
...Satu Langkah Lebih Dekat...
---
"Terimakasih, karena telah menolongku" ucap Ryu pada Terumi yang terbaring lemas di tanah. keringat dalam jumlah banyak membasahi pakaiannya, dia bernafas berat hingga membuat dadanya naik turun.
"Hah.... hah...hah".
memberikan sebuah kantong air, Terumi tanpa pikir panjang langsung meminum habis airnya yang menyisakan beberapa tetes di dalam.
Singkatnya. setelah membersihkan diri dan beristirahat untuk mengumpulkan tenaga nya yang hilang, Terumi bertanya.
"bagaimana caramu bisa terluka oleh kunai beracun itu, bukankah kamu memiliki raksasa aneh berwana biru besar dengan pertahanan yang sangat kuat, seharusnya kamu bisa tak terluka".
selama perang terjadi Mei mengumpulkan banyak informasi dari desa yang berperang, salah satunya adalah sosok yang di anggap pahlawan di desa Konoha, RyuuJin Uchiha.
dirinya terkenal berkat kejeniusannya dan juga kemampuan bertarungnya, dari yang Mei tau saat Ryu di akademi dia di juluki sebagai Beruang yang maha tahu karena di akademi Ryu selalu tidur tetapi tau semua materi yang mereka pelajari.
soal kemampuan bertarung tak di ragukan lagi, Ryu sangat hebat dalam hal itu dia menciptakan dua teknik baru dengan ranking B, Rasengan dan juga chidori Teknik yang sama di gunakan oleh kilat kuning Konoha.
dalam perang kali ini lebih mirip seperti tempat pertumbuhan yang cocok untuk orang jenius seperti Ryu, apa lagi setelah kejadian di jembatan Kanabi popularitas Ryu semakin meningkat.
"ada hal yang tidak harus kamu ketahui, intinya saat itu aku bertarung melawan beberapa orang dan kalah karena teknik tersembunyi mereka." kata Ryu dengan ekspresi serius, mencoba menyakinkan Mei.
"yah...tidak masalah jika tidak ingin memberitahu, tapi akan lebih bagus jika kamu segera kembali banyak orang yang mengincar mu" kata Terumi sambil membalut luka Ryu di tangannya.
"aku malah lebih khawatir yang ada di depanku..." ucap Ryu dengan nada bercanda.
"haha, tenang saja aku tidak begitu. dan ngomong ngomong, bukankah kita selalu bertemu di masa lalu?" tanya Mei sambil mengingat kembali kenangannya saat bertemu Ryu.
"benar juga, kira kira sudah empat kali kita bertemu. kan? aku tidak terlalu ingat" menaruh jari nya di dagu, Ryu mengingat kembali pertemuannya.
"tapi tunggu dulu, apa kamu tau cara membakar ikan?" tanya Ryu, sambil mengeluarkan beberapa ekor ikan dalam Bulusan kain.
"tentu, itu sangat mudah!" kata Mei lalu mengambil ikan dari Ryu.
'hehehe, satu langkah lebih dekat' di pikirannya Ryu tersenyum jahat saat melihat Mei mulai membakar ikan, tanpa memikirkan berbagai hal janggal.
"ini, tapi hati hati itu masih panas kamu harus meniupnya dulu" kata Mei sambil menyerahkan sepotong ikang pada Ryu yang telah matang.
Mei membakar ikannya tanpa bumbu jadi hanya terasa hambar, jika mau bisa saja Ryu memberikan bumbu keringat agar sedikit asin.
menganggukkan kepalanya, Ryu mulai makan dengan santai begitu juga dengan Mei yang mulai makan dengan lahap.
mereka berdua makan dengan tenang layaknya seorang manusia bukan seperti binatang yang hanya peduli pada isi perutnya, melupakan identitas mereka yang seharusnya bertarung sebagai musuh.
hingga pada malam harinya terjadi hujan deras yang harus membuat mereka mencari tempat untuk berteduh, sampai akhirnya mereka menemukan gua kecil yang cocok untuk di tinggali.
__ADS_1
"malam yang panjang..." gumam Ryu.
"yah mungkin saatnya untuk berpisah". lanjut Ryu sambil berjalan pergi meninggalkan gua yang masih ada Mei tertidur.
---
"Majuuu!!" di dalam Medan perang kiri, seorang ninja dari klan uchiha berteriak guna memberikan Semangat.
""Oraaa!!"" teriak orang orang klan uchiha.
di kejauhan, sosok Ryu muncul hanya dengan menggunakan celana panjang hitam yang memperlihatkan tubuhnya atasnya, dan sosok mono yang setia menjaga leher Ryu dengan tubuh naga mininya.
"kau tidak turun?" tanya mono pada Ryu, walaupun dirinya sudah tau kenapa.
"tunggu sampai ada momen yang pas!" kata Ryu sesuai dengan prediksi mono.
"hmm, bagaimana dengan projek mu, apakah lancar?" tanya mono.
"sangat Bagus!" ucap Ryu dengan nada senang.
"lihat itu, Yokina!".
mengalihkan pandangan nya ke arah yang di tunjuk mono, Ryu melihat sosok Yokina yang sedang di keroyok oleh lima orang ninja, dan dilihat lagi sepertinya Yokina kelelahan karena gerakannya yang lambat.
mengaktifkan mangekyo nya, Ryu menghilang dan muncul di samping Yokina dengan membuat susano setengah badan.
"kemana saja kamu? apa kamu terluka? dan... mana pakaian mu?" tiga pertanyaan langsung di lempar ke Ryu, Yokina sangat khawatir dan telah mencarinya kemanapun tempat yang mungkin di kunjungi oleh Ryu tapi hasilnya nihil.
"uhhhh... terjebak di tempat misterius" kata Ryu tenang walaupun di dalam sangat gugup.
"sekarang, biarkan kekasihmu ini meregangkan ototnya!" ucap Ryu dan membiarkan Yokina mundur.
"Tunggu dulu, Ryu...!" tidak sempat menyelesaikan perkataannya Yokina sudah menghilang karena di teleportasi kan Ryu.
menghilangkan susano setengah badannya Ryu memanggil Raja Segala senjata dan merubahnya menjadi sabit shinigami.
"Capture!" teriak Ryu, seketika semua ninja yang telah di tandai Ryu tertarik ke arahnya.
"Arhhh!!"
"tolong!!"
"selamat kan aku!!"
mereka yang tertarik berteriak dengan panik karena teknik aneh Ryu, dari berita yang mereka dengar siapa pun yang tertarik tidak ada yang bisa hidup.
*Slash
__ADS_1
dengan sekali tebasan, kepala mereka jatuh ke tanah meninggalkan tubuh mereka yang juga ikut terjatuh. para ninja dari desa kiri langsung panik dan berteriak untuk mundur.
tak membiarkan mereka mundur Ryu langsung bergerak ke arah mereka dengan membuat segel tangan.
Gaya Api : Bola Api Hebat
para ninja yang terkena bola api dari Ryu langsung terbakar hangus, meninggalkan sisa tulang belulang yang tak ikut terbakar.
di sisi lain.
karena terdesak di pilihan yang sulit, karena di kejar oleh Anbu dari desa kiri dan tidak ingin sanbi mengamuk di desanya, Rin memilih untuk mengakhiri hidupnya dengan menyerahkan dirinya tewas dengan terkena oleh serangan dari Kakashi.
*Bruk
tubuh Rin terjatuh di tanah dengan sebuah lubang di dada kirinya, dan tangan Kakashi yang sudah berlumuran darah.
tiba tiba, mata sharingan Kakashi mulai berputar cepat dan membentuk pola kincir angin, yang sebenarnya adalah mangekyo saringan.
di kejauhan, sesosok laki-laki dengan separuh tubuhnya adalah sebuah benda berwarna putih, mata sharingan nya mulai berputar cepat dan membentuk pola kincir angin Mirip dengan Kakashi.
karena anggota Anbu sudah dekat Kakashi mau tak mau harus pergi meninggalkan tubuh Rin, yang tak bernyawa.
berbeda dengan Kakashi, sosok laki-laki tadi menghampiri mayat Rin dan memeluknya air mata mengucur deras dari matanya.
"ARGHHH!!!" teriaknya penuh dengan emosi.
kemudian dirinya berlari ke arah para Anbu kiri dan mulai menyerang mereka, dengan kekuatan cinta dan kesedihan yang besar dia berhasil mengalahkan mereka dengan mudah.
Kembali Ryu
Berdiri di dalam tubuh susano, dia menatap dingin klan Kaguya yang mengamuk di bawah yang berusaha menyerangnya tapi tak berhasil karena pertahanan susano nya sangat kuat.
ketika semua orang sudah pergi meninggalkan Medan perang, para klan kaguya masih tetap di Medan perang demi memuaskan hasrat bertarung nya.
"untuk ku? mereka memiliki kualitas tulang yang bagus!" kata mono penuh harap jika Ryu membiarkannya bertarung melawan kelompok orang di bawah ini.
"bawakan satu untuk hidup, aku memerlukannya". tanpa berlama-lama mono langsung keluar dan membesar hingga seukuran dua kali pria dewasa.
"hmm... tidak kusangka akan semudah ini, ku pikir aku harus serius... hah, aku terlalu berharap" melihat banyak tubuh tak bernyawa di sekitarnya, Ryu menatap kecewa mereka karena tak bisa membuatnya bertarung dengan serius.
"hanya orang berlevel Kage yang bisa menandingi ku, tidak pasti pada tingkat super Kage? entahlah, hanya mono yang tau".
"sudah lah, dia pasti sudah tau apa yang di lakukanya. lebih baik aku pulang dan mengambil hadiah ku, hehehe".
...****************...
akan update dua bab, ini yang pertama.
__ADS_1