
...Kenaikan Kakashi yang menjadi Jonin...
"Baiklah kalau begitu Ryu, aku akan pergi dulu untuk menyuap perlengkapan" ucap Minato dan kemudian dirinya menghilang menggunakan teknik dewa petir terbang.
"sudah kamu amati mono?" tanya Ryu pada mono yang memegang bola putih kecil di tangannya.
"sudah, kamu hanya perlu menyalurkan Cakra ke sini dan otomatis ingatan Minato yang berlatih dewa petir terbang akan menyatu dengan mu" kaya mono ringan dan menyerahkan bola putih itu.
"kalau begitu, mari kita pergi ke tempat latihan seperti biasa!" kata Ryu lalu pergi keluar tenda dengan mono yang masih setia berada di lehernya.
"hei, aku pergi untuk melakukan beberapa urusan!" kata Ryu pada salah satu ninja yang kebetulan lewat dan kemudian menghilang.
satu hari kemudian.
setelah satu hari berlatih teknik dewa petir terbang, Ryu masih belum bisa menggunakan nya sebaik Minato.
walaupun bisa di katakan Ryu bisa menggunakan teknik itu, tapi masih saja ada beberapa kesalahan fatal.
karena memiliki harga yang tinggi di buku bingo, banyak pemburu hadiah yang mengincarnya.
ada mono yang siap melawan mereka, sudah ada hampir lebih dari lima belas orang dalam sehari ini yang mengincar Ryu.
"mono, apa kau tau apa yang salah? aku sudah mencobanya berkali kali tapi tetap saja gagal" keluh Ryu karena tak juga menguasai teknik dewa petir terbang.
"kau...kamu baru berlatih selama sehari dan ingin langsung menguasai nya? pergilah tidur dan bermimpi saja! seharusnya kamu bersyukur karena bisa melakukan gerakan dasarnya dalam sehari!" mono yang jengkel karena keluhan Ryu yang tak juga menguasai dewa petir terbang, saking jengkelnya mono bahkan memukul Ryu.
"elemen ruang tak semudah yang kamu pikirkan Ryu!, sebaiknya buat saja Jutsu yang bagus dengan menggunakan elemen petir atau angin? bukan kah kamu sering menciptakan Jutsu mu sendiri, seperti genjutsu : Mimpi buruk, lalu Rasengan juga chidori itu?"
'ya...itu karena aku menjiplak nya' pikir Ryu yang tak bisa di dengar mono.
"kalau begitu, menurut mu. kapan aku akan bisa menguasai ini?" tanya Ryu dengan mata penuh cahaya, dia sangat percaya pada tebakan mono yang sangat akurat.
"sebulan. itu paling lambat" kata mono singkat dan melanjutkan makan keripik yang di belinya.
"sebulan!? apa memang selama itu?" tanya Ryu tak percaya.
"terserah jika tak percaya" kata mono acuh tak acuh.
selanjutnya, setelah seminggu berlatih dengan keras dan melupakan tugasnya sebagai pemimpin, Ryu memang tak bisa dengan sempurna menggunakan Dewa petir terbang.
seminggu terakhir banyak juga pemburu hadiah yang mengincar Ryu, tapi di singkirkan mono dengan mudah.
lebih dari dua puluh orang datang padanya, tapi karena tak ada kabar setelah mereka mengincar Ryu. yang malah membuat harganya menjadi naik, dan sekali lagi menjadi berita hangat di desa.
__ADS_1
di desa juga ternyata Kakashi mengambil ujian kenaikan jonin, Ryu juga pulang hari itu dan di sambut meriah oleh penduduk desa yang menganggapnya sebagai pahlawan.
"Ryu kamu kembali"pintu terbuka dan nampak sosok Yokina dengan celemek membuka pintu.
"ya. aku kembali" kata Ryu sambil memeluk Yokina.
"cepat masuk dan bersihkan dirimu, ibu sudah memasak makanan" melepaskan pelukannya, Yokina membantu melepaskan pakaian Ryu dan menaruhnya di tempat cuci.
"kenapa kamu melihat ku seperti itu?" tanya Ryu yang tak nyaman dengan tatapan mono
menggelengkan kepalanya tanda tidak apa apa, mono melepaskan pakaiannya dan ikut mandi bersama Ryu. untunglah Ryu melatih kontrol diri yang baik sehingga mandi tak menjadi lama.
sore ini, makan malam di temani oleh percakapan biasa tanpa kebisingan berarti, melakukan beberapa kegiatan dengan Yokina dan pergi ke luar untuk berbelanja.
dua kegiatan sebelum Ryu tiduran di genteng rumah bersama mono yang menemani, memandang langit yang masih cantik berserta para bintang yang menghiasi.
"kau memiliki masalah dengan kina?" tanya mono memecah keheningan.
"masalah? tentu tidak, ku yakin dia tak akan bersama pria Lain" balas Ryu.
"bukan itu maksudku. kamu selalu menghindari kina karena alasan yang tidak jelas, berbicara dengan singkat dan perlakuan mu tidak sama saat masih sering bersamanya dahulu" kata mono setelah mengamati Ryu dan Yokina sejak awal Ryu bertemu.
"tidak mono! bukan seperti itu. aku menghindari nya karena aku bau, lalu untuk kenapa aku tak banyak biacara karena gigi ku yang masih sakit karena pukulan mu Minggu lalu dan yang lainnya, entahlah" kata Ryu.
"begitukah? sepertinya aku terlalu berpikir" ucap mono ringan sambil menggelengkan pelan kepalanya.
"ngomong ngomong soal cinta, apa kamu pernah jatuh cinta mono? dan siapa cinta pertama mu?" tanya Ryu yang membuat mono terdiam sejenak.
"cinta? kami para naga tidak memiliki apa yang kalian miliki. emosi, jadi tentu saja kami tidak bisa merasakan rasanya kehilangan dan sebagainya".
"untukmu, siapa cinta pertama mu?" tanya balik mono.
"hm...entahlah, itu bisa di sebut cinta atau sihir" ucap Ryu dengan senyum tipis dan mata yang penuh dengan kesedihan.
'Si manis di sore hari' andaikan saja aku tidak melakukan itu' pikir Ryu dengan tatapan penyesalan yang dalam.
"???" wajah mono di penuhi oleh tanda tanya saat ini.
"Ryu turun lah, sangat dingin di malam hari!" suara manis Yokina terdengar dari jendela kamar di sebrang Ryu.
di tempat latihan, Kakashi dikerumuni oleh orang orang karena keberhasilan nya yang mencapai jonin pada usia dua belas tahu, yang juga memecahkan rekor sebagai Jonin termuda di Konoha.
__ADS_1
"selamat Kakashi!" ucap Kushina sambil memberikan sebuah kado.
"kerja bagus Kakashi" kata Minato sambil menyerahkan sebuah kunai dengan segel.
"Selamat untukmu Kakashi, ini. tapi jangan di buka sekarang ya" kata Ryu sambil menyerahkan buku yang di lapisi oleh kertas hijau.
"kenapa?" tanya Kushina.
"Sesuatu yang berharga bagi Kakashi kedepannya" kata Ryu misterius.
"kenapa kalian melihat ku?!" tanya Obito yang terus di lihat oleh keempat nya.
"Mana hadiah mu?" bisik Ryu.
"eh, maaf aku lupa hal itu karena harus membantu seorang nenek menyebrang jalan..hehe" kata Obito sambil tersenyum canggung dan menggaruk kepalanya.
di saat mereka sedang memberikan hadiah untuk Kakashi, muncul seorang anbu yang di tugaskan oleh hokage untuk pergi menemuinya sekarang juga.
Ryu langsung pergi ke sana dan di susul oleh Minato beberapa saat kemudian, tiba di kantor dengan hiruzen yang duduk sambil memasang wajah serius.
mengeluarkan dua dokumen dengan nama RyuuJin dan Minato, menyesap pipa rokoknya lalu berkata kalau mereka berdua di tugaskan di garis depan.
mendengar kalau dia akan di kirim di garis depan membuat Ryu senang karena akan berguna untuk melatih Yokina, dan untungnya setelah meminta ijin dari hokage itu di izinkan.
berbeda dengan Ryu, Minato memiliki kegelisahan di hatinya. dia khawatir akan terjadi sesuatu yang buruk dengan muridnya.
"Minato, bagaimana dengan mu?" tanya hiruzen.
"uh... Ya baik tuan Hokage, saya setuju!" kata Minato setelah berpikir.
meninggalkan kantor hokage, Ryu langsung pergi ke kediaman klan uchiha untuk menemui ayahnya dan Minato pergi kembali ke tempat latihan.
alasan karena hiruzen memilih Ryu dan juga Minato karena kemampuan mereka, Ryu yang menggunakan susano dan Minato yang memiliki dewa petir terbang. apa lagi Minato dengan Rasengan yang di ajarkan oleh Ryu membuatnya sangat cocok.
dari yang dia dengar, susano Ryu mempunyai kekuatan serangan yang kuat dan mampu menebas ratusan orang dalam sekejap.
"Ryu semoga kamu tidak seperti Uchiha lainnya" kata hiruzen pelan.
akan sangat di sayangkan jika harus kehilangan kekuatan tempur sekuat Ryu hanya karena konflik Klan.
...****************...
maaf guys karena up nya malem
🤒
__ADS_1