mohon di tunggu pesanan nya," jawab Pelayanan itu sopan laku pergi membawa pesanan mereka.
"Taro latte itu tidak enak," ucap Rehan.
"Ya aku mana tahu, aku hanya baca yang mudah saja," jawab Hana memajukan bibir nya.
"Kenapa kamu sangat bodoh!" ujar Rehan memukul kecil kepala Hana.
"Dan kamu? kenapa hanya minum?" tanya Ridwan.
"Saya tidak lapar pak," jawab Nadia sopan.
"Santai saja, kita semua di luar jam kerja Nadia," ucap Rehan.
"Y-ya pak," Nadia masi kikuk.
"Lagi pula bukankah kita semua seumuran?" tanya Ridwan
semua diam dan melirik ke arah Rehan, ya Rehan yang tertua di antara mereka.
"Ya selain kakek satu ini,"
"Kami berumur 23 tahun, kami seumuran. bapak juga?" tanya Hana pada Ridwan.
"Ah aku 24, hanya beda satu tahun!"
"aku hanya beda 2 tahun!" jawab Rehan kesal karena di abaikan. ya dia berumur 25 tahun, tapi umur nya tak mengurangi ketampanan nya sama sekali.
"Jangan marah atau penyakit mu akan kambuh," ledek Ridwan membuat Hana dan Nadia tertawa kecil.
__ADS_1
"Permisi pesanan Anda," ucap pelayanan datang membawa pesanan mereka.
"Terima kasih," jawab Rehan.
"Selamat menikmati Tuan, Nona." ucap pelayanan lalu pergi.
"Ini makan lah yang banyak," ucap Ridwan memberikan steak ayam yang satu nya pada Nadia.
"Terima kasih Pak,"
"Ya makan lah," ucap Ridwan mengelus kepala Nadia.
sontak Hana, Rehan, bahkan Nadia sendiri terkejut melihat tingkah Ridwan itu.
"Hei kalian terlihat dekat," ucap Rehan curiga.
"Ayolah itu hanya.. aku hanya menyuruh nya makan," ucap Ridwan yang malu merasa seperti baru saja tertangkap basah.
"Makan makanan kalian," ucap Ridwan pipi nya memerah.
"Ini minumlah, Taro latte Tidak enak," ucap Rehan memberikan minuman milik nya.
"Lalu bapak?"
"Tenang saja, minum lah," jawab Rehan mengambil minuman Hana.
"Terima kasih," jawab Hana tersenyum manis.
.
.
.
.
"Biar aku yang bayar," ujar Rehan tapi di larang oleh Ridwan.
"Aku yang mengajak," ucap nya sembari membayar walau harga nya tak murah.
"Besok hari sabtu, ayo kita minum bir sedikit?" ajak Ridwan.
"Bir?" tanya Nadia terkejut. benarkah bos mengajak keryawan nya untuk minum bir?
"Ayo! kita minum soju di rumah makan korean saja," ajak Hana excited.
- Soju itu bir atau minuman keras Korea ya buat kalian yang ngak tahu"
Tanpa pikir panjang mereka segera menuju rumah makan Korea yang tak jauh dari Restauran itu.
Setelah sampai mereka masuk dan memesan 3 botol soju langsung dan 4 porsi toppoki lengkap dengan Kimchi yang menjadi khas nya.
*-Toppoki sama kimchi itu makanan khas Korea ya guys, aku yakin kalian udah tahu. buat kalian yang ngak tahu boleh cari di google -*
"supaya lebih seru Ayo kita bermain game!" ajak Hana yang sudah mulai mabuk.
"Truth Or Drink!" Ucap Nadia yang juga sudah mabuk.
"Dare sayang," ucap Ridwan.
"tidak! aku benci tantangan! Truth Or Drink!" ucap Nadia lagi lalu memutar botol.
"Hana! Ayo pilih truth or drink"
"Begini saja, Berikan pertanyaan nya, aku akan jujur kalau aku mau menjawab dan aku akan minum bila tak ingin jawab! bagaimana?"
"Cara main nya memang begitu Hana!" Gerutu Rehan.
"Benarkah? oh baiklah,"
__ADS_1
"Selain pada Endra, apakah kamu pernah menyukai orang lain?" Tanya Nadia.
"Tidak! aku gadis yang setia~" jawab Hana.
"benarkah?" Gumam Rehan.
"Oke selanjutkan~~~~" ucap Nadia sembari memutar botol.
"Yeah Pak Rehan! Apakah bapak sedang menyukai seseorang?"
"Selain uang ku, tidak!" jawab Rehan dengan cool nya membuat semua nya memberikan jempol mereka.
"tidak meyakin kan" Gumam Hana tersenyum kecil.
"Ooohhh ya dia memiliki banyak uang," Ujar Rehan menepuk bahu sahabatnya.
"Selanjutnya..... Oh ini aku?" Kata Nadia tak percaya.
"Aku yang akan bertanya! Hemm Nadia, apa kamu membenci saat aku melalukan ini?" Tanya Ridwan lalu mengelus kepala Nadia membuat nya semakin malu.
"Ti-tidak.. " Ucap Nadia malu malu, dia mendapat keberanian ini juga karena dia mabuk.
"Kalian mencurigakan, apa benar kalian pertama bertemu itu tadi sore?" Ujar Rehan curiga.
"Sudahlah! lanjutkan lanjutkan," Ucap Ridwan mengelak.
lalu seterus nya mereka terus bermain sampai akhirnya Nadia dan Hana pun tertidur. awal nya mereka hanya ingin minum 3 botol tapi sekarang malah menghabiskan 8 botol soju!
setelah Rehan membayarnya, mereka segera pulang. susah payah Rehan membopong Hana dengan keadaan dia sendiri sedang mabuk.
oOo
saat keluar, ternyata di sana sudah ada Endra yang kebetulan berada di sana, dia terkejut melihat Hana.
"berikan pada ku," ucap Endra hendak merebut Hana, tapi Rehan kekeh dan mengelak.
"Menjauh dari pacar ku!"
"Kami bahkan belum putus, kenapa kamu keras kepala?"
"Menurut mu aku sudah putus dengan oliv?" tanya Rehan membuat Endra terdiam.
"Bajingan! kamu membuat ku menangis tapi aku masih mencintai mu!"
"Ya maafkan aku, sekarang ayo kita pulang," ajak Endra.
"Hei dia berbicara tentang kami! kami bertengkar kecil tadi jadi dia seperti ini! jangan berharap!" ucap Rehan.
"Endra kamu bajingan! kenapa aku tak bisa melupakan mu?" Hana mengigau
"Lihat?" Endra merasa menang.
"Hana sadarlah, aku di sini.." ujar Rehan menepuk pipi Hana, hana membuka mata nya dan menatap ke arah Endra.
"Endra.. maafkan aku.. bisakah kita kembali seperti dulu? ayo kita mulai dari awal.." ucap Hana beralih dari Rehan ke Endra.
Deg! rasa nya dada Rehan sakit. dia tak tahu kenapa. dia hanya pacar palsu yang tak ada hubungan nya sama sekali, mereka hanya bersandi wara!
"Ya.. Ini cuma sandiwara.. sekarang Hana ingin bersama Endra, aku tak perlu ikut campur."
"Em bawa dia, kalau aku tahu kamu menyentuh nya, aku akan membunuh mu langsung!" ucap Rehan.
"Aku tahu," jawab Endra dengan senyum kemenangan lalu pergi dengan Hana.
"Bodoh," gumam Rehan menatap bayangan diri nya di kaca mobil nya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=≠\=\=\=\=
Terima kasih sudah mampir (≧∇≦)♡
__ADS_1