My Sekertaris

My Sekertaris
Gas Beracun


__ADS_3

Setelah memberitahu Ridwan, Hana hanya suruh duduk diam di kursi nya. Rehan memerintahkan nya begitu, dia berkata Hana cukup diam di sana karena sekarang tak ada yang perlu di kerjakan.


"Nyata nya udah 2 Jam juga gak di minta tuh dokumen nya," Gumam Hana yang melihat Rehan masih sibuk dengan ponsel nya yang seperti nya dia sedang chating dengan seseorang, dia terus tersenyum sendiri dari tadi.


"Ekhem.. Hana, minta Nadia membuatkan kofi untuk saya," perintah Rehan.


"Baik," ucap Hana lalu keluar, memang Nadia yang bertugas membuatkan kofi untuk para atasan, bukan hanya Rehan saja, Ridwan, Tya, dan senior lain nya juga Nadia yang membuatkan kofi untuk mereka.


"Nas, tolong buatkan kofi untuk Pak Rehan," Ujar Hana sesampainya di kursi Nadia.


"Oke, Ngomong ngomong gimana? Seru gak jadi sekertaris?" tanya Nadia yang kepo.


"Ya untuk sekarang biasa saja, kecuali Pak Rehan itu sangat dingin, seperti biasa,"


"Tak heran, bahkan setelah 3 tahun aku bekerja di sini, aku tak pernah berbicara dengan nya selain soal pekerjaan. itupun dia akan membalas nya dengan singkat,"


"Kita sudah bekerja 3 tahun di sini, sudah hapal dengan sikap Pak Rehan."


"Ya udah ini bawa, hati hati panas,"


"Aku balik dulu ya, ingat nanti makan siang kita bareng ya,"


"Iya iya~"


Setelah Hana memberikan kofi itu, Dia lagi lagi hanya diam di kursi nya. tak ada yang bisa dia kerjakan, bahkan bila dia bertanya pada Rehan apakah ada yang bisa di kerjakan, dia selalu menjawab Hana hanya perlu diam di kursi nya.


Tak terasa Jam makan siang sudah tiba, Hana memberikan pesan pada Nadia dan mereka berjanji akan bertemu di kantin perusahaan. tapi saat dia bangkit dari tempat duduk nya dia di panggil oleh Rehan.


"Hana?" panggil Rehan.


"Ya, pak?" jawab Hana dengan polos nya.


"Kamu mau kemana?"


"Ke.. Ke kantin Pak, bukankah ini Jam makan siang?"


"Tapi sahabat masih di sini,"


"LALU?! KAMU INGIN AKU JUGA DI SINI DENGAN KELAPARAN?!!" Hana berteriak dalam hati.


"Ah maafkan saya,," ucap Hana lalu duduk kembali ke kursi nya.

__ADS_1


dia menyandarkan kepala nya di meja, Hana bosan dan kelaparan sekarang. mau apa CEO dingin itu? dia akan membuat Hana mati kelaparan?


"Selama ini aku tertipu, ternyata selain wajah nya yang dingin, dia juga kejam!!


bagaimana dia bisa menahan ku di sini dengan perut kosong? Mama, aku lapar," Hana mengeluh dalam hati nya.


"Ayo," ajak Rehan.


"Hem? Saya??" jawab Hana spontan bangun.


"Memang nya ada siapa lagi? rapikan rambut mu, kuti saya" lalu Rehan keluar.


"Apa lagi sekarang?!!" sambil memajukan bibir nya kesal.


Hana dengan cepat menyusul Rehan sambil merapikan rambut nya. Mereka naik di lift, hanya mereka berdua.


"Lapar, Aku sangat lapar.." Hana terus mengelus perut nya.


Di sela keheningan, tiba tiba ada bau busuk yang sangat menusuk. Hana terkejut dengan bau itu, Gas beracun dari mana ini? Tiba tiba dia sadar pasti Rehan yang melakukan nya.


"Tunggu, jangan bilang Pak Rehan yang melakukan nya?!!" Hana seketika melirik ke arah Rehan yang membuat Rehan juga melakukan hal yang sama.


"Jangan bilang benar benar dia?". Guam Hana dalam hati.


"Itu.. Bau.. Bau ini.." Hana ragu untuk mengatakan nya.


"Bukan saya!!!" Rehan mengelak dengan pipi nya yang memerah, sudah pasti menang dia. melihat tingkah Rehan yang berusaha mengelak membuat Hana merasa sangat lucu sampai dia ingin tertawa.


"Saya.. Saya tak bilang itu anda.. Pfft.. Hahaha.." Hana tak kuasa menahan tawa nya.


"Saya bilang bukan saya!"


"Hahaha.. Ya ampun, Hahahaha.."


"Diam lah," Rehan menutup mulut Hana dengan tangan nya yang membuat Hana diam seketika, saat lift berhenti Rehan dengan cepat keluar karena merasa malu.


"Pfft.. muka merah nya, Hihi.. sebaik nya aku diam," Gumam Hana yang merasa sangat lucu, terutama muka gemas Rehan saat muka nya memerah.


Rehan terus berjalan dengan cepat meninggalkan Hana di belakang nya karena merasa sangat malu, bagaimana mungkin dia mengeluarkan gas beracun itu di depan Hana yang merupakan sekertaris baru nya? Rasa nya Rehan ingin menghilang saja dari muka bumi ini.


Sedangkan Hana di belakang Rehan mengirim pesan pada Nadia dan membatalkan soal makan siang bersama.

__ADS_1


Hana yakin dia tak sempat makan siang karena saat ini saja Rehan terus membawa nya entah kemana.


"Astaga, Sungguh memalukan!! bagaimana bisa aku melakukan itu? Di.. di depan sekertaris baru ku?! bisa bisa dia tak menghormati aku lagi!" Gumam Rehan yang masih khawatir dan malu dengan kejadian di lift, dia gak tahu bahkan sekarang Hana sudah tak memikirkan itu, Sekarang yang di pikiran Hana hanyalah dia akan mati bila Rehan gak segera memberi nya waktu makan siang.


Akhirnya mereka sampai di tempat parkir di mana Ridwan juga sudah menunggu di sana. Lalu Mereka masuk ke dalam mobil masing masing, Hana bingung apa yang akan di lakukan nya sekarang maka dia hanya diam.


"Hei, Masuk.." Ucap Rehan ala Cool.


"Ta.. Tapi.." Hana merasa canggung, apakah dia benar benar akan naik mobil yang Sama dengan Rehan?


"Masuk saja Hana, itu tugas sekertaris pribadi untuk mengikuti ke manapun Rehan pergi, Karena mungkin saja Rehan membutuhkan mu nanti." Ucap Ridwan yang menjelaskan pada Hana.


"O.. Oh benarkan? kalau begitu Terima kasih," Ucap Hana lalu masuk dengan pi tu yang di bukakan oleh supir Rehan.


Lalu mereka pergi ke tempat yang Hana tak tahu, sungguh sekarang Hana sudah sangat lapar. Pagi tadi dia hanya sarapan roti, Dan sekarang jam makan siang sudah lewat tapi dia belum makan.


"Silahkan Tuan," ucap supir itu membukakan pintu u tuk Rehan setelah sampai di suatu tempat yang seperti nya itu adalah cafe.


Hana juga ikut turun dan terus membuntuti Rehan, dia hanya diam dengan muka malas karena lapar.


Mereka memesan makanan dan begitupun Hana, ya tentu saja Rehan yang memerintah nya dan Ridwan yang menjelaskan nya.


Setelah sekitar 15 menit akhirnya makanan mereka datang.


Rehan memesan secangkir coffee, dan kentang goreng, Ridwan secangkir coffe juga dan sepiring Spagetti, sedangkan Hana hanya memesan secangkir es krim vanilla yang ukuran nya tak terlalu kecil.


Mereka memakan makanan mereka masing masing, Ridwan dan Rehan terus berbincang dan dari cara mereka berbicara memang mereka terlihat sangat dekat, ya hal itu tak asing lagi di kalangan karyawan lama seperti Hana.


"Apa Es krim ini cukup membuatku kenyang?? ku rasa aku akan terkenal usus buntu lama kelamaan bila terus begini," Gumam Hana memandangi Es Krim nya yang terasa sama sekali tak membuat kenyang. Ya seperti prinsip warga +62, "Belum makan namanya kalau belum makan nasi"


Tak lama akhirnya mereka semua selesai, dan ternyata Rehan yang membayar semua tagihan mereka. Lalu mereka kembali ke kantor.


"Astaga, Es krim itu benar benar tak membuat kenyang!!" Gumam Hana yang meratapi nasib nya yang salah salam memilih tadi, dia merasa malu bisa langsung makan dengan lahap di depan 2 pria tampan yang merupakan atasan nya itu.


***Hai~


Terima kasih sudah mampir, Alangkah bahagia nya author kalau kalian dengan senang hati memberikan sebuah ✨LIKE✨


dan sedikit tips,


Kalau ada kesalahan jangan ragu untuk tulis di kolom komentar, Terima kasih~~

__ADS_1


"Jangan lupa makan nasi teman teman~!" Hana***


__ADS_2